IDENTITAS
NAMA GURU
: WAGINO, S.Ag
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM
HARI/TANGGAL
: SELASA/3 NOVEMBER 2026
FASE/KELAS.
: FASE D/ VII B
JUDUL MATERI
: DAMASKUS: PUSAT PERADABAN TIMUR ISLAM
(661-750 M)
PERTEMUAN KE
: 1
CAPAIAN PEMBELAJARAN :
Pada akhir Fase D, dalam elemen Sejarah
Peradaban Islam, murid memiliki kemampuan: Memahami peradaban Bani Umayyah,
Abbasiyyah, Fatimiyah, Turki Usmani, Syafawi, dan Mughal.
TUJUAN
PEMBELAJARAN:
●
peserta didik dapat menceritakan sejarah
berdirinya Bani Umayyah di Damaskus.
1. Prinsip Mindful
(Kesadaran & Kritis)
- Peserta didik diajak untuk fokus
dan sadar penuh saat mempelajari setiap detail peristiwa sejarah,
merenungkan hikmah di baliknya melalui kegiatan tafakur.
2. Prinsip Meaningful
(Bermakna & Relevan)
Peserta didik menghubungkan
materi sejarah dengan nilai-nilai universal seperti
kepemimpinan, inovasi, dan
cinta tanah air, sehingga pembelajaran menjadi
bermakna.
3. Prinsip Joyful (Menyenangkan &
Estetik)
Pembelajaran dibuat menyenangkan melalui kerja kelompok, pembuatan
produk kreatif, presentasi, dan penggunaan
media visual yang menarik.
ALUR TUJUAN
PEMBELAJARAN :
●
Pertemuan 1: Melalui pembelajaran inquiry,
peserta didik dapat menceritakan sejarah berdirinya Bani Umayyah di Damaskus.
●
Pertemuan 2: Melalui pembelajaran discovery,
peserta didik dapat menjelaskan kemajuan peradaban Islam pada masa Bani Umayyah
di Damaskus dalam berbagai bidang
● Pertemuan 3: Melalui pembelajaran berbasis produk, peserta didik dapat membuat
bagan timeline perkembangan peradaban
Islam pada masa Bani Umayyah sehingga dapat memetik nilai Islami dari kemajuan
peradaban.
MATERI PEMBELAJARAN:
Assalamu'alaikum
Wr.Wb.
Sebelum kita memasuki
materi pembelajaran, kita harus mengingat kebesaran Allah Swt. yang telah
menciptakan kita semua.
- Al-Khaliq
(Maha Pencipta):
"Gunakan suara,
mimik wajah, dan intonasi terbaikmu saat latihan. Ingatlah bahwa Al-Khaliq
telah menciptakan alat ucap dan ekspresi kita dengan sangat sempurna.
Menampilkannya dengan baik adalah cara kita menghormati ciptaan-Nya."
- Al-Malik
(Maha Merajai): "Saat kita
menenangkan hati dengan STOP technique, kita sedang belajar menjadi 'raja'
atas emosi kita sendiri. Kita sadar bahwa ketakutan datangnya dari
pikiran, dan kita memohon kekuatan kepada Al-Malik, Pemilik hati manusia,
agar diberi ketenangan saat maju ke depan kelas."
- Ar-Razzaq
(Maha Pemberi Rezeki): Ketika
kita tampil dengan antusias dan teman-teman bertepuk tangan memberikan
pujian, itulah rezeki kegembiraan dari Al-Razzaq. Jangan pelit memuji
karya orang lain, karena dengan menjadi perantara kebahagiaan bagi orang
lain, kita sedang menjemput keberkahan rezeki."
Damaskus adalah ibu kota Dinasti Umayyah yang berkuasa dari
tahun 661 hingga 750 M (41–132 H), menjadikannya pusat politik, ekonomi, dan
peradaban Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin
Berikut adalah ringkasan utama periode tersebut:
1. Sejarah Berdirinya
Pendiri: Muawiyah bin Abu
Sufyan (Muawiyah I), yang
sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Syam
Awal Mula: Terbentuk setelah
berakhirnya konflik politik internal dan peristiwa Amul Jama'ah (tahun
persatuan umat), ditandai dengan penyerahan kepemimpinan dari Hasan bin Ali
kepada Muawiyah.
Perubahan Sistem: Muawiyah mengubah
sistem pemerintahan dari yang bersifat musyawarah/demokratis menjadi sistem monarki
herediter (kepemimpinan turun-temurun). Pemindahan Ibu Kota: Pusat
pemerintahan dipindahkan dari Madinah ke Damaskus, Suriah.
2. Perkembangan dan
Kemajuan Peradaban
Perluasan Wilayah
(Ekspansi): Wilayah Islam meluas
sangat pesat hingga mencakup tiga benua—membentang dari Spanyol (Andalusia) dan
Afrika Utara di barat, hingga Asia Tengah dan sebagian wilayah India di timur.
