Rabu, 04 Februari 2026

MAWAS DIRI

 

Identitas Modul

Nama Sekolah          :   SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Nama Penyusun       :   Wagino, S.Ag

Mata Pelajaran        :   Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)

Fase / Kelas /Semester  :   D / VII / Ganjil

Alokasi Waktu         :   9 JP

Tahun Pelajaran      :   2025 / 2026

 

       TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1: Memahami Konsep Mawas Diri dan Introspeksi dalam Islam

     Peserta didik dapat menjelaskan pengertian mawas diri (muhasabah) dan introspeksi dengan bahasanya sendiri setelah berdiskusi dan membaca sumber.

     Peserta didik dapat mengidentifikasi dalil naqli (ayat Al-Qur'an dan Hadis) yang berkaitan dengan perintah mawas diri dan introspeksi.

     Peserta didik menunjukkan kesadaran akan pentingnya mawas diri dalam kehidupan sehari-hari.

 

Assalamualaikum wr.wb.

 

Apa kabar anak-anak ?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat sehingga kita semua dapat melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Aamiin 

Dan semoga kalian semua sudah melaksanakan sholat shubuh, dhuha dan murojaah.

Dalam pembelajaran kali ini bapak akan menyampaikan  materi tentang mawas diri  dan introspeksi dalam menjalani kehidupan ( iman kepada malaikat Allah SWT )

MATERI

Malaikat adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari nur ilahi ( cahaya Allah ) dan beri tugas tertentu

Sedangkan yang maksud dengan iman kepada Allah SWT adalah percaya atau yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT menciptakan malaikat dan memberikan tugas tertentu. Iman kepada malaikat termasuk rukun iman yang ke 2. Malaikat yang wajib kita imani ada 10 malaikat.

Nama dan tugas para malaikat Allah SWT :

1.      Malaikat Jibril berttugas menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul

2.      Malaikat Mikail bertugas membagikan rizki

3.       Malaikat Isrofil bertugas meniup sangkala pada hari kiamat

4.      Malaikat Izroil bertugas mencabut nyawa manusia

5.      Malaikat Munkar bertugas menanyai manusia dialam kubur

6.      Malaikat Naqir bertugas menanyai manusia didalam kubur

7.      Malaikat Roqib bertugas mencatat amal baik

8.      Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk

9.      Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka

10.  Malaikat Ridwan berttugas menjaga pintu  surga

Kesimpulan

Mawas diri dan introspeksi adalah praktik evaluasi diri yang krusial untuk pertumbuhan pribadi, melibatkan perenungan jujur tentang pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mengenali kesalahan, meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta memperbaiki perilaku agar lebih baik dalam hubungan sosial dan kehidupan secara keseluruhan, yang sangat dipengaruhi oleh keimanan dan pemahaman akan tanggung jawab moral.

Evaluasi

Hafalkan  10 nama malaikat dan tugas-tugasnya

      Referensi

 

1.      1. Nasikin dkk. 2022. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT       Penerbit Erlangga

2. 

 

 

 

 

IMAN KEPADA QODHO' dan QODAR ALLAH SWT


Nama Sekolah      : SMP AL AZHAR 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran     : PAI

Materi                  : Iman kepada Qodho dan Qodar

Semester              : Genap

KD                       : 3.7. Memahami Iman Kepada qodho dan qodar Allah SWT

 

Tujuan :

Setelah peserta didik mengamati,menanya,mengeksplorasi,menalar,dan merefleksi tentang Iman Kepada Qadha dan Qadar, diharapkan peserta didik mampu :

•  Menjelaskan pengertian Qadha dan  Qadar

• Mengidentifikasi dalil aqli dan naqli kebenaran Qadha dan Qadar

• Menjelaskan macam-macam Qadha dan Qadar

• Menjelaskan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar


Assakamualaikum wr.wb.

Semòga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, Aamiin.

Pada pertemuan yg lalu kita sudah belajar tentang toleransi atau tasamuh yang artinya adalah sikap saling menghargai dan menghargai antar sesama manusia dalam kehidupan sehari hari.

Pada kesempatan ini kita akan belajar materi tentang Iman kepada Qodho' dan Qodar Allah SWT

MATERI

PENGERTIAN  QODHO’ DAN QODAR

1.      Qadha secara bahasa artinya adalah keputusan atau ketetapan, sedangkan menurut istilah adalah keputusan atau ketetapan dari Allah SWT terhadap segala sesuatu atas makhluknya sejak zaman azali.

Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah diatur dengan baik, maka dari itu segala sesuatu yang menimpa manusia merupakan ketentuan dari Allah SWT, misalnya kelahiran, kematian, rezeki, jodoh, dan musibah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hadid ayat 22. Artinya:

“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semua telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. al- Hadid/57 : 22).

Pada ayat tersebut dengan jelas Allah telah menerangkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di bumi ini adalah atas kehendak Allah. Apa saja yang akan terjadi dan dikehendaki untuk diciptakan Allah senantiasa didahului dengan Qadha-Nya.

Jadi segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, termasuk kehidupan dan kematian manusia menurut hukum dan aturan yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

Contoh Qadha :

Ali meninggal dunia pada hari Jum’at pon jam 08:00 pagi, pada umur 50 tahun. Atau Aisyah melahirkan anaknya pada hari Senin Pahing jam 10:00 dengan jenis kelamin laki-laki.

 

2.      Qadar secara bahasa artinya adalah ukuran atau ketentuan. Menurut istilah, Qadar artinya ketentuan dan ketetapan Allah yang telah terjadi tehadap semua makhluk-Nya dalam ukuran dan bentuk tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al- Qamar ayat 49: إِ Artinya:

 “ Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir). (QS.al- Qamar : 49).

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa semua apa saja yang dikehendaki dan diciptakan Allah senantiasa ditentukan dengan Qadar atau ukuran tertentu.

Contoh Qadar : Allah menurunkan hujan dari langit ke berbagai daerah dengan ukuran tertentu. Allah memberi rizki kepada manusia antara satu dengan yang lain dengan ukuran tertentu atau tidak sama. Dan contoh lain tentang Qadar, yaitu matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, tanaman tumbuh keatas, benda jatuh kebawah, semua ini berjalan berdasarkan ketentuan dan kehendak Sunatullah.

MEYAKINI QADHA DAN QADAR

Allah adalah Maha Pencipta. Maka Beliau menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini, seperti : matahari, bulan, bumi, bintang, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, air, angin, hujan, gunung, laut, dan sebagainya. Semua ini diciptakan oleh Allah sendiri, tidak ada satupun yang membantu. Apa saja yang ada di alam semesta ini merupakan kehendak dan ciptaan Allah. Baik hal itu baik atau buruk merupakan Qadha dan Qadar dari Allah SWT. Firman Allah SWT:

Artinya:

 “Dan Tuhan-Mu menciptakan dan memilih apa yang dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci Allah Maha Tinggi Dia dari apa saja yang mereka persekutukan. (QS.al- Qashash : 68). Pada ayat di atas, dengan jelas bahwa Allah adalah sebagai penguasa, pencipta dan pengatur alam semesta. Dia Maha Esa, berdiri sendiri, tanpa minta bantuan siapapun dalam menentukan dan menciptakan alam semesta ini.

Qadha dan Qadar dari Allah itu ada yang baik dan ada yang buruk, kita sebagai orang Islam harus meyakini tentang Qadha dan Qadar. Kita hidup di dunia ini, kadang-kadang menerima kenikmatan dan anugerah dari Allah SWT. Dan juga kadang-kadang mendapatkan ujian atau cobaan dari Allah SWT.

Contoh lain tentang Qadar (Takdir), di dalam kelas ada 40 anak yang belajar di beri pelajaran yang sama, waktu yang sama, guru yang sama, tapi hasil masing-masing anak berbeda, ada yang pandai, ada yang sedang, dan ada yang bodoh. Inilah takdir Illahi yang harus kita yakin dan kita terima dengan baik.

 

Takdir ada 2 macam, yaitu:

1.     Takdir Mubram, ialah ketentuan Allah yang pasti akan terjadi dan tidak dapat diubah oleh manusia.

Contohnya : Kematian, kelahiran anak, datangnya hari kiamat, dan sebagainya.

2.     Takdir Mualaq, yaitu ketentuan Allah yang mungkin dapat diubah oleh usaha manusia dengan jalan ikhtiar dan do’a.

Contohnya : Orang bodoh bisa jadi pandai dengan jalan belajar, orang miskin bisa menjadi kaya dengan jalan rajin bekerja, dan sebagainya.

 

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Rukun iman yang keenam adalah beriman kepada Qadha dan Qadar dari Allah. Qadha dan Qadar merupakan rahasia Allah SWT yang belum diketahui walaupun terjadi. Maka dari itu beriman kepada Qadha dan Qadar banyak hikmahnya, antara lain sebagai berikut.

1.     Menumbuhkan semangat berusaha Manusia hidup di dunia diwajibkan berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhannya, tidak boleh menyerah begitu saja tanpa berusaha dalam kenyataan segala sesuatu yang kita terima dan kita peroleh tidak datang begitu saja, tetapi harus dengan usaha dan bekerja. Apabila manusia ingin kaya, maka harus bekerja dengan semangat dan rajin. Apabila manusia ingin pandai harus belajar dengan rajin dan tekun. Allah tidak akan mengubah nasib manusia kecuali manusia itu mengubah sendiri dengan jalan berusaha dan do'a. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ar- Ra'ad ayat 11.

 Artinya:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'ad,13:11).

2. Sabar menghadapi cobaan Hidup di dunia ini perlu perjuangan. Perjuangan membutuhkan pengorbanan. Manusia hidup di dunia tak lepas dari cobaan dan rintangan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Maka dari itu, kita harus bersabar dalam menghadapi cobaan dan rintangan, tidak boleh putus asa, bahkan berjuang, berusaha dan tawakal pada Allah SWT. InsyaAllah kalau sudah begitu, kita berhasil dalam hidup.

3. Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah Hidup adalah perjuangan dan pengorbanan. Dalam hidup kita tidak bias lepas dari masalah, bahkan masalah tidak akan hilang, dan selalu ada. Masalah yang satu selesai, datang lagi masalah yang lain, begitu seterusnya. Maka dari itu, untuk menghadapi masalah kita tidak boleh putus asa. Kita serahkan semua masalah ini pada Allah SWT. Karena Allah-lah yang mengatur segalanya.

4. Selalu bersyukur pada Allah Kita harus menyadari dan mengakui bahwa apa yang kita terima merupakan pemberian dan anugrah dari Allah SWT. Untuk itu kita harus selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya, dan tidak boleh kufur atas nikmat-nikamat yang kita terima. Semakin banyak bersyukur maka semakin banyak pula Allah akan menambah nikmat-Nya.

 

PENUGASAN

 

1. Silahkan baca materi diatas dengan sebaik-baiknya kemuitan dengan dian apa komentar kalian tentang  iman kepada Qodho dan Qodar Allah SWT !

2. Ceritakan pengalaman hidupmu yang berkaitan den9gan qodho dah qodar Allah SWT !


Kesimpulan

Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah diatur dengan baik, maka dari itu segala sesuatu yang menimpa manusia merupakan ketentuan dari Allah SWT.

Qadar artinya ketentuan dan ketetapan Allah yang telah terjadi tehadap semua makhluk-Nya dalam ukuran dan bentuk tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

A. Menumbuhkan semangat berusaha

B. Sabar menghadapi cobaan Hidup di dunia ini perlu perjuangan.

C. Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah

D. Selalu bersyukur pada Allah


REFENSI

 Buku Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX Kurikulum 2013, Kemendikbud, Tahun 2017

 

Jumat, 23 Januari 2026

Alam Semestaa sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun                              : Wagino, S. Ag

Instansi                                 : SMP Al Azhar 3  

Penyusunan                         : Tahun 2025

Jenjang Sekolah                 : SMP

Mata Pelajaran                   : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 

Fase D, Kelas / Semester :         VII (Tujuh) / II (Genap)

BAB / Tema                          : 6 / Alam Semestaa sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT 

Materi Pokok                       :  Kandungan Q.S Al-Anbiya’/21: 30 dan Q.S al-A’raf/7    

Alokasi Waktu                     : 1 x pertemuan ( 40 Menit)

B. KOMPETENSI AWAL

·         Peserta didik diharapkan mampu membaca Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al-A‟raf/7 : 54.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

·         Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia

·         Mandiri

·         Bernalar kritis

·         Kreatif

·         Bergotong-royong

·         Berkebinekaan global.

D. SARANA DAN PRASARANA

1)      Mushaf Al-Qur‟an, papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya

2)      LCD Projector, Speaker aktif, Note book, CD Pembelajaran interaktif, HP, kamera

E. TARGET PESERTA DIDIK

·      Peserta didik reguler/tipikal

F. MODEL PEMBELAJARAN

·      Model pembelajaran tatap muka.

