Rabu, 03 April 2024

QURBAN dan AQIQAH

Rabu, 3 April 2024, Kelas 9B, 9D

Nama Sekolah         : SMP AL AZHAR 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran       : PAI

Kelas                          : 9

Pertemuan               : 3

Materi                       : QURBAN DAN AQIQAH

KD                              : Memahami tentang Qurban dan Aqiqah

 TUJUAN :

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan :

1. Memahami tentang qurban dan Aqiqah sesuai dengan syariat Islam

APERSEPSI

 

Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, sehingga kita dapat melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murajaah.

Pada hari ini kita akan belajar tentang QURBAN DAN  AQIQAH

 

MATERI

QURBAN DAN AQIQAH

 

A.    QURBAN

Qurban dalam bahasa Arab disebut ”udhiyah”, yang berarti menyembelih hewan pada pagi hari. Sedangkan menurut istilah, Qurban adalah beribadah kepada Allah dengan cara menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah)

.      Hewan Qurban

a.       Syarat Wajib

·         Binatang Ternak

·         Usia sesuai syari’at

·         Tidak cacat

 

     Pembagian Hewan Qurban

·      1/3 untuk yang berkorban

·      1/3 untuk kerabat

·      1/3 untuk fakir miskin

 

3.      Cara Menyembelih Hewan Qurban

a.       Penyembelih harus orang Islam (khusus qurban, sunnah penyembelih adalah yang berqurban sendiri, jika diwakilkan disunatkan hadiri pada waktu penyembelihannya)

b.      Alat untuk menyembelih harus benda tajam.

c.       Memotong 2 urat yang ada di kiri-kanan leher agar lekas matinya, tetapi jangan sampai putus lehernya (makruh).

d.      Binatang yang disembelih hendaklah digulingkan ke sebelah kiri tulang rusuknya agar mudah saat penyembelihan.

e.       Hewan yang disembelih disunnahkan dihadapkan ke arah Kiblat.

f.       Orang yang menyembelih disunatkan membaca; basmallah, shalawat, takbir, do’a

 

4.      Hikmah Melaksanakn Qurban

a.       Menambah cintanya kepada Allah SWT

b.      Akan menambah keimanannya kepada Allah SWT

c.       Sebagai ungkapan syukur.

d.      Sebagai bukti telah berbakti kepada orang lain, dimana tolong menolong, kasih mengasihi dan rasa solidaritas dan toleransi memang dianjurkan oleh agama Islam.

 

 

     AQIQAH

Aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuh dari hari lahirnya anak, hukum aqiqah adalah sunnah mu’akkad bagi orang tua (atau orang yang wajib memberi nafkah kepada bayi) yang mampu dalam waktu 60 hari.

2.      Hewan Aqiqah

Binatang yang sah menjadi aqiqah sama dengan keaddan binatang yang sah untuk qurban, macamnya, umurnya, dan jangan bercacat.

Dalam Aqiqah bagi anak laki-laki dengan dua ekor kambing dan bagi wanita dengan seekor kambing

 

3.      Syarat Melaksanakan Aqiqah

a.       Dari sudut umur binatang Aqiqah & korban sama saja.

b.      Sembelihan aqiqah dipotong mengikut sendinya dengan tidak memecahkan tulang sesuai dengan tujuan aqiqah itu sebagai “Fida”(mempertalikan ikatan diri anak dengan Allah swt).

c.       Sunat dimasak dan dibagi atau dijamu fakir dan miskin, ahli keluarga, tetangga dan saudara. Berbeda dengan daging qurban, sunat dibagikan daging yang belum dimasak.

d.      Anak lelaki disunatkan aqiqah dengan dua ekor kambing dan seekor untuk anak perempuan kerana mengikut sunnah Rasulullah.

 

4.      Hikmah Aqiqah

a.       1. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW

b.     2. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu..

c.  3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan.

d. 4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan lahirnya sang anak.

e.     5. Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira.

f.       6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat.   

   https://youtu.be/ZouDZj1RyUc?si=9lCb64fu5lGNe19Q


         Pertanyaan :

A 1. Sebutkan hewan yang biasa untuk berqurban.

