Selasa, 31 Maret 2026

Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia


 

A.   IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun                   :    Wagino, S. Ag            

Satuan Pendidikan               :    SMP Al Azhar 3

Kelas / Fase                         :    VII (Tujuh) - D

Mata Pelajaran                    :    PAI dan Budi Pekerti

Elemen/Topik                       :    Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia

Prediksi Alokasi Waktu       :    1 Pekan/ 3 JamPelajaran

Pertemuan ke                          : 1

 

B.   KOMPETENSI AWAL

Guru dapat menghubungkan materi sejarah Islam Bani Umayyah di Andalusia dengan materi akhlak misalnya menumbuhkan semangat dalam mencari ilmu dan mengembangkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat pula menghubungkan keunggulan peradaban suatu bangsa dengan sistem keyakinan, bahwa semuanya merupakan perwujudan keberpihakan rahmat dan karunia Allah Swt.

 

C.   PROFIL PELAJAR PANCASILA

       Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, inovatif,  

       mandiri, berkebhinekaan global

 

D.TUJUAN PEMBELAJARAN

·       peserta didik dapat menceritakan sejarah Bani Umayyah di Andalusia.

·       peserta didik dapat menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia.

·       peserta didik dapat membuatbagan, infografis, atau timeline perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia

 

Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Dan semoga kalian semua sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murojaah.

Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang Rukhsoh, yaitu suatu kemudahan atau keringanan dalam beribadah kepada Allah SWT ( rukhsoh dalam sholat, puasa, zakat dan haji )

Nah pada pertemuan kali ini kita akan balajar tentang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia

 

MATERI

 

Kedatangan Islam di Andalusia, Spanyol, dimulai pada abad ke-8, ketika Daulah Umayyah masih memerintah dari Damaskus, Suriah.

Setelah pemerintahan di Damaskus runtuh, salah seorang keturunan Bani Umayyah bernama Abdurrahman ad-Dakhil berhasil melarikan diri ke Andalusia. Abdurrahman ad-Dakhil berusaha membangkitkan kekuasaan Dinasti Umayyah dengan mendirikan menjadi Emir di Kordoba, Andalusia, pada tahun 756.

Pada tahun 929, Keamiran Kordoba diubah menjadi Kekhalifahan Kordoba oleh Abdurrahman III. Satu abad kemudian, tepatnya pada 1031, Kekhalifahan Kordoba yang dipimpin oleh Dinasti Umayyah runtuh setelah terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil.

Kekhalifahan Kordoba menandai berakhirnya sejarah Bani Umayyah di Andalusia.

 

Kemajuan yang dicapai pada masa Bani Umayyah di Andalusia :

Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan

Kekuasaan Islam pada masa Bani Umayyah di Andalusia membawa perubahan yang besar, terutama di bidang pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa pemerintahan Muhammad I (852-886), minat terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat mulai berkembang di Andalusia. Dinasti Umayyah di Andalusia juga mengembangkan pendidikan Islam melalui kurikulum dan lembaga pendidikan Islam. Lembaga-lembaga pendidikan Islam tersebut diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. Pendidikan dasar yang berkembang di Andalusia banyak mempelajari tentang fikih, bahasa dan sastra, seni dan musik. Sedangkan pendidikan tinggi berfokus pada filsafat dan sains, yang dapat dipelajari di universitas-universitas yang tersebar di Cordoba, Granada, Seville, dan Malaga. Universitas Cordoba dan Granada menjadi universitas terkenal di Spanyol yang mengajarkan kurikulum teologi, ilmu hukum, kedokteran, filsafat, serta astronomi.

Bidang Seni dan Arsitektur

 

 Selain ilmu pengetahuan dan pendidikan, kemajuan Islam masa Daulah Umayyah di Andalusia juga meliputi bidang budaya, seni, dan arsitektur. Bukti kemajuan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah di Andalusia dapat dilihat pada bangunan-bangunan megah peninggalannya di Cordoba, Granada, Sevilla, dan Toledo. Bangunan-bangunan tersebut berupa istana, masjid, tata kota, hingga permukiman.

