Selasa, 08 September 2026

MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

 

IDENTITAS:


NAMA GURU : WAGINO, S.Ag
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
HARI/TGL : Selasa, 8 SEPTEMBER 2026
FASE/KELAS : D/8C & 8D
JUDUL MATERI :
  MEYAKINI KITAB-KITAB ALLAH SEBAGAI PEDOMAN HIDUP
PERTEMUAN KE : 2

CAPAIAN PEMBELAJARAN : 
Peserta Didik mampu
 meyakini, menjelaskan, dan merefleksikan pokok keimanan dalam kehidupan sehari-hari sehingga akidah menjadi dasar sikap dan keputusan.

 

TUJUAN PEMBELAJARAN:
Peserta Didik diharapkan dapat
Menunjukkan perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan

 

#Minfull : Peserta didik menyadari perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan

#Maningfull : Peserta didik mengkaji
perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan

#Joyfull : Peserta didik mengikuti pembelajaran melalui diskusi dan kuis sehingga tumbuh kesadaran dan mengetahui perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN: 
# Tahap 1:
Guru memberikan pertanyakan tentang materi minggu lalu kemudian mengaitkan materi saat ini, kemudian Peserta didik menyampaikan pendapatnya dan teman lain menanggapi. 

# Tahap 2: 
Menyampaikan TP pertemuan: Menunjukkan perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan.

# Tahap 3:
Pada akhir bab, murid mengikuti asesmen sumatif akhir bab dan mengumpulkan produk/Lembar Kerja Murid sebagai bukti perkembangan murid.

----------------------------------------

MATERI PEMBELAJARAN:

Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, Aamiin.

Nak, ada 3 hal yg perlu kalian cermati sebelum kalian pelajari Materi hari ini tentang:

1. Allah Al-Khaliq — Allah Maha Pencipta.
Allah menciptakan kita di Dunia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan, jadi kita tidak boleh harus memaksakam seperti orang Lain, dan kita pun tidak boleh menyombongkan dengan kelebihan kita, karena Kita dilahirkan di dunia hanyalah untuk beribadah pada Allah. Pun ketika kita mempunyai kekurangan, jangan pernah berkecil hati, tapi tutuplah kekurangan kita dengan kelebihan

2. Allah Al-Malik — Allah Maha Merajai.
Semua yang kita punya sebenarnya hanya titipan Allah. Harta yg kita punya, kendaraan yg kita punya, rumah yg kita punya, jangan sampai kita sombong dan membanggakan diri. Ketahuilah bahwa yg namanya titipan suatu saat akan diambil oleh pemiliknya yakni Allah SWT. 

3. Allah Ar-Razziq — Allah Maha Pemberi Rezeki.
Sampai saat ini, kita masih bisa menikmati Apa yg Allah kasih, terutama dari segi makanan, harta dan kendaraan... Bayangkan orang2 yang ada di luar sana, yg makan saja sulit, harta saja tidak punya, bahkan harus berjalan kaki... Maka jangan pernah kita lalai dengan Apa yg telah Allah beri kepada kita, harus tetap bersyukur dan jangan pernah kufur. Semoga nikmat Allah akan terus tercurah kepada kita. Aamiin

 

Selanjutnya simak materi berikut ini:

 

Perilaku mencintai Al-Qur’an melalui kebiasaan membaca, memahami, dan menghargai perbedaan

 

Perilaku mencintai Al-Qur'an diwujudkan melalui kebiasaan membaca dengan baik, memahami maknanya, serta menghargai perbedaan dalam penafsiran dan kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah penjelasan mengenai perilaku mencintai Al-Qur'an tersebut:

1. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

  • Membaca secara rutin: Meluangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an, meskipun hanya beberapa ayat.
  • Mempelajari ilmu tajwid: Membaca dengan tartil, memperhatikan hukum bacaan, dan makharijul huruf (tempat keluar huruf) yang benar.
  • Menghafal (Tahfizh): Berusaha menghafal surat-surat pendek atau ayat-ayat pilihan sebagai bentuk ikhtiar menjaga keaslian Al-Qur'an di dalam hati.