     2. Sudah pernahkah kalian di aqiqah dan berqurban ? 




Kamis, 28 Maret 2024

SHOLAT SUNNAH MUNFARID DAN BERJAMAAH

Kamis, 28 Maret 2024, kelas 8D

Nama Sekolah : SMP AL AZHAR 3
Mata Pelajaran : PAI
Materi : Sholat Sunnah berjamaah dan munfarid
Kelas : 8
Pertemuan ke : 1
Kompetensi Dasar : 
1.9 Melaksanakan salat sunah berjamaah dan munfarid sebagai perintah agama 
2.9 Menunjukkan perilaku peduli dan gotong royong sebagai implementasi pemahaman salat sunah berjamaah dan munfarid 
3.9 Memahami tata cara salat sunah berjemaah dan munfarid 
4.9 Mempraktikkan salat sunah berjamaah dan munfarid 

Tujuan pembelajaran  
diharapkan siswa akan mampu: 
1. Membiasakan diri melaksanakan salat sunah berjamaah dan munfarid dalam kehidupan sehari, baik di lingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat 
2. Menunjukkan perilaku peduli dan gotong royong sebagai implementasi pemahaman salat sunah berjamaah dan munfarid 
3. Menjelaskan tata cara salat sunah berjamaah dan munfarid 
4. Mempraktikkan salat sunah berjamaah dan munfarid dengan benar
 
Assalamualaikum wr wb
selamat pagi nak sholih & sholihah, semoga senantiasa sehat.
pada kesempatan hari ini mohon simak materi yang diberikan.


Banyak shalat sunnah merupakan sebab terbesar masuk Surga. Dari Rabi’ah bin Ka’abal-Aslami radhiyallahu’anhu, beliau berkata, Aku pernah bermalam bersamaRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu aku menyiapkan air wudhu`dan keperluan beliau. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdakepadaku, ‘Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab,‘Aku meminta kepadamu agar memberi petunjuk kepadaku tentang sebab-sebab agaraku bisa menemanimu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Ada lagi selain itu?’. ‘Itusaja cukup ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Jika demikian,bantulah aku atas dirimu (untuk mewujudkan permintaanmu) dengan memperbanyaksujud (dalam shalat)‘” (HR. Muslim, no. 489). 

 • Shalat sunnah adalah amalan badan yang paling utama setelah jihad. Dalam hadits Tsauban Nabi shallallahu‘alaihi wasallam mengabarkan, “Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu (untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah), dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat dan tidak menjaga wudhu kecuali seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah dishahihkan oleh Syaikhal-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil) 


Shalat Sunah Berjama’ah Salat sunah yang dikerjakan secara berjama’ah adalah sebagai berikut:
1. Shalat Idul Fitri 
2. Shalat Idul Adha 
3. Shalat Kusuf (gerhana matahari) 
4. Shalat Khusuf (gerhana bulan) 
5. Shalat Istisqa (meminta hujan) 

Beberapa Shalat sunah yang dikerjakan secara munfarid sebagai berikut: 
1. Shalat Rawātib (muakkad dan ghair muakkad, qabliyah dan ba’diyah) 
2. Shalat Tahiyyatul Masjid 
3. Salat Istikhārah 

Shalat sunah berjama’ah dan munfarid 
Beberapa śalat sunnah berikut ini boleh dilaksanakan secara berjama’ah atau secara munfarid. Adapun alat sunnah yang dimaksud adalah: 
1. Shalat Tarawih 
2. Shalat Witir 
3. Shalat Duha 
4. Shhalat Tahajud 
5. Salat Tasbih

Catatan :
Setelah memahami materi di atas, silahkan menulis absensi kehadiran di kolom komentar sertakan nama lengkap & kelas serta menjawab pertanyaan

 'Tuliskan Sholat Sunnah yang sering kalian kerjakan dan apa yang kalian rasakan setelah melaksanakan sholat sunnah tersebut ? 

Kamis, 29 Februari 2024

Beramal Saleh dan Berbaik Sangka

Kamis, 29 Februari 2024, 8D


Sekolah                :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran     :  Pendidikan Agama Islam

Materi Pokok        :  Menjadi Pribadi yang Religius dan Peduli dengan

                                  Gemar Beramal Saleh dan Berbaik Sangka

Pertemuan Ke       :  1

 

KOMPETENSI DASAR :

 

3.6. Memahami Beramal Saleh dan Berbaik Sangka

 

TUJUAN

Agar siswa dapat memahami tentang beramal saleh dan berbaik sangka dengan baik


MATERI

Pengertian Amal Saleh dan Baik Sangka.

 

1. Amal saleh adalah perbuatan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah atau menunaikan kewajiban agama.

Amal Saleh memiliki dua dimensi, yakni dimensi vertikal atau hablun min Allah dan dimensi horisontal atau hablun min al-naas.

 

2. Baik sangka adalah pendapat atau anggapan yang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui sendiri. Dalam Islam baik sangka disebut husnuzan.

Ada tiga baik sangka yang bisa dikembangkan oleh seorang muslim, yakni 

a. baik sangka terhadap Allah Swt., 

b. terhadap diri sendiri, dan 

c. terhadap orang lain.

 

3. Amal saleh dan baik sangka dapat melahirkan pribadi yang relijius dan peduli. Pribadi yang relijius akan menghadirkan sosok yang sejuk,

menenangkan, dan menentramkan. Sikap peduli akan menghadirkan rasa aman, saling percaya, dan saling terbuka untuk saling berkerjasama antara satu dengan yang lain. Keduanya menghasilkan budaya toleransi, saling memahami, saling menghargai antar masyarakat yang berbedabeda yang menjadi kunci utama dalam menciptakan harmoni dalam keberagaman bangsa Indonesia.

 

4. Di masa depan dibutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kuat

dalam memproduksi, merekam, maupun mengalirkan informasi. Di tengah percepatan era teknologi informasi seringkali harmoni bangsa

terganggu dengan informasi-informasi hoax. 

Profil generasi muda yang gemar beramal saleh dan berbaik sangka menjadi sangat dibutuhkan dimasa depan.


Penugasan :

Buatlah contoh :

1. Amal sholeh sholeh apakah yang kalian lakukan menghadapi HARI RAYA IDUL FITRI 1444 H !

2. KIRIMKAN JAWABAN KALIAN DI WA  085101311086

Jumat, 09 Februari 2024

BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH SWT

 

Jum'at,  9 Februari 2024, Kelas 8C

 

Nama Sekolah      : SMP AL AZHAR 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran     : PAI

Materi                  : Iman Kepada Rasul Allah SWT

KD                       : 3.5 Memahami makna beriman kepada Rasul Allah Swt

 

Tujuan Pembelajaran :

 

1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman kepada rasul Allah Swt

2. Peserta didik mampu menjelaskan sifat-sifat rasul

3. Peserta didik mampu menjelaskan hikmah beriman kepada rasul

 

Materi Pembelajaran

 

1.     Pengertian Iman kepada Rasul

Pengertian menurut bahasa, rasul berarti utusan Allah.

Dapat juga diartikan sebagai seseorang yang mengikuti berita-berita yang mengutusnya.

Pengertian menurut istilah, berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah mengutus manusia laki-laki terpilih yang diberi wahyu oleh Allah SWT dan wahyu tersebut harus disampaikan kepada umatnya sebagai pedoman dan petunjuk hidup, agar hidupnya selamat dari dunia hingga kelak di akherat.

Adapun ayat-ayat Al Qur’an yang memuat keimanan kepada rasul, antara lain:

1. Surah al-Mukmin ayat 78

2. Surah An-Nahl : 36

3. Surah al-Baqarah ayat 285

4. Surah al-Furqan ayat 20

5. Surah al-Maidah ayat 41

6. Surah an-Nahl ayat 43

 

Nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah untuk dirinya sendiri tanpa berkewajiban menyampaikan kepada orang lain.

Rasul adalah orang yang menerima wahyu yang selain untuk dirinya juga berkewajiban meyampaikan kepada orang lain.

Jumlah nabi dan rasul itu banyak sekali, menurut hadist riwayat Ahmad jumlah nabi ada 124.000 orang, sedangkan jumlah rasul 315 orang, akan tetapi yang tercantum dalam Al Qur’an yang wajib diimani sebanyak 25 orang. Dan Sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.( QS. Al-Mukmin : 78 ) Membenarkan apa yang dibawa oleh para Rasul dan menjadikan apa yang dibawa oleh Rasul sebagai pedoman hidup dalam kehidupan sehari-hari. Mempercayai dengan sepenuh hati bahwa para Rasul diutus oleh Allah SWT untuk menjadi teladan hidup bagi manusia. Meyakini bahwa nabi muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul yang terakhir.