Di setiap sudut Andalusia dibangun fasilitas publik seperti jalan, pasar, jembatan, saluran irigasi, pemandian, hingga pabrik. Beberapa bangunan di Andalusia dari masa Dinasti Umayyah yang terkenal karena kemegahannya antara lain Masjid-Katedral Cordoba dan Madina Zahra. Arsitektur-arsitektur Islam di Andalusia mempunyai tiga ciri khas yang selalu ada pada setiap bangunan, yaitu ornamen kaligrafi, bunga, dan geometri. Baca juga: Cara Melatih Anak Kucing agar Buang Air di Kotak Pasir Perkembangan seni di Andalusia juga dipengaruhi oleh corak Yunani dan Romawi, yang dapat dilihat pada bangunan-bangunan bersejarah di Granada. Peninggalan-peninggalan arsitektur Bani Umayyah merupakan hasil dari inovasi dan akulturasi kebudayaan Islam yang baru. Andalusia melahirkan para arsitek dan ilmuwan muslim yang dikagumi karena meninggalkan pangaruh seni yang indah.


Kemajuan dalam sistem pemerintahan

1. Pendirian departemen pencatatan (diwanul khatam)
2. Pendirian pelayanan pos (Diwanul Barid)
3. Pemisahan urusan keuangan dari urusan pemerintahan dengan mengangkat pejabat bergelar sahibul    

    kharaj
4. Penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi resmi dalam pemerintahan
5. Pencetakan mata uang
6. Pembangunan fasilitas umum misal gedung, masjid, sumur, jalan raya
7. Pengurangan pajak dan menghentikan pembayaran upeti (jizyah) bagi orang yang baru masuk Islam.

Kemajuan dalam agama dan ilmu pengetahuan

1. Penyempurnaan tulisan mushaf al-Quran dengan titik pada huruf-huruf tertentu
2. Pembangunan masjid Al Amawi di Damaskus dan al Aqsha di Yerussalem
3. Perluasan masjid Nabawi di Madinah
4. Pembangunan rumah sakit bagi penderita kusta
5. Pengumpulan hadits
6. Menyamakan kedudukan orang Arab dan non Arab sehingga kembali bersatu.

Keruntuhan Bani Umayyah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan dinasti berusia 365 tahun tersebut. Faktor ini adalah:

1. Munculnya kelompok yang tidak puas terhadap Bani Umayyah misal Khawarij, Syiah, dan non-Arab

    (mawali)
2. Tidak adanya ketentuan jelas tentang sistem pergantian khalifah
3. Perpecahan antara etnis suku Arabiah Utara (Bani Qais) dengan suku Arabiyah Selatan (Bani Kalb)
4. Senang hidup mewah
5. Terbunuhnya Khalifah Marwan bin Muhammad yang dilakukan tentara Dinasti Abbasiyah sebagai

    akhir Dinasti Bani Umayyah di Damaskus
6. Munculnya kekuatan baru yang dipimpin keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthalib sebagai saingan

    Bani Umayyah.

Khalifah Daulah Umayyah di Andalusia

Berikut ini amir-amir yang pernah memimpin Daulah Umayyah di Andalusia:

1.      Abdurrahman Ad-Dakhil (756-788 M)

2.      Hisyam bin Abdurrahman (788-796 M)

3.      Al-Hakim bin Hisyam (796-822 M)

4.      Abdurrahman al-Ausath (822-852 M)

5.      Muhammad bin Abdurrahman (852-886 M)

6.      Munzir bin Abdurrahman (886-912 M)

7.      Abdurrahman an-Nasir (912-961 M)

8.      Hakam al-Muntasir (961-976 M)

9.      Hisyam II (976-1009 M)

10.  Muhammad II (1009-1010 M)

11.  Sulaiman (1013-1016 M)

12.  Abdurrahman IV (1016-1018 M)

13.  Abdurrahman V (1018-1023 M)

14.  Muhammad III (1023-1025M)

15.  Hisyam III (1027-1031 M)

 

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Bani Umayyah adalah dinasti lain yang menandai besarnya peradaban Islam.
Sejak saat itu dimulailah sejarah salah satu bukti kejayaan sejarah peradaban Islam di dunia
.

masa keemasan kekhalifahan Bani Umayyah ditandai dengan berhasil menaklukkan berbagai wilayah, sehingga wilayah Bani Umayyah sangat luas.

Wilayah-wilayah yang termasuk ke dalam bagian Bani Umayyah, yakni Spanyol, Afrika Utara, Suriah, Palestina, Semenanjung Arabia, Irak, sebagian wilayah Asia, Persia, Afganistan, Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Kirgistan.

