Senin, 25 Agustus 2025

IMAN KEPADA ALLAH SWT ( ASMAUL HUSNA )

 

Materi Pelajaran

:

PAI

Kelas

:

7C

Fase

:

D

Elemen

:

Akidah

Pertemuan

:

1

Materi

:

Asmaul husna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’, dan Al-Basῖr

Guru Pengampu

:

Wagino

Waktu Pembelajaran

:

3 JP ( 1 Pertemuan )

CP

:

Peserta didik mendalami enam rukun Iman

Tujuan Pembelajaran

:

1.  Peserta didik dapat menjelaskan pengertian asmaulhusna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’, dan Al-Basῖr.

2.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-‘Alῖm dan contohnya

3.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Khabῖr dan contohnya

4.  Peserta didik dapat menjelaskan makna As-Samῖ’ dan contohnya

5.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Basῖr dan contohnya

 

 

1. Nama-Nama Indah bagi Allah Swt.

Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah. Hal ini dapat diperhatikan pada salah satu ayat-Nya.

Dan Allah memiliki Al-Asmā’ al-Husnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya al-Asmā’ al-Husnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S.al-A’rāf/7: 180)

Al-Asmā’ al-Husnā dibentuk dari kata al-Asma’ (bentuk jamak) dari kata al-ism, memiliki arti “nama” dan al-Husna’ berarti “yang terbaik atau indah”.

Dalam hal ini, al-Asmā’ al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama-Nya yang baik dan indah.

Nama-nama tersebut menjadi salah satu bukti keagungan Allah Swt.

Pengetahuan tentang sifat-Nya dan Al-Asmā’ al-Husnā terdapat pada al-Qur’an dan sunah. Dua hal ini merupakan kesempurnaan mutlak sifatsifat Allah Swt. dari segala kekurangan. Dengan memahaminya, keimanan seseorang dapat meningkat. Derajat keimanan seseorang dapat ditentukan

oleh pengetahuan tentang tuhannya

2. Mengenal Allah Swt melalui beberapa lafal al-Asmā’ al-Husnā

Pada bab ini akan dipelajari beberapa al-Asmā’ al-Husnā , yaitu al-’Alīm,al-Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr. Setelah mempelajari keempat al-Asmā’ al-Husnā ini, kalian diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

a. Al-’Alīm

Kata al-’Alīm terambil dari kata al-‘ilm, memiliki makna sesuatu yang terjangkau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pengertian ini mengarah pada sesuatu yang jelas dan tidak menimbulkan keraguan. Al-’Alīm dalam hal ini dapat diartikan pengetahuan Allah Swt sangat jelas juga mengungkap hal-hal yang kecil.

Allah Swt. mengetahui segala sesuatu yang telah dan akan terjadi. Semuanya tidak luput dari pengetahuan-Nya. Semua kejadian dalam setiap jalinan waktu berada dalam pengetahuan-Nya.Tak seorangpun yang dapat bersembunyi.

Pengetahuan-Nya tiada batas. Pengetahuan-Nya terhadap seluruh alam semesta melampaui kemampuan otak manusia. Dengan pengetahuan seperti ini, Allah Swt dapat memberikan ilmu kepada hamba yang dicintai oleh-Nya.

Mereka adalah orang yang taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita memohon kepada-Nya agar diberikan pengetahuan melalui kemurahan-Nya

Sifat al-‘Alīm pada Allah Swt mendorong manusia untuk memiliki pengetahuan. Manusia diharapkan dapat memiliki ilmu untuk kemudahan dalam mengarungi kehidupan di dunia. Dengan ilmu, kehidupan dapat dilaksanakan dengan mudah.

 

b. Al-Khabīr

Al-Khabīr artinya Maha Memberitahu. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Swt memberikan informasi kisah dan perisiwa orang-orang terdahulu. Melalui Al-Qur’an pula, dapat diketahui bahwa peristiwa kiamat dan kehidupan akhirat diberikan gambaran informasi oleh-Nya.

Perolehan informasi memerlukan ketelitian. Setiap informasi mengandung benar atau salah. Untuk informasi yang benar, kita bisa meneliti baik isi maupun sumbernya. Begitu pula, pada informasi yang diragukan kebenarannya, kehati-hatian dalam menyebarkannya menjadi keniscayaan.

 

c. Al-Samī’

Al-Samī’ memiliki arti bahwa Allah Swt. Maha Mendengar. Suara apapun di alam semesta ini dapat terdengar oleh-Nya. Tidak ada satu suarapun yang tidak luput dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu pelan.

Perilaku yang mencerminkan bahwa Allah Swt. Maha Mendengar antara lain mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Apalagi, orang yang berbicara adalah orang tua atau guru. Terkadang kita tidak senang terhadap yang disampaikan orang lain. Meskipun demikian, kita dapat menyampaikan

dengan bahasa dan sikap santun kepadanya.

 

d. Al-Baṣīr

Al-Baṣīr memiliki makna bahwa Allah Swt. Maha Melihat segala sesuatu. Penglihatan-Nya menjangkau segala sesuatu, bahkan yang lembut dan kecil sekalipun. Langit dan bumi dan seluruh alam semesta tidak luput dari penglihatan-Nya Allah Swt.

Cerminan perilaku dengan keyakinan bahwa Allah Swt. Maha Melihat dapat diwujudkan dengan ketelitian dan mawas diri dalam setiap pekerjaan.

Kita didorong untuk cermat dan cerdas dalam menghadapi persoalan.

Namun, hal ini harus pula dilandasi oleh instrospeksi memperhatikan kekurangan atau kelebihan agar hidup menjadi terarah.

 

KESIMPULAN

 

EVALUASI :

Agar kalian lebih memahami materi asmaul husna AL ‘ALIM, AL KHABIR, AS SAMI’ dan AL BASIR, silahkan kalian jawablah  pertanyaan dibawah ini !

1.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!

2.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!

3.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!

4.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!

 

 

 

 


 

 

 

 

 


Jumat, 15 Agustus 2025

Syamsiyah dan Qomariyah

Jum'at, 15 Agustus 2025, Kelas 7D

Sekolah                          :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran                :  Pendidikan Agama Islam
Materi Pokok                 :   Al Qur'an dan Hadits
Sub Materi                     :   Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 ( Syamsiyah dan Qomariyah )
Kelas/ Semester               VII / 1
Alokasi Waktu               :   pertemuan ( JP )
Pertemuan                     :   3

CP                                    :Peserta didik memahami ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pentingnya iman,                                                      takwa,  toleransi, cinta tanah air, semangat keilmuan dan sabar dalam menghadapi                                            musibah dan ujian.

Tujuan Pembelajaran

1.    Peserta didik dapat menjelaskan Isi kandungan Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64.

2.    Peserta didik dapat menjelaskan definisi dan  fungsi hadis atas Al-Qur’an sesuai kandungan Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64.

3.    Peserta didik dapat menciptakan karya berupa peta konsep definisi hadis dan fungsinya atas Al-Qur’an sehingga meyakini mushaf Al-Qur’an dan hadis Nabi sebagai pedoman hidup serta termotivasi untuk mendalami Al-Qur’an dan hadis

 

Pertanyaan Pemantik

1.     Apakah Anda tahu kandungan isi Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64. ?

2.    Apakah fungsi hadis atas Al-Qur’an sesuai dengan Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64. ?


Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afita, sehingga kita dapat mengikuti pembelajaran pada hari ini dengan baik.

Pada pertemuan yg lalu kita telah belajar tentang hukum bacaan alif lam syamsiyah dan alif lam qomariyah terutama yang ada di QS. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64.

Nah pada hari ini kita akan mempelajari tentang isi kandungan yang ada di .S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S.An-Nahl/16: 64.


QS. AN NISA' : 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya

 QS/ AN NAHL : 64

وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ

64. Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman

Alif lam qomariyah dan syamsiah merupakan materi lam ta’rif dalam ilmu tajwid. Lam ta’rif sendiri maksudnya adalah alif dan lam yang berada di awal kalimat isim ma’rifat.

Materi lam ta’rif ini menjadi materi dasar dalam ilmu tajwid. Tidak hanya setiap halaman, bahkan setiap baris dalam Al-Qur’an akan ada kemungkinan kita bertemu hukum bacaan alif lam qomariyah ataupun syamsiyah yang itu juga bisa jadi lebih dari satu.

Terkadang, kita sering keliru dalam menerapkan hukum bacaan lam ta’rif, apakah ini alif lam qamariyah atau alif lam syamsiah. 

Artikel yang sedang bersama anda ini akan menjelaskan perbedaan keduanya, agar kita tidak terbalik-balik atau kebingungan dalam menerapkan hukum bacaan alif lam. 

Bagaimanakah pembahasannya? Mari kita pelajari bersama-sama.

Pengertian Alif Lam Qomariyah dan dan Contohnya

Alil lam qomariyah adalah lam ta’rif atau alif lam yang bertemu dengan 14 huruf qomariyah. Huruf-huruf tersebut di antaranya:

ا، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، و، غ، ه، ء، ي

Apabila lam ta’rif bertemu dengan salah satu huruf di atas, maka bacaan alif lam harus dibaca dengan jelas. Misalnya, lafadz “القران”. 

Dalam lafadz ini, dapat kita lihat bahwa ali lam bertemu dengan huruf qaf, maka dalam membaca lafadz tersebut alif lam-nya harus dibaca dengan jelas, sehingga lafadz tersebut dibaca “Al-Qur’an”.

