Nama Sekolah : SMP AL AZHAR 3
Bandar Lampung
Mata Pelajaran : PAI
Materi : Iman kepada Qodho dan Qodar
Semester : Genap
KD : 3.7. Memahami Iman Kepada qodho dan qodar Allah SWT
Tujuan :
Setelah peserta didik mengamati,menanya,mengeksplorasi,menalar,dan
merefleksi tentang Iman Kepada Qadha dan Qadar, diharapkan peserta didik mampu
:
• Menjelaskan pengertian Qadha dan Qadar
• Mengidentifikasi dalil aqli dan naqli kebenaran
Qadha dan Qadar
• Menjelaskan macam-macam Qadha dan Qadar
• Menjelaskan ciri-ciri perilaku orang yang beriman
kepada Qadha dan Qadar
Assakamualaikum wr.wb.
Semòga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, Aamiin.
Pada pertemuan yg lalu kita sudah belajar tentang toleransi atau tasamuh yang artinya adalah sikap saling menghargai dan menghargai antar sesama manusia dalam kehidupan sehari hari.
Pada kesempatan ini kita akan belajar materi tentang Iman kepada Qodho' dan Qodar Allah SWT
MATERI
PENGERTIAN QODHO’ DAN QODAR
1. Qadha secara bahasa artinya adalah keputusan atau ketetapan,
sedangkan menurut istilah adalah keputusan atau ketetapan dari Allah SWT
terhadap segala sesuatu atas makhluknya sejak zaman azali.
Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah
diatur dengan baik, maka dari itu segala sesuatu yang menimpa manusia merupakan
ketentuan dari Allah SWT, misalnya kelahiran, kematian, rezeki, jodoh, dan
musibah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hadid ayat 22. Artinya:
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semua
telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudh) sebelum kami mewujudkannya. Sungguh
yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. al- Hadid/57 : 22).
Pada ayat tersebut dengan jelas Allah
telah menerangkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di bumi ini adalah atas
kehendak Allah. Apa saja yang akan terjadi dan dikehendaki untuk diciptakan
Allah senantiasa didahului dengan Qadha-Nya.
Jadi segala sesuatu yang terjadi di
dunia ini, termasuk kehidupan dan kematian manusia menurut hukum dan aturan
yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Contoh Qadha :
Ali meninggal dunia pada hari Jum’at pon
jam 08:00 pagi, pada umur 50 tahun. Atau Aisyah melahirkan anaknya pada hari
Senin Pahing jam 10:00 dengan jenis kelamin laki-laki.
2. Qadar secara bahasa artinya adalah ukuran atau ketentuan. Menurut
istilah, Qadar artinya ketentuan dan ketetapan Allah yang telah terjadi tehadap
semua makhluk-Nya dalam ukuran dan bentuk tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.
Hal ini sebagaimana firman Allah dalam
surat Al- Qamar ayat 49: إِ Artinya:
“ Sesungguhnya kami menciptakan
segala sesuatu menurut ukuran (takdir). (QS.al- Qamar : 49).
Pada ayat di atas, Allah menjelaskan
bahwa semua apa saja yang dikehendaki dan diciptakan Allah senantiasa
ditentukan dengan Qadar atau ukuran tertentu.
Contoh Qadar : Allah menurunkan hujan
dari langit ke berbagai daerah dengan ukuran tertentu. Allah memberi rizki
kepada manusia antara satu dengan yang lain dengan ukuran tertentu atau tidak
sama. Dan contoh lain tentang Qadar, yaitu matahari terbit dari timur dan
terbenam di barat, tanaman tumbuh keatas, benda jatuh kebawah, semua ini berjalan
berdasarkan ketentuan dan kehendak Sunatullah.
MEYAKINI QADHA DAN QADAR
Allah adalah Maha Pencipta. Maka Beliau
menciptakan segala sesuatu yang ada di alam ini, seperti : matahari, bulan,
bumi, bintang, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, air, angin, hujan, gunung,
laut, dan sebagainya. Semua ini diciptakan oleh Allah sendiri, tidak ada
satupun yang membantu. Apa saja yang ada di alam semesta ini merupakan kehendak
dan ciptaan Allah. Baik hal itu baik atau buruk merupakan Qadha dan Qadar dari
Allah SWT. Firman Allah SWT:
Artinya:
“Dan Tuhan-Mu menciptakan dan
memilih apa yang dia kehendaki. Bagi mereka (manusia) tidak ada pilihan. Maha Suci
Allah Maha Tinggi Dia dari apa saja yang mereka persekutukan. (QS.al- Qashash :
68). Pada ayat di atas, dengan jelas bahwa Allah adalah sebagai penguasa,
pencipta dan pengatur alam semesta. Dia Maha Esa, berdiri sendiri, tanpa minta
bantuan siapapun dalam menentukan dan menciptakan alam semesta ini.
