Kamis, 27 November 2025

Sejarah Daulah Usmani

 


INFORMASI UMUM

A.  IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas / Semester

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

Wagino, S.Ag

SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Tahun 2024

SMP

Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti

D/ IX / I (Ganjil)    

3 Pekan / 9 jam pelajaran

B.  KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase D

Pada akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat- ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep muāmmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

Capaian Pembelajaran Fase D Berdasarkan Elemen

Elemen

Capaian Pembelajaran

Sejarah Peradaban Islam

Peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

 

 

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampumendeskripsikan, menganalisis, membuat karya berupa timeline sejarahperadaban Islam pada masa Daulah Usmani, meyakini bahwa Islam adalahagama yang rahmatan lil-‘ālamīn dan terbiasa berperilaku menghargai hasilkarya seni, memiliki motivasi bekerja keras dan tidak mudah putus asa.

 Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

dan semoga kalian pada hari ini sudah melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid bagi yang laki-laki.

Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang aqiqah dan qurban yang keduanya ada persamaan nya yaitu sama-sama menyembelihan hewan.

Aqiqah sebagai rasa syukur atas kelahiran anak sedangkan qurban sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.

Pada pertemuan kali ini kita akan belajar tentang Sejarah Daulah Usmaniyah


MATERI

Daulah Usmani adalah kerajaan Islam yang berdiri di abad pertengahan dan terletak di Turki. Maka dari itu, kerajaan ini juga disebut dengan Kerajaan Turki Usmani.

Adapun latar belakang berdirinya Daulah Usmani adalah bermula dari bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang pergi untuk menghindari serangan bangsa Mongol. Akhirnya, mereka tiba di wilayah pegunungan dan bertemu dengan Dinasti Saljuk.

Akhirnya, Raja Ertugrul, pemimpin kabilah tersebut mengabdi terhadap Sultan Alauddin II, pemimpin Dinasti Saljuk kala itu yang tengah berperang untuk melawan Bizantium.

Dalam peperangan tersebut, Raja Ertugrul dan pasukannya turut membantu pasukan Sultan Alauddin II sampai akhirnya mampu mencapai kemenangan. Dari sinilah Raja Ertugrul memperoleh tanah di Asia Kecil yang letaknya dekat dengan Bizantium.

Selang beberapa lama dari kejadian tersebut, Raja Ertugrul meninggal di tahun 1289 Masehi. Akhirnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Usman. Nah, sosok Usman inilah yang dianggap menjadi pendiri Daulah Usmani.

Usman pertama kali mengumumkan berdirinya Daulah Usmani pada 699 H atau 1300 M, pasca terbunuhnya Sultan Alauddin II. Pada masa kepemimpinannya, dirinya melakukan ekspansi ke berbagai wilayah, termasuk Eropa Timur, negeri Arab di wilayah Asia Barat, Asia Kecil, hingga Afrika Utara.

Masa Kejayaan Daulah Usmani

Masa kejayaan Daulah Usmani berada di tangan Sultan Selim I yang memimpin sekitar abad ke-16 Masehi. Kala itu, Sultan Selim I fokus terhadap perluasan wilayah ke area selatan Turki, menguasai Kairo, Baghdad, hingga sisa kekuasaan Bizantium.

Hal itu berlanjut sampai abad ke-17, ketika Daulah Usmani menjadi kerajaan Islam besar di wilayah Timur Tengah serta Semenanjung Balkan. Pasca wafatnya Sultan Selim I, dirinya digantikan Sultan Suleiman I yang mampu menguasai area mulai dari lembah Sungai Nil hingga Gibraltar.

 

Daftar sultan di masa Kesultanan Utsmaniyah
Periode ini dibuat berdasarkan kalender Masehi

Osman I (1299-1324)
Orhan I (1324-1362)
Murad I (1362-1389)
Bayezid I (1389-1402)
Mehmed I (1413-1421)
Murad II (1421-1444)
Mehmed II (1444-1446)
Bayezid II (1481-1512)
Selim I (1512-1520)
Suleiman I (1520-1566)
Selim II (1566-1574)
Murad III (1574-1595)
Mehmed III (1595-1603)
Ahmed I (1603-1617)
Mustafa I (1617-1618)
Osman II (1618-1622)
Murad IV (1622-1623)
Ibrahim I (1640-1648)
Mehmed IV (1648-1687)
Suleiman II (1687-1691)
Ahmed II (1691-1695)
Mustafa II (1695-1703)
Ahmed III (1703-1730)
Mahmud I (1730-1754)
Osman III (1754-1757)
Mustafa III (1757-1774)
Abdul Hamid I (1774-1789)
Selim III (1789-1807)
Mustafa IV (1807-1808)
Mahmud II (1808-1839)
Abdul Mejid I (1839-1861)
Abdul Aziz I (1861-1876)
Murad V (1876-1876)
Abdul Hamid II (1876-1909)
Mehmed V (1909-1918)
Mehmed VI (1918-1922).
Baca juga:
Ini Pendiri Dinasti Abbasiyah dalam Sejarah Islam

C. Keruntuhan Kesultanan Utsmaniyah
Kemunduran Turki Utsmani terlihat setelah Sultan Sulaiman al-Qanuni wafat tahun 1566 M. Kekaisaran ini tidak menemui pengganti yang kuat, hingga pada akhir abad ke-18 serangan negara lain makin gencar termasuk lewat pemikiran.

Perang pemikiran menyebabkan munculnya nasionalisme Turki dan Arab yang membuat Turki Utsmani pecah. Setelah itu muncul gerakan yang menyatakan seluruh muslim berada dalam satu payung pimpinan Jamaludin Al Afghani.

Selain itu, muncul juga Mustafa Kemal Pasha yang mengadakan pembaharuan mengacu pada Barat. Tanggal 3 Maret 1924, Mustafa Kemal Pasha berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmani, berganti Turki yang menerapkan sistem sekuler


Kesimpulan

 

A.  Keteladan yang dapat diambil dari Sejarah Daulah Turki Utsmaniyah adalah :

1.   Bekerja keras dalam menetapkan sistem hukum pemerintahan

2.   Bekerja keras dalam memperkuat negara melalui militer

3.   Bekerja keras dalam membangun ekonomi negara

4.   Bekerja keras dalam mewujudkan toleransi antar umat beragama

5.   Bekerja keras dalam meningkatkan sains tenologi

6.   Membangun dan menghargai bahasa dan budaya

7.   Membangun dan menghargai arsitektur

 

B.  Pelajaran yang dapat diambil dari kemunduran Daulah Utsmaniyah adalah :

1.   Kurang meratanya tingkat pendidikan warga daulah usmaniyah

2.   Kemerosotan akhlak sebagian pemimpin daulah usmaniyah

3.   Kekuatan militer  yang lemah

4.   Alokasi finansial untuk biaya perang yang besar

5.   Terjadinya perpecahan di dalam wilayah usmaniyah

Demikian beberapa informasi berkaitan dengan latar belakang berdirinya Daulah Usmani dan masa kejayaannya.

 

EVALUASI

1.     Jelaskan kontribusi Daulah Usmaniyah dalam sejarah Islam di dunia

2.    Jelaskan keteladan yang diperoleh dari kehidupan khalifah Sulaiman Al Qonuni ?

 

REFERENSI

1.   Buku pendidikan agama Islam , PT. Tiga Serangkai Pustaka, 2022

2.   Internet

 

Rabu, 26 November 2025

SUJUD


Identitas Modul

Nama Sekolah              :   SMP AL AZHAR 3

Nama Penyusun            :   WAGINO, S.Ag

Mata Pelajaran             :   Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI)

Fase / Kelas /Semester  :   D / VII / Ganjil

Alokasi Waktu               :   8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan x 2 JP)

Tahun Pelajaran            :   2025 / 2026

 

 

B.  Identifikasi Kesiapan Peserta Didik

Peserta didik kelas VII umumnya sudah memiliki pengetahuan dasar tentang rukun iman dan rukun Islam yang didapatkan dari pendidikan sebelumnya di SD atau dari keluarga. Mereka mungkin sudah mengetahui konsep dasar tentang Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa dan sebagian besar sudah familiar dengan praktik-praktik ibadah seperti salat dan membaca Al-Qur'an. Namun, pemahaman mendalam tentang makna Asmaul Husna (Al-Alim, Al-Khabir, As-Sami’, Al-Bashir) serta hikmah dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari mungkin masih terbatas. Keterampilan membaca dan memahami Al-Qur'an (khususnya QS. Ar-Rahman/55: 33 dan QS. Al-Mujadilah/58: 11) mungkin bervariasi. Peserta didik diharapkan memiliki sikap ingin tahu dan keinginan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka.

 

C.  KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

Materi "Mengagungkan Allah SWT. dengan Tunduk pada Perintah-Nya" dalam Bab 4 memiliki karakteristik sebagai berikut:

     Jenis Pengetahuan: Meliputi pengetahuan konseptual (makna Asmaul Husna, isi kandungan ayat Al-Qur'an), pengetahuan prosedural (cara menelaah Al-Qur'an, cara mengamalkan nilai-nilai), dan pengetahuan metakognitif (strategi untuk merenungkan kebesaran Allah dan menerapkan dalam perilaku).

     Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Sangat relevan karena materi ini mengajarkan dasar-dasar keimanan yang akan membentuk karakter dan perilaku peserta didik dalam berinteraksi dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Pemahaman tentang ilmu pengetahuan dari perspektif Islam juga membuka wawasan mereka.

     Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan tergolong sedang. Pemahaman makna Asmaul Husna dan isi kandungan ayat Al-Qur'an memerlukan analisis dan penafsiran. Penerapan dalam kehidupan sehari-hari memerlukan kesadaran dan komitmen.

     Struktur Materi: Terdiri dari pembahasan Asmaul Husna (Al-Alim, Al-Khabir, As-Sami’, Al-Bashir), isi kandungan QS. Ar-Rahman/55: 33 dan QS. Al-Mujadilah/58: 11, serta bagaimana mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam perilaku sehari-hari seperti semangat menuntut ilmu dan berakhlak mulia.

     Integrasi Nilai dan Karakter: Sangat kuat dalam mengintegrasikan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, rasa ingin tahu, disiplin, tanggung jawab, kritis, kolaborasi, kemandirian, dan komunikasi. Mendorong terbentuknya profil Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia.

 

D.  DIMENSI LULUSAN PEMBELAJARAN

Berdasarkan tujuan pembelajaran Bab 4, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:

     Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Peserta didik mampu menghayati makna Asmaul Husna dan kandungan ayat Al-Qur'an sebagai bentuk pengagungan terhadap Allah SWT.

     Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara Asmaul Husna, ayat Al-Qur'an, dan fenomena alam/kehidupan.

     Kemandirian: Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Asmaul Husna dan ayat Al-Qur'an dalam perilaku sehari-hari secara mandiri.

     Komunikasi: Peserta didik mampu mengkomunikasikan pemahaman mereka tentang materi dan berbagi pengalaman dalam menerapkan nilai-nilai agama.

 

TUJUAN :

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

Melaksanakan sujud syukur, sujud tilawah, dan sujud sahwi sebagai perintah agama

 

Memahami tata cara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah

 

Mempraktikkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah.

 

 

APERSEPSI

 

Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, sehingga kita dapat melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murajaah.

Pada hari ini kita akan belajar tentang SUJUD ( sujud syukur, sahwi dan tilawah )

 

MATERI




 SUJUD SYUKUR

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh kenikmatan besar dari Allah atau dapat terhindar dari suatu bahaya yang akan menimpa dirinya. Sujud syukur dilaksanakan diluar salat 1 kali sujud.

Adapun cara sujud syukur adalah:

       1. Berniat dengan menghadap kiblat

       2. Takbir seperti takbiratul ihram dalam shalat

       3. Sujud satu kali dengan membaca “Subhanallah walhamdu lillahi walailahaillallaahu  

           wallaahu akbar”

       4. Bangkit dari sujud terus salam.

 

2.      SUJUD SAHWI

Sujud sahwi adalah sujud 2 kali yang dilakukan sebelum salam dalam salat karena lupa atau ragu-ragu dalam melaksanakan. Hukumnya sunnah muakkad.

     

      Tata cara melaksanakan sujud sahwi adalah:

      “Setelah membaca doa tasyhahud akhir kemudian sujud, kemudia duduk diantara 2 sujud, terus sujud lagi dengan membaca doa sujud sahwi kemudian salam.

      Adapun doa sujud sahwi adalah:

       “ Subhana man laa yanamu walaa yashu “ ( Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa )

.

                  Sebab-sebab sujud sahwi antara lain:

1.      Lupa duduk tasyahud awal atau tidak membaca tasyahud awal

2.      Ragu-ragu tentang jumlah rakaat.

`            3.   Kelebihan atau kekurangan rakaat, rukuk atau sujud karena lupa

       4. Lupa/ketinggalan membaca do’a qunut dalam shalat Subuh, bagi golongan yang   

berpendapat bahwa qunut adalah sunnah.

 

3.      SUJUD TILAWAH

 

Sujud Tilawah adalah sujud satu kali yang dikerjakan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al Qur’an. Sujud ini dikerjakan diluar salat atau di dalam shalat. Jumlah ayat sajdah dalam Al Qur’an adalah 15 ayat.

            Adapun tata caranya adalah:

a.       Dalam shalat

      “Ketika sampai pada ayat-ayat sajdah, maka langsung sujud 1 kali dengan membaca doa sujud tilawah. Kemudian kembali keposisi semula dan meneruskan bacaan shalatnya.“

b.       Di luar shalat

“Ketika mendengar atau membaca ayat sajdah, kemudian niat dalam hati, hbertakbir, kemudian sujud, setelah itu bangkit dari sujud dengan membaca takbir kemudian melanjutkan kembali bacaannya jika masih ada.

Adapun lafadz sujud tilawah adalah :

Sajada wajhiya lillazi kholaqohu, wasyaqqo sam'ahu, wabashorohu bihaulihi waquwwatihi fatabarokallohu ahsanul kholiqiin ( 

 § H

IKMAH SUJUD SYUKUR, SAHWI DAN TILAWAH

1.  1. Dengan sujud syukur kita senantiasa mendapatkan tambahan rezki dari Allah dan dijauhkan dari adzab atau   siksa Allah swt

2.    2 Dengan sujud Sahwi, kita senantiasa menyadari bahwa manusia tempat lalai/lupa dan sebaik-baik orang yang lalai adalah yang mau menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya karena hanyalah Allah yang tidak pernah lupa.

3. Dengan sujud tilawah, diharapkan kita senantaisa tunduk dan tawaddu’ (rendah hati) terhadap Allah maupun sesama manusia, dan kita dijauhkan dari sifat sombong seperti sombongnya Qorun dan Raja Fir aun 


Evaluasi

1. HAFALKAN DOA bacaan sujud syukur, sujud sahwi dan sujud tilawah !

2. Kirimkan hafalan tersebut melalui voice note atau langsung menemui guru mapel langsung

3. Sujud manakah yang pernah kalian lakukan ?


Referensi

1. Buku PAI Kelas VII Penerbit Tiga Serangkai