 

2. Memahami Al-Qur’an (Tadabur dan Tafsir)

  • Mengkaji arti dan terjemahan: Tidak hanya membaca lafalnya, tetapi juga mencari tahu terjemahan dan makna ayat yang dibaca.
  • Mentadaburi kandungan ayat: Merenungkan pesan, perintah, larangan, serta kisah-kisah di dalam Al-Qur'an agar bisa diterapkan dalam kehidupan nyata.
  • Belajar kepada guru atau ahli tafsir: Memahami Al-Qur'an melalui bimbingan guru yang kompeten agar tidak salah dalam menangkap makna yang dimaksud.

 

3. Menghargai Perbedaan

  • Menghormati keragaman pemahaman: Menyadari bahwa ulama dan sesama Muslim bisa memiliki corak pemahaman atau penafsiran yang beragam terhadap ayat-ayat tertentu.
  • Menjaga persatuan (Ukhuwah): Tidak menjadikan perbedaan pandangan dalam memahami hukum atau cabang agama (furu') sebagai alasan untuk saling bermusuhan atau merendahkan.
  • Bersikap toleran: Menerima perbedaan pendapat dengan bijak dan tetap berpegang pada nilai-nilai kasih sayang serta kedamaian yang diajarkan oleh Al-Qur'an.

 

MEDIA PEMBELAJARAN/ALAT PERAGA:
1. Leptop
2. LCD

3. BLOGGER

 

ASSESMEN

KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI DENGAN BENAR DAN DIKERJAKAN DI KOLOM KOMENTAR

NAMA : .........

KELAS :......

JAWABAN : .......


1. Sikap yang paling tepat saat memulai membaca Al-Qur'an adalah...

    A. Membaca dengan terburu-buru agar cepat selesai.

    B. Membaca dengan tartil, pelan, dan sesuai ilmu tajwid.

    C. Membacanya sambil bergurau dengan teman.

    D. Membacanya hanya ketika disuruh oleh guru.

2. Mencintai Al-Qur'an tidak hanya cukup dengan membacanya, tetapi juga harus...

    A. Menyimpan mushaf di tempat yang tinggi dan terkunci.

    B. Memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

    C. Menghafal seluruh surat tanpa tahu artinya.

    D. Membeli Al-Qur'an dengan harga yang paling mahal.

3. Dalam memahami ayat Al-Qur'an, seringkali ada perbedaan pendapat atau  

    penafsiran di antara para ulama. Sikap kita yang benar adalah...

    A. Memarahi orang yang berbeda pendapat dengan kita.

    B. Menghargai perbedaan tersebut dan tetap rukun.

    C. Menganggap pendapat orang lain pasti sesat.

    D. Menolak semua penafsiran ulama.

4. Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar kita...

    A. Saling bermusuhan dan bersaing.

    B. Saling mengenal (ta'aruf) dan menghargai.

    C. Saling menyombongkan diri.

    D. Menjauhi orang yang berbeda.

 

5. Contoh pengamalan nilai Al-Qur'an dalam menjaga kerukunan antarteman di

     sekolah adalah...

     A. Berteman hanya dengan yang memiliki pemahaman yang sama persis.

     B. Mengejek teman yang berbeda pendapat saat berdiskusi.

     C. Menghormati teman yang sedang menyampaikan pendapat berbeda.

     D. Memaksakan kehendak kepada orang lain.

 

KESIMPULAN MATERI

 

”. اللّهُمَّ ارْزُقْنِيْ حُبَّ القُرْآن وَالشَّوْقِ إِلَى قِرَاءَتِهِ

 

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah aku mencintai Al-Qur’an, dan rindu membacanya”.