Administrasi dan
Pemerintahan: Membentuk berbagai
departemen (diwan), seperti:
Diwan al-Rasail (urusan surat-surat
negara)
Diwan al-Khatam (pencatatan dan
arsip keputusan)
Diwan al-Kharaj (pengelolaan pajak
dan keuangan)
Diwan al-Barid (sistem pelayanan
pos dan kurir cepat)
Diwan al-Jund (organisasi
pertahanan dan militer)
Kebijakan Ekonomi dan
Mata Uang: Mencetak mata uang
emas (dinar) dan perak (dirham) khusus berkarakter Islam sendiri, melepaskan
ketergantungan pada mata uang Bizantium dan Persia.
Arsitektur dan
Pembangunan:
Pembangunan Masjid
Agung Damaskus (Masjid Umayyah) pada masa Khalifah Al-Walid bin
Abdul Malik yang menjadi ikon kemegahan seni bangunan Islam.
Pembangunan
infrastruktur jalan, panti sosial, dan perluasan masjid-masjid bersejarah.
Ilmu Pengetahuan dan
Agama: Berkembangnya
ilmu-ilmu keagamaan seperti tafsir, hadis, qira'at, serta ilmu bahasa dan
sastra Arab (Arabisasi administrasi).
3. Akhir Kekuasaan
Runtuhnya Daulah
Umayyah: Dinasti ini runtuh
pada tahun 750 M akibat konflik internal, fanatisme kesukuan (Arab Utara
dan Selatan), serta pemberontakan yang dipimpin oleh Bani Abbasiyah.
Pertempuran Penentu: Khalifah terakhir
Umayyah di Damaskus, Marwan bin Muhammad, dikalahkan oleh pasukan
Abbasiyah (Abu al-Abbas al-Saffah) dalam pertempuran di Sungai Zab.
Sisa Kekuatan: Sebagian keluarga
Umayyah melarikan diri, dan salah satu keturunannya (Abdurrahman ad-Dakhil)
berhasil mendirikan kembali kekuasaan Bani Umayyah di Spanyol (Andalusia)
ASSESMEN
1. Pendiri Daulah
Umayyah di Damaskus adalah...
a. Ali bin Abi Thalib
b. Hasan bin Ali
c. Muawiyah bin Abi
Sufyan
d. Umar bin Abdul Aziz
2. Salah satu kemajuan
monumental di bidang arsitektur pada masa Bani Umayyah adalah pembangunan...
a. Masjidil Haram di
Mekkah
b. Masjid Nabawi di
Madinah
c. Masjid Al-Aqsa di
Yerusalem
d. Masjid Umayyah di
Damaskus
3. Khalifah dari Bani
Umayyah yang mendapat gelar Khulafaur Rasyidin kelima karena keadilan dan
kesalehannya adalah...
a. Walid bin Abdul
Malik
b. Marwan bin Hakam
c. Umar bin Abdul
Aziz
d. Yazid bin Muawiyah
4. Lembaga yang bertugas
mengelola surat-menyurat dan sistem pos pada masa Bani Umayyah dikenal dengan
nama...
a. Diwanul Jund
b. Diwanul Kharaj
c. Diwanul Barid
d. Baitul Mal
5. Perluasan wilayah
Islam pada masa Bani Umayyah berhasil mencapai wilayah Eropa, yaitu...
a. Italia
b. Prancis
c. Andalusia
(Spanyol)
d. Inggris
KESIMPULAN MATERI :
Sejarah Bani Umayyah
memberikan pelajaran penting bagi umat Islam mengenai pentingnya keseimbangan
antara kekuasaan duniawi (politik) dan prinsip-prinsip syariat.
A. Pentingnya
Semangat Perjuangan dan Inovasi
1.
Semangat Futuhat sebagai
Motivasi Dakwah: Penaklukan
wilayah yang dilakukan Bani Umayyah pada dasarnya adalah upaya untuk memperluas
jangkauan dakwah Islam. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya kerja keras, keberanian, dan perencanaan strategis (seperti
yang ditunjukkan oleh Muawiyah dalam membangun angkatan laut) dalam mencapai
tujuan besar.
2.
Inovasi Administrasi: Tindakan
seperti Arabisasi administrasi, pencetakan mata uang, dan sistem pos yang
efisien menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berinovasi dan membangun sistem yang terorganisir
demi kemaslahatan umat.
B. Nilai Keadilan dan
Kepemimpinan Teladan
1.
Pelanggaran vs.
Koreksi: Sejarah Bani
Umayyah menunjukkan bahaya ketika prinsip Islam dikorbankan demi kekuasaan
(transisi ke monarki). Namun, kemunculan sosok seperti Umar bin Abdul Aziz mengajarkan bahwa setiap
penyimpangan dapat dikoreksi oleh pemimpin yang berpegang teguh pada
nilai-nilai keadilan dan kesederhanaan, menjadikannya model role model kepemimpinan Islami.
2.
Toleransi Beragama: Meskipun Bani
Umayyah adalah dinasti Arab, mereka menerapkan toleransi yang relatif tinggi
terhadap komunitas non-Muslim (Dzimmis). Mereka
diizinkan memegang jabatan tertentu dan mempertahankan tempat ibadah mereka.
Hal ini mencerminkan ajaran Islam tentang perlindungan terhadap minoritas
KESIMPULAN HASIL PEMBELAJARAN