Qadha dan Qadar dari Allah itu ada yang
baik dan ada yang buruk, kita sebagai orang Islam harus meyakini tentang Qadha
dan Qadar. Kita hidup di dunia ini, kadang-kadang menerima kenikmatan dan
anugerah dari Allah SWT. Dan juga kadang-kadang mendapatkan ujian atau cobaan
dari Allah SWT.
Contoh lain tentang Qadar (Takdir), di
dalam kelas ada 40 anak yang belajar di beri pelajaran yang sama, waktu yang
sama, guru yang sama, tapi hasil masing-masing anak berbeda, ada yang pandai,
ada yang sedang, dan ada yang bodoh. Inilah takdir Illahi yang harus kita yakin
dan kita terima dengan baik.
Takdir ada 2 macam, yaitu:
1. Takdir Mubram, ialah ketentuan Allah yang pasti akan terjadi dan tidak
dapat diubah oleh manusia.
Contohnya : Kematian, kelahiran anak, datangnya hari kiamat, dan
sebagainya.
2. Takdir Mualaq, yaitu ketentuan Allah yang mungkin dapat diubah oleh usaha
manusia dengan jalan ikhtiar dan do’a.
Contohnya : Orang bodoh bisa jadi pandai dengan jalan belajar, orang miskin
bisa menjadi kaya dengan jalan rajin bekerja, dan sebagainya.
Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar
Rukun iman yang keenam adalah beriman kepada Qadha dan Qadar dari Allah.
Qadha dan Qadar merupakan rahasia Allah SWT yang belum diketahui walaupun
terjadi. Maka dari itu beriman kepada Qadha dan Qadar banyak hikmahnya, antara
lain sebagai berikut.
1. Menumbuhkan semangat berusaha Manusia hidup di dunia diwajibkan berusaha
sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhannya, tidak boleh menyerah begitu saja
tanpa berusaha dalam kenyataan segala sesuatu yang kita terima dan kita peroleh
tidak datang begitu saja, tetapi harus dengan usaha dan bekerja. Apabila
manusia ingin kaya, maka harus bekerja dengan semangat dan rajin. Apabila
manusia ingin pandai harus belajar dengan rajin dan tekun. Allah tidak akan
mengubah nasib manusia kecuali manusia itu mengubah sendiri dengan jalan
berusaha dan do'a. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ar- Ra'ad ayat 11.
Artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka
sendiri." (QS. Ar-Ra'ad,13:11).
2. Sabar menghadapi cobaan Hidup di dunia ini perlu perjuangan. Perjuangan
membutuhkan pengorbanan. Manusia hidup di dunia tak lepas dari cobaan dan
rintangan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Maka dari itu, kita harus
bersabar dalam menghadapi cobaan dan rintangan, tidak boleh putus asa, bahkan
berjuang, berusaha dan tawakal pada Allah SWT. InsyaAllah kalau sudah begitu,
kita berhasil dalam hidup.
3. Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah Hidup adalah perjuangan
dan pengorbanan. Dalam hidup kita tidak bias lepas dari masalah, bahkan masalah
tidak akan hilang, dan selalu ada. Masalah yang satu selesai, datang lagi
masalah yang lain, begitu seterusnya. Maka dari itu, untuk menghadapi masalah
kita tidak boleh putus asa. Kita serahkan semua masalah ini pada Allah SWT.
Karena Allah-lah yang mengatur segalanya.
4. Selalu bersyukur pada Allah Kita harus menyadari dan mengakui bahwa apa
yang kita terima merupakan pemberian dan anugrah dari Allah SWT. Untuk itu kita
harus selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya, dan tidak boleh kufur atas
nikmat-nikamat yang kita terima. Semakin banyak bersyukur maka semakin banyak
pula Allah akan menambah nikmat-Nya.
PENUGASAN
1. Silahkan baca materi diatas dengan sebaik-baiknya
kemuitan dengan dian apa komentar kalian tentang
iman kepada Qodho dan Qodar Allah SWT !
2. Ceritakan pengalaman hidupmu yang berkaitan den9gan qodho dah qodar Allah SWT !
Kesimpulan
Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah diatur dengan baik, maka dari itu segala sesuatu yang menimpa manusia merupakan ketentuan dari Allah SWT.
Qadar artinya ketentuan dan ketetapan Allah yang telah terjadi tehadap semua makhluk-Nya dalam ukuran dan bentuk tertentu sesuai dengan kehendak-Nya.
Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar
A. Menumbuhkan semangat berusaha
B. Sabar menghadapi cobaan Hidup di dunia ini perlu perjuangan.
C. Tidak mudah putus asa dalam menghadapi masalah
D. Selalu bersyukur pada Allah
REFENSI
Buku Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX
Kurikulum 2013, Kemendikbud, Tahun 2017