 

REFERENSI

Nasikin dkk. 2022. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT Penerbit Erlangga

DENGAN SENI ISLAMI, KEHIDUPAN SEMAKIN HARMONI

 Nama Guru                            : Wagino, S.Ag

Mapel Yang Diampuh : PAI

Hari / Tanggal              : Rabu, 1 April 2026

Kelas                             : 9C

Materi                           : Dengan Seni Islami, Kehidupan Semakin          

                                            Harmoni

Tujuan Pembelajaran

 

·        peserta didik mampu menjelaskan pengertian seni dalam Islam dengan tepat.

·        peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai fungsi seni Islami sebagai media dakwah dan ekspresi keindahan dengan benar.

·        peserta didik dapat menghubungkan konsep seni Islami dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

 

MATERI

 

DENGAN SENI ISLAMI, KEHIDUPAN SEMAKIN HARMONI

 

A. Pengertian Seni Islami

Pengertian umum yang dipakai dalam mengartikan seni di antaranya keindahan, ungkapan perasaan, imajinasi, estetis dan lain sebagainya.

Sehingga, seni adalah manifestasi dari kebudayaan sebagai hasil karya cipta manusia yang meliputi seni tari, seni musik, seni drama, seni rupa, dan sebagainya. 

Seni adalah ekspresi perasaan manusia tentang kebaikan dan keindahan.

Hal ini senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh M. Quraish Shihab, yang menyatakan bahwa Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud darisisi pandangan Islam tentang Islam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan.

 

B. Pandangan Islam tentang Seni

Seni merupakan salah satu anugerah dari Allah Swt yang dapat menjadikan hidup manusia lebih indah dan berjiwa luhur.

Ruang lingkup seni sangat luas, mencakup bentuk ekspresi keindahan lahiriah manusia dan ekspresi keindahan batin.

Oleh karena itu, terdapat banyak ragam corak kesenian yang dihasilkan oleh manusia seperti seni rupa, seni suara, seni arsitektur, seni berbusana dan juga seni lainnya.


C. Batasan-Batasan Islam dalam Berseni

M.Quraish Shihab menyebutkan bahwa apa punbentuk dan cara seseorang mengekspresikan keindahan, selama arah yang ditujunya mengantar manusia ke nilai-nilai luhur.

Maka ia adalah seni Islami selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai al-Khair dan al-Ma’ruf.

Berikut ini bentuk ekspresi keindahan dalam bentuk seni menurut ajaran Islam, antara lain:

a. Menjaga norma-norma yang telah digariskan dalam Al-Qur’an dan sunnah rasul.

b. Tidak mengarah kepada sikap takabbur atas hasil karya seni yang diciptakannya.

c. Tetap menjaga aurat dan menghindari erotisme dan keseronokan.

d. Menghindari semua syair, teknik, metode, sarana dan instrumen yang diharamkan syari’at

 

D. Ekspresi Seni Islami

a. Seni Baca Alquran, seperti; Bayyati, Hijaz, Shaba, Rast, Jiharka, Sika, dan Nahawand
b. Seni Kaligrafi, antara lain; Tsulus, naskhi, kufiriq’ah, ijazah, diwani, diwani jali, dan farisi.

c. Seni Arsitektur

d. Seni Musik Islami, di antaranya; nasyid, qasidah, hadroh, marawis, gambus, dan sebagainya. 



E. Perilaku Muslim dalam Mengekspresikan Seni

Perilaku muslim dalam mengekpresikan seni antara lain: 

a. Mengarah pada tujuan nilai-nilai luhur Islam

b. Mengagumi keagungan Allah

c. Mengantar kepada peningkatan keimanan

d. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai al-Khair dan al-Ma’ruf 

e. Tidak membangkitkan selera rendah yang dibenci dan dikutuk Allah Swt.

 

Seni Islami mengajarkan kita tentang keindahan, keselarasan, dan keharmonisan.

Dengan mempelajari seni Islami, kita tidak hanya mengapresiasi keindahannya, tetapi juga dapat lebih memahami nilai-nilai Islam.