 

Seorang yang Allah anugerahkan cinta terhadap Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan anugerah iman. Jika imam sudah dalam dada, maka mudah baginya masuk surga.

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN 

 

 

KOMENTAR  PESERTA  DIDIK

Meneladan Nama Dan Sifat Allah Untuk Kebaikan Hidup

 

Idendtitas

 

Nama Guru

:

WAGINO, S.Ag

Mata Pelajaran

:

PAI

Hari/Tanggal

:

Selasa, 8 September 2026

Fase/Kelas

:

D / 7B

Judul Materi

:

Meneladan Nama Dan Sifat Allah Untuk Kebaikan Hidup

Pertemuan ke -

:

2

 

Capaian Pembelajaran

:

ElemenAkidah: Murid mampu menganalisis dan menginternalisasi prinsip-prinsip rukun iman kedalam diri secara filosofis dan aplikatif.

Murid mampu mengidentifikasi dan menerapkan hal-hal yang dapat meneguhkan iman serta menghindari secara sadar berbagai bentuk perilaku atau pemikiran yang dapat merusak keimanan.

Tujuan Pembelajaran

:

Peserta didik dapat menampilkan perilaku semangat dalam mengamalkan nilai-nilai al-Asma’ al-Husna ( al-‘Alīm, al- Khabir, al-Sami’), dan al-Baṣir.dalam kehidupan sehari-hari.

Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru terhadap hasil kerja

Peserta didik mengisi jurnal refleksi individu terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik mendapatkan umpan balik dari guru terhadap hasil kerja

Peserta didik mengisi jurnal refleksi individu terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.

ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Ø Peserta didik dapat Mengamati tayangan video tentang nama-nama indah bagi Allah Swt.

Ø Video dapat dilihat https://youtu.be/Xa2DUhJswbs?si=yFhtFzhKsMkHC6m6

AlurnTujuan Pembelajaran 

SumberDaya Pendidikan

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Peserta didik dapat memahami sifat dan makna nama Allah Swt. yang berkaitan dengan al-Asmā’ al-Husnā al-‘Alīm, al-Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr.

Eksplorasi Hubungan dan Peran Nyata (Fase Inti)

:

Peserta didik dapat menemukan cara menampilkan perilaku percaya diri, tekun, teliti, menjadi pendengar yang baik, dan visioner.

Tahap 3: Kreasi

:

Peserta didik dapat membuat poster mengenai sikap beriman kepada Allah Swt. melalui al-Asmā’ al-Husnā.

 

 MATERI

 

Perilaku semangat dalam mengamalkan nilai-nilai al-Asma’ al-Husna (al-‘Alīm, al-Khabir, al-Sami’, dan al-Baṣir) dapat diterapkan melalui kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi, mengetahui, dan mendengar segala sesuatu.

 

Berikut adalah contoh perilaku semangat dalam mengamalkannya sehari-hari:

 

1. Meneladani al-‘Alīm (Maha Mengetahui)

  • Semangat Menuntut Ilmu: Rajin belajar ilmu agama maupun pengetahuan umum karena Allah Maha Mengetahui, dan Dia memuliakan orang berilmu.
  • Merenungkan Ciptaan Allah: Mengamati alam sekitar untuk menambah keyakinan bahwa ilmu manusia sangat kecil dibandingkan ilmu Allah.
  • Jujur dalam Segala Hal: Menyadari bahwa Allah tahu apa yang kita ketahui maupun yang kita sembunyikan.

 

2. Meneladani al-Khabir (Maha Teliti / Maha Waspada)

  • Teliti dalam Bertindak: Selalu berhati-hati dalam berucap dan berbuat, serta memeriksa kebenaran informasi (tabayyun) sebelum menyebarkannya.
  • Mawas Diri: Teliti mengevaluasi diri (akuntabilitas pribadi) setiap malam tentang amal kebaikan dan kesalahan yang telah diperbuat.
  • Profesional dalam Bekerja: Melakukan tugas sekolah atau pekerjaan dengan cermat, teliti, dan tidak asal-asalan.

 

3. Meneladani al-Sami’ (Maha Mendengar)

  • Menjaga Ucapan: Bersemangat mengatakan perkataan yang baik, jujur, dan bermanfaat, serta menghindari ghibah (menggunjing) atau perkataan kotor karena Allah selalu mendengar.
  • Menjadi Pendengar yang Baik: Menyimak nasihat orang tua, guru, atau kawan saat berbicara dengan penuh perhatian.
  • Khusyuk Berdoa: Bersemangat memohon kepada Allah dalam doa, yakin bahwa suara lirih sekalipun didengar oleh-Nya.

 

4. Meneladani al-Baṣir (Maha Melihat)

  • Berbuat Baik di Mana Saja: Semangat melakukan amal saleh meskipun sedang sendirian, karena yakin Allah senantiasa melihat gerak-gerik kita.
  • Menjauhkan Diri dari Maksiat: Menahan diri dari perbuatan tercela di tempat sepi atau tersembunyi dari manusia, karena pandangan Allah tidak pernah luput.
  • Mengawasi Diri Sendiri: Menggunakan penglihatan mata untuk melihat hal-hal yang diridhai Allah dan menjaga pandangan dari hal haram.

 

ASSESMEN

KERJAKAN SOAL DIBAWAH INI DENGAN BENAR DAN DIKERJAKAN DI KOLOM KOMENTAR

NAMA : .........

KELAS :......

JAWABAN : .......


1. Arti dari Al-Asma’ Al-Husna Al-‘Alim adalah Allah Swt. Maha...
A. Mendengar
B. Mengetahui
C. Melihat
D. Teliti
E. Waspada

 

2. Seorang anak tetap rajin belajar meskipun orang tuanya tidak melihatnya, karena ia yakin Allah Swt. Maha Melihat. Perilaku ini mencerminkan pengamalan Asmaul Husna...
A. Al-‘Alīm
B. Al-Khabir
C. As-Sami’
D. Al-Basir
E. Al-Karim

 

3. Perhatikan pernyataan berikut!

1.     Selalu menyaring ucapan sebelum berbicara kepada orang lain.

2.     Gemar mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

3.     Teliti dan hati-hati dalam merencanakan suatu pekerjaan.

4.     Menjauhi perbuatan buruk di tempat sepi.

Perilaku yang merupakan wujud pengamalan dari sifat Al-Khabir (Maha Teliti/Maha Mengetahui secara mendalam) ditunjukkan oleh nomor...
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 3 dan 4
E. 2 dan 3

 

4. Ketika seseorang mendengar berita atau gosip yang belum tentu kebenarannya, ia memilih untuk diam dan tidak ikut menyebarkannya. Sikap ini meneladani sifat Allah Swt...
A. As-Sami’
B. Al-‘Alīm
C. Al-Khabir
D. Al-Basir
E. Al-Aziz

 

5. Mengapa seorang Muslim yang mengimani sifat Al-‘Alim akan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu?
A. Karena ia ingin dipuji oleh guru dan orang tua.
B. Karena ia tahu bahwa ilmu manusia sangat luas dan tidak terbatas.
C. Karena Allah Swt. menyuruh manusia untuk terus belajar dan mengetahui segala hal.
D. Karena ilmu dapat menjamin kekayaan duniawi.
E. Karena menuntut ilmu adalah syarat mutlak menjadi penguasa.

 

 

KESIMPULAN MATERI

 

Perilaku yang mencerminkan sifat Al-'Alim, Al-Khabir, As-Sami', dan Al-Bashir adalah wujud keteladanan terhadap nama-nama Allah yang Maha Mengetahui, Maha Teliti, Maha Mendengar, dan Maha Melihat

 

KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN 

 

 

KOMENTAR  PESERTA  DIDI