Jumlah rasul yang diabadikan Allah dalam AlQur’an ada 25 orang. Delapan belas nama diantara mereka disebutkan dalam Surah Al-An’am ayat 83-86 dan selebihnya disebutkan dalam surat-surat yang lain.

Dua puluh lima rasul tersebut adalah sebagai berikut:

1.Adam as

2.Idris as

3.Nuh as

4.Hud as

5.Saleh as

6.Ibrahim as

7.Luth as

8.Ismail as

9.Ishak as

10.Ya’kub as

11.Yusuf as

12.Ayub as

13.Zulkifli as

14.Syu’aib as

15.Yunus as

16.Musa as

17.Harun as

18.Ilyas as

19.Ilyasa as

20. Daud as

21.Sulaiman as

22.Zakariya as

23.Yahya as

24.Isa as

25.Muhammad saw

 

Para nabi juga ada yang memiliki gelar ulul azmi, yaitu:

1) Nabi Nuh As,

2) Nabi Ibrahim As,

3) Nabi Musa As,

4) Nabi Isa As,

5) Nabi Muhammad SAW.

 

Rasul ulul azmi adalah rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran luar biasa dalam menghadapi halangan dan rintangan ketika melaksanakan perintah Allah SWT, yaitu menyampaikan wahyu Allah SWT kepada ummatnya.

 

Hal ini berdasarjan firman Allah SWT dalam surat Al Ahqaaf ayat 35. Artinya : “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari Rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (inilah) suatu pelajaran yang cukup, Maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”

 

Sifat wajib rasul Sifat Sifat Rasul :

1)    Sifat Wajib adalah sifat yang pasti di miliki oleh para rasul Allah .

Ada 4 sifat wajib yaitu : - Sidiq => Benar - Amanah => Dapat dipercaya - Tablig => Menyampaikan - Fatanah => Cerdas

2)    Sifat Mustahil adalah sifat yang tidak mungkin di miliki oleh para rasul Allah .

3)    Sifat mustahil ada 4, yaitu : - Kazib => Dusta - Khianat => Tidak dapat di percaya - Kitman => Menyembunyikan - Baladah => Bodoh

4)    Sifat Ja'iz adalah sifat yang boleh di miliki oleh para rasul Allah seperti sifat sifat manusia pada umumnya .

Sifat ja'iz, yaitu : - Makan - Punya anak - Minum - Merasa sakit - Tidur - Senang - Menikah - dll

 

Hikmah beriman kepada rasul Beriman kepada Rasul Allah merupakan salah satu dari rukun iman. Dalam mengimani nabi dan rasul tentu terdapat banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Beberapa hikmah tersebut diantaranya ialah:

1. Menambah keimanan serta ketaqwaan diri kepada Allah SWT melalui contoh yang telag diteladani oleh nabi dan rasul.

2. Menjadikan nabi dan rasul sebagai contoh manusia yang hanya mengesakan Allah dan mengajarkan ketauhidan serta mengajarkan tentang keutuhan aqidah yang dibawanya.

Perhatikan firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat An-Nahl ayat 36 berikut yang artinya : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah subhanahu wa taala (saja), dan jauhilah Thagut itu”, … (QS. An-Nahl: 36).

3. Meniru sifat nabi dan rasul yang memiliki sifat-sifat wajib yakni siddiq, amanah, fatonah, dan tabligh. Sebagai ummat Rasulullah Muhammad SAW sebisa mungkin kita menirukan segala sesuatu yang dilakukan olehnya juga semua yang menjadi karakteristiknya. Nabi Muhammad SAW bersifat benar, cerdas, amanah, dan tabligh. Meskipun dari segi tingkatan sangatlah mustahil diri kita menyamai kecerdasan dan sifat lainnya yang ada pada nabi, setidaknya diri kita telah berupaya mencontoh beliau dengan segenap kemampuan diri kita.

 

4. Beriman kepada nabi dan rasul dapat membuat kita termotivasi dalam berdakwah di jalan Allah SWT. Mengingat tugas nabi dan rasul adalah menyampaikan wahyu dan risalah dari Allah SWT kepada ummatnya. Perhatikan Al Qur’an surat Al Jumuah ayat 2 berikut yang artinya : “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan aya-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-Jum’ah:2).

 

PETUNJUK

1.     Hafalkan nama 25 nabi dan rasul  !

2.     Hafalkan sifat wajib dan sifat mustahil bagi rasul  beserta artinya !