·      Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran :

·         Melalui pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dapat membaca Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al-A‟raf/7 : 54 sesuai kaidah ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan gunnah.

·         Melalui pembelajaran praktik, peserta didik dapat menghafal Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al- A‟raf/7 : 54 sesuai kaidah tajwid.

·         Melalui pembelajaran inquiry, kalian dapat menjelaskan kandungan Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan

Q.S. al-A‟raf/7 : 54 tentang penciptaaan dan keteraturan alam semesta serta cara bersyukur terhadap apa yang diciptakan Allah swt

·         Melalui pembelajaran diskusi, kalian dapat menjelaskan pesan Nabi Muhammad Saw untuk menguasai ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang dapat dipetik dari penciptaan dan pengaaturan

 

Assalamualaikum wr.wb.

 

Apa kabar anak-anak ?

Bagaimana dengan liburan  kalian ?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat sehingga kita semua dapat melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Aamiin

 

Dan semoga kalian semua sudah melaksanakan sholat shubuh, dhuha dan murojaah.

Diawal pembelajaran kali ini bapak akan menyampaikan  materi tentang

Alam Semesta sebagai Tanda Kekuasaan Allah swt.

Materi Pokok                  : 

                                                       Kandungan Q.S Al-Anbiya’/21: 30 dan Q.S al-A’raf/7: 54.

 

 

MATERI

 

QS. AL ANBIYA’ : 30

 

أَوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ ٣٠

30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman

 

QS. AL A’ROF : 54

 

 

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۢ بِأَمۡرِهِۦٓۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٥٤

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ´Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam

 

GHUNNAH

 

Materi Ghunnah dalam ilmu tajwid membahas hukum bacaan dengung pada huruf nun (ن) dan mim (م) yang bertasydid, dibaca dengan suara yang jelas dari hidung selama dua harakat (ketukan). Ini wajib dibaca dengung dan tidak boleh dilewatkan, berlaku pada nun/mim bertasydid (misal: الناسأمّا) maupun saat nun sukun/tanwin bertemu mim (Idgham Bighunnah), contohnya pada kata لَهَبٍ وَتَبَّ (dari Al-Lahab ayat 1). 

 

Pengertian Ghunnah

·         Secara Bahasa artinya Dengung.

·         Sedangkan secara Istilah: Suara dengung yang keluar dari pangkal hidung saat mengucapkan huruf ghunnah (nun dan mim) yang ditasydidkan. 

 

Huruf dan Hukum Bacaan

·          

·         Huruf Ghunnah: Huruf Nun (ن) dan Mim (م).

·         Syarat Wajib: Harus bertasydid (ــنّ atau ــمّ).

·         Cara Membaca: Dibaca dengung selama 2 harakat (ketukan), bisa disesuaikan dengan irama.

·         Kesalahan Umum: Hanya menekan tanpa mendengung. 

Contoh dalam Al-Qur'an

·         Nun Bertasydid (نّ): Pada kata ٱلنَّاسِ (An-Naas) dalam Surat An-Nas.

·         Mim Bertasydid (مّ): Pada kata وَأَمَّا (Wa-amma) atau فَأُمُّهُ (Fa-ummuhu) dalam Al-Qari'ah.

·         Idgham Bighunnah (Nun Sukun/Tanwin bertemu Mim): Pada لَهَبٍ وَتَبَّ (Lahabin wa-tabba) dari Al-Lahab. 

 

Tingkatan Ghunnah

Ghunnah memiliki tingkatan dengung, dari yang paling sempurna hingga paling kurang sempurna, seperti: Sangat Sempurna (Akmal), Sempurna (Kamilah), Kurang Sempurna (Naqisah), dan Sangat Kurang Sempurna (Anqas).

 

1. Bacalah dengan baik dan benar kedua ayat tersebut diatas !

 2. Carilah hukum bacaan ghunnah dalam QS. Al A'rof ayat 54 !

KESIMPULAN :

 

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas semsta alam.

Oleh karena itu kita patut dan harus menyembah hanya kepada Allah SWT dengan

Menjalankan semua perintah dan menjauhi semua laranganNya.

 

Referensi

 

1.      1. Nasikin dkk. 2022. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT       Penerbit Erlangga

2.      2. Al Qur’an dan terjemahannya

      3. Buku Tajwid

         

B