|
Materi Pelajaran |
: |
PAI |
|
Kelas |
: |
7C |
|
Fase |
: |
D |
|
Elemen |
: |
Akidah |
|
Pertemuan |
: |
1 |
|
Materi |
: |
Asmaul husna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr,
As-Samῖ’, dan Al-Basῖr |
|
Guru Pengampu |
: |
Wagino |
|
Waktu Pembelajaran |
: |
3 JP ( 1 Pertemuan ) |
|
CP |
: |
Peserta didik mendalami enam
rukun Iman |
|
Tujuan Pembelajaran |
: |
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian asmaulhusna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’,
dan Al-Basῖr. 2. Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-‘Alῖm dan contohnya
3. Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Khabῖr dan contohnya
4. Peserta didik dapat menjelaskan makna As-Samῖ’ dan contohnya
5. Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Basῖr dan contohnya |
1. Nama-Nama Indah bagi Allah Swt.
Allah Swt. memiliki
nama-nama yang indah. Hal ini dapat diperhatikan pada salah
satu ayat-Nya.
Dan Allah memiliki
Al-Asmā’ al-Husnā (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah
kepada-Nya dengan menyebutnya al-Asmā’ al-Husnā itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak
akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S.al-A’rāf/7:
180)
Al-Asmā’ al-Husnā dibentuk
dari kata al-Asma’ (bentuk jamak) dari kata al-ism, memiliki arti
“nama” dan al-Husna’ berarti “yang terbaik atau indah”.
Dalam hal ini, al-Asmā’
al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama-Nya yang baik dan indah.
Nama-nama tersebut menjadi
salah satu bukti keagungan Allah Swt.
Pengetahuan tentang
sifat-Nya dan Al-Asmā’ al-Husnā terdapat pada al-Qur’an dan sunah. Dua hal ini
merupakan kesempurnaan mutlak sifatsifat Allah Swt. dari
segala kekurangan. Dengan memahaminya, keimanan seseorang dapat
meningkat. Derajat keimanan seseorang dapat ditentukan
oleh pengetahuan tentang tuhannya
2. Mengenal Allah Swt melalui beberapa lafal al-Asmā’ al-Husnā
Pada bab ini akan
dipelajari beberapa al-Asmā’ al-Husnā , yaitu al-’Alīm,al-Khabīr, al-Samī’, dan
al-Baṣīr. Setelah mempelajari keempat al-Asmā’ al-Husnā ini, kalian
diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
a. Al-’Alīm
Kata al-’Alīm terambil
dari kata al-‘ilm, memiliki makna sesuatu yang terjangkau sesuai
dengan keadaan sebenarnya. Pengertian ini mengarah pada
sesuatu yang jelas dan tidak menimbulkan keraguan. Al-’Alīm dalam hal ini
dapat diartikan pengetahuan Allah Swt sangat jelas juga mengungkap hal-hal
yang kecil.
Allah Swt. mengetahui
segala sesuatu yang telah dan akan terjadi. Semuanya tidak luput
dari pengetahuan-Nya. Semua kejadian dalam setiap jalinan waktu berada
dalam pengetahuan-Nya.Tak seorangpun yang dapat bersembunyi.
Pengetahuan-Nya tiada
batas. Pengetahuan-Nya terhadap seluruh alam semesta melampaui
kemampuan otak manusia. Dengan pengetahuan seperti ini,
Allah Swt dapat memberikan ilmu kepada hamba yang dicintai oleh-Nya.
Mereka adalah orang yang
taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kita
memohon kepada-Nya agar diberikan pengetahuan melalui kemurahan-Nya
Sifat al-‘Alīm pada Allah
Swt mendorong manusia untuk memiliki pengetahuan. Manusia
diharapkan dapat memiliki ilmu untuk kemudahan dalam mengarungi
kehidupan di dunia. Dengan ilmu, kehidupan dapat dilaksanakan dengan
mudah.
b. Al-Khabīr
Al-Khabīr artinya Maha
Memberitahu. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Swt memberikan informasi
kisah dan perisiwa orang-orang terdahulu. Melalui Al-Qur’an pula, dapat
diketahui bahwa peristiwa kiamat dan kehidupan akhirat diberikan
gambaran informasi oleh-Nya.
Perolehan informasi
memerlukan ketelitian. Setiap informasi mengandung benar atau
salah. Untuk informasi yang benar, kita bisa meneliti baik isi
maupun sumbernya. Begitu pula, pada informasi yang diragukan kebenarannya,
kehati-hatian dalam menyebarkannya menjadi keniscayaan.
c. Al-Samī’
Al-Samī’ memiliki arti
bahwa Allah Swt. Maha Mendengar. Suara apapun di alam semesta ini
dapat terdengar oleh-Nya. Tidak ada satu suarapun yang tidak
luput dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu pelan.
Perilaku yang mencerminkan
bahwa Allah Swt. Maha Mendengar antara lain mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Apalagi,
orang yang berbicara adalah orang tua atau guru. Terkadang kita tidak
senang terhadap yang disampaikan orang lain. Meskipun demikian, kita dapat
menyampaikan
dengan bahasa dan sikap
santun kepadanya.
d. Al-Baṣīr
Al-Baṣīr memiliki makna
bahwa Allah Swt. Maha Melihat segala sesuatu. Penglihatan-Nya
menjangkau segala sesuatu, bahkan yang lembut dan kecil sekalipun.
Langit dan bumi dan seluruh alam semesta tidak luput dari penglihatan-Nya
Allah Swt.
Cerminan perilaku dengan
keyakinan bahwa Allah Swt. Maha Melihat dapat diwujudkan
dengan ketelitian dan mawas diri dalam setiap pekerjaan.
Kita didorong untuk cermat
dan cerdas dalam menghadapi persoalan.
Namun, hal ini harus pula
dilandasi oleh instrospeksi memperhatikan kekurangan atau
kelebihan agar hidup menjadi terarah.
KESIMPULAN
EVALUASI :
Agar kalian
lebih memahami materi asmaul husna AL ‘ALIM, AL KHABIR, AS SAMI’ dan AL BASIR,
silahkan kalian jawablah pertanyaan
dibawah ini !
1.
Tuliskan
3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!
2.
Tuliskan
3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!
3.
Tuliskan
3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!
4.
Tuliskan
3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan sehari-hari!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar