Nama
Guru : Wagino,
S.Ag
Mapel
Yang Diampuh : PAI
Hari
/ Tanggal : 30
April 2026
Kelas : 9B, 9D
Materi
: Mengapresiasi
Peradaban pada Masa
Syafawi dan India Mughal
Tujuan
Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan latar belakang berdirinya Dinasti
Syafawi dengan tepat (pengetahuan)
2. peserta didik dapat
mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dan perkembangan peradaban (ilmu
pengetahuan, seni, dan arsitektur) pada masa Dinasti Syafawi dengan benar
(keterampilan).
MATERI
MENGAPRESIASI PERADABAN PADA MASA SYAFAWI DAN INDIA MUGHAL
A. Sejarah Peradaban Islam Masa Daulah Syafawi
Daulah Syafawi memiliki perbedaan dengan Daulah Turki Usmani
dan Mughal di India, karena Daulah Syafawi menganut ajaran Syi’ah, yang
kemudian melahirkan negara Iran di Timur Tengah.
a. Masa Awal Berdiri Daulah Syafawi di Persia (1502 – 1587)
Daulah Syafawi awalnya merupakan gerakan tarekat Syafawi yang
didirikan Syafi Al-Din di Ardabil Azerbaijan, bertujuan untuk membersihkan
ajaran Islam dari kemungkaran dan kebidahan
(bid’ah).
Daulah Syafawi didirikan oleh Abu Al-Muzafar Ismail bin
Haydar as-Syafawi/Ismail I (1502-1524) sebagai raja yang pertama.
Selanjutnya, raja kedua Daulah Syafawi yaitu Tahmasap bin
Shah Ismail al-sayafawi al-Husayni al-Musavi/Tahmasp I (1525-1576).
Raja ke 3, yaitu Ismail Mirza/Ismail II (1576-1577).
Dan Mohammad Khodabandeh/Muhammad I (1577-1587) sebagai raja
ke 4.
b. Masa Kemajuan Daulah Syafawi di Persia (1587 – 1629)
Kemajuan Daulah Syafawi terjadi pada masa kepemimpinan raja
kelima Daulah Syafawi, yaitu Abbas bin Mohammad/Abbas I (1587-1629).
c. Masa Kemunduran Daulah Syafawi di Persia (1529 – 1532)
Masa kemunduran Daulah Syafawi di Persia terjadi pada saat
Safi Mirza/ Safi (1629-1642).
Selanjutnya kekuasaan beralih ke tangan raja ketujuh yakni
Soltan Mohammad Mirza/Abbas II (1642-1666).
Raja kedelapan Daulah Syafawi adalah Suleiman I (1666-1694).
Kekuasaan berikutnya beralih ke Sultan Husein (1694-
1722).
Pada tahun 1722-1729, Daulah Hotak menguasai Daulah Syafawi
dan Iran.
Pada tahun 1729-1732, Tahmasp II raja ke 10 Daulah Syafawi,
berhasil merebut kekuasaan dari Shāh Ashraf Hotak.
d. Masa Kehancuran Daulah Syafawi di Persia (1732 – 1736)
Masa kehancuran DaulahSyafawi di Persia terjadi ketika
pemerintahanAbbas III (1732-1736) raja ke 11 Daulah Syafawi.
Dia diangkat menjadi pemimpin pada 1732 M, dan digulingkan
pada 1736, ketika Nader Khan dinobatkan sebagai Nader Shah.
Setelah itu dia dimasukan ke dalam penjara di Sabzevar,
Khorasan bersama ayahnya.
B. Keteladanan yang Bisa Diterapkan dari Sejarah Daulah Syafawi di Persia
Berikut beberapa semangat gigih berjuang sejarah Daulah
Syafawi yang bisa dijadikan pembelajaran, antara lain:
a) Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang keagamaan, yang
menerapkan sistem toleransi antar umat beragama.
b) Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang Ilmu Pengetahuan,
sehingga dikenal sebagai negara penghasil ilmuwan
c) Kegigihan Daulah Syafawi dalam bidang Ekonomi, ditandai
dengan perkembangan perekonomian negara yang stabil
Dan sebagainya.