Ada analogi yang bagus dalam penamaan alif lam qomariyah. 

Kata qomariyah berasal dari kata “Qomar (قمر)” yang artinya bulan. Alif lam diumpamakan sebagai bintang, sementara huruf-huruf qomariyah sebagai bulan. 

Pada situasi malam hari, bintang akan tetap terlihat walaupun disinari oleh cahaya bulan.

Itulah maksud dari penamaan alif lam qomariyah. 

Sebab, dalam praktiknya, apabila kita bertemu hukum bacaan alif lam qomariyah, maka kita harus membaca alif lam-nya dengan jelas layaknya bintang yang tetap terlihat walaupun ada cahaya qomar (bulan).

Alif lam qomariyah juga dikenal dengan istilah idzhar qomariyah. 

Sebagaimana hukum bacaan idzhar yang dibaca jelas, maka idzhar qomariyah juga dibaca dengan jelas huruf alif lam, apabila bertemu dengan huruf-huruf qomariyah tersebut.

Untuk menambahkan pemahaman pembaca, berikut penulis perlihatkan beberapa contoh alif lam qomariyah yang ada dalam Al-Qur’an.

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

 

Pengertian Alif Lam Syamsiyah dan Contohnya

Alif lam syamsiah adalah lam ta’rif atau alif lam yang bertemu dengan 14 huruf syamsiah. Huruf-huruf tersebut, antara lain:

ت، ث، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ل، ن

Apabila ada lam ta’rif bertemu dengan salah satu huruf di atas, maka bacaan alif lam-nya tidak dibaca dan langsung masuk ke huruf setelahnya. 

Misalnya, lafadz “النساء”. Dalam lafadz ini, dapat kita lihat bahwa ali lam bertemu dengan huruf nun, maka dalam membaca lafadz tersebut alif lam-nya tidak dibaca dan langsung masuk ke huruf nun saja, sehingga lafadz tersebut dibaca “An-Nisa’”.

Alif lam syamsiah disebut juga dengan idgham syamsiah. 

Idgham yang artinya masuk dan praktik bacaan alif lam yang langsung dimasukkan itu menjadikan alif lam syamsiyah masuk sebagai kategori bacaan idgham, makanya disebut juga dengan idgham syamsiyah.

Penamaan syamsiyah juga memiliki analogi layaknya qomariyah. Kata syamsiyah yang berasal dari kata “Syamsun (شمس)” yang artinya matahari menjadi alasan kenapa hukum bacaan ini dinamakan alif lam syamsiyah.

Ali lam diibaratkan bintang dan huruf-huruf syamsiah diibaratkan sebagai matahari. 

Pada siang haris, bintang sangat sulit terlihat, bahkan nihil, itu karena disebabkan cahaya matahari yang terang. 

Itulah kenapa apabila menemukan hukum bacaan alif lam syamsiyah, maka alif lam-nya tidak dibacakan, melainkan langsung ke huruf hijaiyah selanjutnya.

Untuk menambahkan pemahaman pembaca, berikut penulis perlihatkan beberapa contoh alif lam syamsiyah yang ada dalam Al-Qur’an.

بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيۡتُونِ ١  وَطُورِ سِينِينَ ٢  وَهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ ٱلۡأَمِينِ ٣  لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ ٤ ثُمَّ رَدَدۡنَٰهُ أَسۡفَلَ سَٰفِلِينَ ٥  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَلَهُمۡ أَجۡرٌ غَيۡرُ مَمۡنُونٖ ٦ فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعۡدُ بِٱلدِّينِ ٧  أَلَيۡسَ ٱللَّهُ بِأَحۡكَمِ ٱلۡحَٰكِمِينَ ٨

 

KESIMPULAN

Al-Qur’an saat ini sudah dilengkapi berbagai tanda baca. 

Ketika kita membaca Al-Qur’an sebenarnya ada beberapa ciri mendasar yang bisa kita perhatikan untuk mengetahui perbedaaan antara alif lam qomariyah dan alif lam syamsiyah.

Alif Lam Qomariyah

Alif Lam Syamsiyah

Alif lamnya terdapat harakat sukun

Alif lamnya tidak terdapat harakat sukun

Huruf setelah Alif lam tidak terdapat harakat tasydid

Huruf setelah Alif Lam terdapat harakat tasydid

Cara bacanya jelas (izhar) Alif lam qomariah dibaca jelas.

Cara membaca huruf alif lam tersebut dileburkan dengan huruf setelahnya (idgham)

EVALUASI

Tentukan alif syamsiyah dan alif lam qomariyah pada surat al asr :

وَٱلۡعَصۡرِ ١  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣




                                      

-       REFERENSI :

https://annajah.co.id/perbedaan-aliflam-qomariyah-dan-syamsiyah/#google_vignette

-      Buku PAI kelas 7 Tiga Serangkai