 

Assesment

 

1. Unsur utama yang harus ada dalam seni adalah ....

     A. Kemeriahan
     B. Publikasi
     C. Keindahan
     D. Kesenangan

 

2. Perhatikan pernyataan berikut!

    a) Seni yang diciptakan oleh seseorang yang beragama Islam, dan dapat       

        dinikmati oleh orang Islam dalam kehidupan di dunia.
    b) Seni yang mengungkapkan keindahan yang tidak bertentangan dengan  

         norma-norma Islam, dan bertujuan mengantar manusia ke nilai-nilai luhur
    c) Seni yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan sisi kehidupan umat   

         Islam dalam pengabdiannya kepada Allah swt
    d) Seni yang dapat mengungkapkan keberkahan penciptaan alam semesta dan

         kehidupan umat Islam.

Pernyataan yang paling tepat tentang definisi seni Islami, ditunjukkan pada nomor ....

A. 1
B. 2
C. 3
D. 4

 

3. Pernyataan berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam  

     mengekpresikan keindahan seni, kecuali ....

     A. Menjaga norma-norma yang telah digariskan dalam nash
     B. Mendapatkan apresiasi yang hebat dari orang lain
     C. Menjauhi kata-kata, gerakan, hasil karya yang tidak mendidik
     D. Digunakan sebatas keperluan dan menghindari berlebihan

 


4. MTQ merupakan salah satu lomba untuk mencapai kebaikan, sejalan dengan
  

    Q.S. Al-Baqarah: 148 "fastabiqul-khairaÅ¥" yang artinya ....

    A. Maka bersegeralah menunaikan ibadahmu
    B. Maka bersegeralah untuk menunaikan amanah
    C. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan
    D. Maka berlomblah secara jujur dan sportif, agar berhasil



5. Dalam seni, ada istilah tsulus, naskhi, kufiriq'ah, ijazah, diwani.
     Istilah tersebut adalah beberapa jenis dalam seni ....

     A. Kaligrafi
     B. Melukis
     C. Arsitektur
    D. Qasidah



REFERENSI

 

Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas IX, PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Tahun 2022

Jumat, 13 Maret 2026

RAMADHAN WITH SPALGA

 

Nama Guru           : Wagino, S.Ag

Mapel                   : PAI

Hari/Tanggal          : Rabu/11 Maret 2026

Kelas                     : 9

Materi                    : Al Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup

 

Tujuan Pembelajaran :

1.     peserta didik mengetahui pengertian Al Qur’an

2.     peserta didik dapat menyebutkan nama-nama lain dari Al qur’an

3.     peserta didik dapat menyebutkan fungsi Al Qur’an

4.     peserta didik dapat menyebutkan kandungan pokok Al qur’an

5.     peserta didik dapat mengetahui pengertian hadits

6.     peserta didik dapat menyebutkan unsur-unsur hadits

 

Materi

Pengertian al qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat jibril secara berangsu-angsur sebagai pedoman dan petunjuk bagi umat manusia dan yang membacanya bernilai ibadah.

Nama-nama Al qur’an :

1.     Al kitab ( yang ditulis )

2.     Al Furqon ( pembeda antara yang hak dan yang batil

3.     Adz zikr ( pengingat )

4.     An Nur ( cahaya )

5.     Al Huda ( petunjuk )

Fungsi Al qur’an :

1.     Petunjuk hidup

2.     Pembeda antara yang hak dan yang batil

3.     Sebagai rahmatal lil’alamiin

4.     Sebagai penyembuh ( asy syifa )

Isi Kandungan Al qur’an :

1.     Aqidah

2.     Ibadah

3.     Akhlak

4.      Muamalah

5.     Kisah-kisah ummat terdahulu

Pengertan hadits :

Adalah segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW baik perkataan, perbuatan, ketetapan, sifat-sifat beliau yang dijadikan pedoman hidup bagi ummat Islam.

Unsur-unsur hadits :

1.     Sanat : rangkaian perawi dari generasi ke genarasi hingga sampai ke Nabi Muhammad SAW

2.     Matan : isi dari hadits

3.     Rawi : orang yang meriwatkan hadits.

 

Assessment

Jawablah pertanyaan berikut ini :

1.     Apa yang dimaksud dengan Al Qur’an ?

2.     Apa yang dimaksud dengan hadits ?


Refleksi

Al qur’an dan hadits merupakan sumber hukum utama dalan ajaran Islamyang menjadi pedoman hidup manusia. Dengan mempelajari, memahami, dan mengamalkan manusia akan selamat di dunia dan akhirat.