C. Sejarah Peradaban Islam Masa Daulah Mughal di India
a. Masa Awal Berdiri Daulah Mughal di India (1526-1556)
Zahirudin Muhammad Babur (1526-1539 M) dengan melakukan misi
perluasan wilayah sampai ke Samarkhand, Kabul, Afghanistan, dan India.
Selanjutnya, Nashirudin Humayun (1530-1556 M) dengan
menggagalkan pemberontakan Bahadur Syah (penguasa Gujarat) dan Sher Khan.
b. Masa Kemajuan Daulah Mughal di India (1556-1712)
Jalaludin Muhammad Akbar (1556-1605 M) membawa Mughal banyak
kemajuan, seperti dalam bidang militer, pendidikan, politik, seni, budaya,
sosial, dan keagamaan.
Nuruddin Muhammad Jahangir Pasha Ghazi (1605-1628 M) memerintah dengan didukung
kekuatan militer yang besar sehingga tidak banyak pemberontakan yang muncul.
Selanjutnya, Shah-Jahan-e-Azam (1628-1658 M) merupakan
seorang pemimpin terpelajar dan berjiwa intelektual.
Sultan Aurangzeb Alamgir (1659-1707 M) merupakan pemimpin
yang sederhana, memegang teguh ajaran Islam jugs hafal Al-Qur’an.
Masa Bahadur Syah (1707-1712 M) beliau memerintah setelah
terjadi pertempuran Jajau dengan saudaranya yang bernama Muhammad Azam Syah
karena perebutan kekuasaan.
c. Masa Kemerosotan Daulah Mughal di India (1712-1837 M)
Beberapa kaisar yang memegang tahta kekuasaan Mughal, antara
lain:
1) Jahandar Shah (memerintah tahun 1712-1713 M)
2) Muhammad Fakhrukhsiyar (memerintah tahun (1713-1719
M)
3) Rafi ud-Darajat (memerintah sekitar 4 bulan di tahun 1719
M)
4) Shah Jahan II (memerintah sekitar 3 bulan di tahun 1719 M)
5) Muhammad Syah/Roshan Akhtar (memerintah tahun 1719-1748 M)
Dan seterusnya.
d. Masa Kehancuran Daulah Mughal di India (1837-1857 M)
Mirza Abu Zafar Sirajudin Muhammad Bahadur Shah Zafar yang
bergelar Bahadur Syah II, merupakan penerus terakhir Mughal. Pada periode ini
Daulah Mughal mengalami kehancuran.
D. Keteladanan yang Bisa Diterapkan dari Sejarah Daulah
Mughal India
a) Kegigihan Daulah Mughal dalam bidang ilmu pengetahuan dan
pendidikan
yang berhasil
membangun beberapa madrasah, masjid dan perpustakaan,
sehingga banyak
para pencari ilmu datang ke Mughal.
b) Kegigihan Daulah Mughal dan upaya menghargai seni bidang
arsitektur
dibuktikan dengan
beberapa peninggalan berupa bangunan megah.
c) Kegigihan Daulah Mughal dalam menerapkan kebijakan yang
bersifat
universal, yakni
setiap warga negara diberikan hak yang sama.
Pelajaran lain yang bisa diambil dari terjadinya kemunduran
Daulah Mughal adalah dikarenakan lemahnya kompetensi dan kepemimpinan penguasa
sehingga menimbulkan perebutan kekuasaan dan kebijakan politik yang tidak tepat
dan menjadi bumerang bagi pemerintahan.
Hal tersebut menjadi pembelajaran bagi kita bahwa dalam
memimpin diperlukan kompetensi dari seorang pemimpin.
Setelah mempelajari materi tentang peradaban Syafawi dan India Mughal, kita
dapat menyimpulkan bahwa Islam telah memberikan kontribusi
yang sangat besar bagi peradaban manusia.
ASSESMENT
1.
Ceritakan secara singkat tentang
sejarah berdirinya Dinasti Syafawi !
Sebutkan tokoh-tokoh penting dalam Dinasti Syafawi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar