|
Identitas |
:
Nama Guru :
Mata Pelajaran :
Hari/Tanggal :
Kelas :
Materi |
:
WAGINO :
PAI :
Kamis/16 Juli 2026 : 7A,
7D :
Pengenalan Tata Tertib Sekolah dan Budaya Positif 6 S |
|
Tujuan
Pembelajaran |
Membentuk Karakter Melatih Tanggung Jawab Menciptakan Lingkungan Kondusif |
|
|
Materi |
Tata
tertib sekolah adalah seperangkat aturan yang disepakati dan
ditetapkan oleh lembaga pendidikan untuk mengatur perilaku seluruh warga
sekolah (siswa, guru, dan karyawan). Aturan ini sifatnya mengikat dan wajib
dipatuhi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan kondusif Tujuan Tata Tertib Sekolah Tata
tertib tidak sekadar dibuat untuk membatasi ruang gerak, melainkan memiliki
fungsi yang krusial, antara lain: ·
Membentuk Karakter:
Menanamkan nilai kedisiplinan, etika, dan moral yang kuat pada diri siswa. ·
Menciptakan Lingkungan Kondusif:
Memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan tenang tanpa gangguan. ·
Melatih Tanggung Jawab: Membantu
siswa memahami hak, kewajiban, serta konsekuensi dari setiap tindakan yang
mereka lakukan ·
Jenis dan Contoh Aturan Dalam
praktiknya, tata tertib biasanya mencakup beberapa aspek utama di lingkungan
sekolah: Aturan Waktu: Kewajiban
hadir tepat waktu dan mematuhi batas jam istirahat. 1. Aturan
Pakaian: Ketentuan mengenai seragam yang rapi, bersih, dan
penggunaan atribut lengkap sesuai jadwal. 2. 3. Aturan
Perilaku: Menjaga sopan santun kepada guru dan staf, serta
menghormati sesama teman. 4. 5. Aturan
Akademik: Kewajiban mengikuti pembelajaran dan mengerjakan
tugas dengan jujur. Untuk
mengetahui detail kebijakan spesifik yang berlaku di wilayah Anda, Anda dapat
merujuk langsung pada pedoman resmi seperti yang dicantumkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung. Sedangkan budaya yang ditanamkan di SMP Al
Azhar 3 Bandar Lampung adalah 6 S ( SEYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN, SABAR
) Sanksi Pelanggaran Untuk
memastikan tata tertib berjalan efektif, sekolah umumnya menetapkan sanksi
bertahap bagi yang melanggar, seperti: Teguran lisan secara langsung. ·
Penugasan atau sanksi mendidik. ·
Pemanggilan orang tua atau wali murid. ·
Pengurangan poin pelanggaran. Untuk
membaca panduan selengkapnya mengenai pedoman dan implementasi aturan
pendidikan di Indonesia, Anda dapat mengunjungi laman Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. |
|
|
Asesmen |
1.
Sebutkan tata tertib yang pernah kalian lakukan di
sekolah 2.
Apakah di rumah kalian juga ada tata tertib ? |
|
IDENTITAS
Nama Guru :
WAGINO, S.Ag
Mata Pelajaran :
PAI
Hari/Tanggal :
Kamis/16 Juli 2026
Kelas :
8B
Materi :
Inspirasi
Al-Qur’an: Melestarikan Alam, Menjaga Kehidupan
CP :
|
Pada
akhir Fase D, peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan mukjizat
Al-Qur’an, serta memahami ayat Al-Qur’an dan hadis tentang pelestarian alam
dan menjaga lingkungan hidup. Peserta didik mampu menerapkan serangkaian
kemampuan kognitif dalam menganalisis hukum bacaan tajwid secara presisi,
rasm Usmani, dan menerjemahkan teks suci secara akurat, serta
mendemonstrasikan keterampilan praktis berupa hafalan lancar tanpa melihat
mushaf dan menyajikan minimal 3 nilai Islam tentang lingkungan dan rasa
syukur terhadap fasilitas alam secara rinci pada forum diskusi kelas dengan
standar ketepatan minimal sesuai kriteria ketuntasan. |
TP :
|
Melalui
kegiatan membaca berulang ayat-ayat Al-Qur'an tentang pelestarian alam dan
nikmat lingkungan, peserta didik dapat membaca Al-Qur'an dengan menerapkan
kaidah tajwid yang benar sehingga bacaannya fasih dan lancar |
MATERI
Fokus
utamanya adalah memahami tanggung jawab manusia sebagai khalifah dalam menjaga
kelestarian bumi, yang didukung oleh kajian ayat, hukum tajwid, serta penerapan
akhlak yang peduli terhadap lingkungan.
Materi ini
mengkaji tiga ayat Al-Qur'an utama yang menjelaskan nikmat Allah SWT serta
tanggung jawab manusia dalam mengelola alam.
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ
وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي
عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٤١
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan
karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
Q.S. Ar-Rum Ayat 41: Menjelaskan bahwa kerusakan di darat
dan di laut terjadi akibat perbuatan tangan manusia. Manusia sering berbuat
semena-mena, sehingga perlu merenungi dampak kerusakan tersebut (al-fasad) baik secara ekologis maupun sosial.
ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ
وَٱلۡأَرۡضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ
رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡفُلۡكَ لِتَجۡرِيَ فِي ٱلۡبَحۡرِ بِأَمۡرِهِۦۖ
وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلۡأَنۡهَٰرَ ٣٢
32. Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan
menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan
itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan
bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan
Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai
Q.S. Ibrahim Ayat 32: Menjelaskan berbagai karunia Allah
SWT yang diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Mulai dari langit dan bumi,
diturunkannya hujan untuk menumbuhkan buah-buahan, hingga sarana prasarana
seperti sungai dan kapal yang dapat digunakan untuk mencari rezeki.
لِتَسۡتَوُۥاْ عَلَىٰ
ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ رَبِّكُمۡ إِذَا ٱسۡتَوَيۡتُمۡ عَلَيۡهِ
وَتَقُولُواْ سُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ
مُقۡرِنِينَ ١٣
13. Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat
nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu
mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami
padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya
Q.S. Az-Zukhruf Ayat 13: Menjelaskan bahwa Allah SWT
menundukkan berbagai fasilitas alam dan hewan agar dapat dimanfaatkan oleh
manusia untuk kelangsungan hidup, seperti sebagai sumber makanan dan alat
transportasi.
Tajwid: Hukum Bacaan Lam Jalalah
dan Ra'
Pada bagian ilmu tajwid, siswa mempelajari dua hukum
bacaan penting agar dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil:
Lam Jalalah (Lafal Allah): Dibaca Tafkhim (tebal) jika
didahului harakat fathah atau dammah. Dibaca Tarqiq (tipis) jika
didahului harakat kasrah.
Hukum Bacaan Ra': Dibaca Tafkhim (tebal) apabila huruf ra'
berharakat fathah, dammah, atau sukun yang didahului huruf berharakat
fathah/dammah. Dibaca Tarqiq (tipis) jika berharakat kasrah atau sukun
yang didahului harakat kasrah.
ASESMEN
Bacalah salah satu dari ketiga surat tersebut diatas
sesuai dengan tajwid Lam Jalalah dan hukum Ra’
!