Rabu, 05 November 2025

ETIKA/TATA KRAMA

 


INFORMASI UMUM

A.  IDENTITAS MODUL

Penyusun

Instansi

Tahun Penyusunan

Jenjang Sekolah

Mata Pelajaran

Fase / Kelas / Semester

Alokasi Waktu

:

:

:

:

:

:

:

Wagino, S.Ag

SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Tahun 2025

 

SMP

Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti

D / IX / I (Ganjil)       

 

3 Pekan / 9 jam pelajaran

 

B.  KOMPETENSI AWAL

Capaian Pembelajaran Fase D

Pada akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam. Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat- ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan ibadah salat, memahami konsep muāmmalah, riba, rukhsah, serta mengenal beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke Indonesia.

Capaian Pembelajaran Fase D Berdasarkan Elemen

Elemen

Capaian Pembelajaran

Akhlak

Peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami pentingnya verifikasi (tabayyun) informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis- Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya.

C.  PROFIL PELAJAR PANCASILA

§  Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Dan Berakhlak Mulia, Mandiri.

 

Tujuan Pembelajaran


Melalui metode market place activity dan problem solving, peserta didik dapat:

1) mendeskripsikan pengertian dan jenis-jenis etika pergaulan

2) meyakini bahwa etika pergaulan merupakan perintah Allah Swt.

3) mengidentifikasi contoh perilaku etika pergaulan dalam kehidupansehari-hari,

4) terbiasa menciptakan suasana dinamis dan harmonis di masyarakatmaupun media sosial

 

Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.

Apa kabar anak-anak yang sholeh dan sholehah ?

Semoga kalian semua tadi sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murojaah Al qur’an. Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang iman kepada hari akhir atau hari kiamat. Kita harus menyakini dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat pasti akan terjadi. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri denga cara memperbanyak ibadah kepada Allah SWT

Pada kesempatan ini kita belajar tentang ETIKA / TATA KRAMA DALAM PERGAULAN 

 

MATERI

Makna Tata Krama

Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, perbuatan.

 Jadi bila ditarik kesimpulan, tata krama merupakan adat sopan santun atau kebiasaan sopan santun.

Tata krama, adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam hidup, contoh; pada waktu Anda masih kanak-kanak, orang tua sudah melatih untuk menerima pemberian orang dengan tangan sebelah kanan dengan mengucapkan terima kasih.

Orang tua juga melatih bagaimana cara makan, minum, menyapa, memberi hormat dan berpakaian. Lama kelamaan perilaku tersebut menjadi kebiasan.

Tata krama juga bisa berarti kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar-manusia. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama kelamaan dapat merambat ke lingkungan yang lebih luas.

Tata krama pun telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati dalam lingkungan pergaulan antara sesama manusia.

Makna Sopan Santun

Sopan santun adalah sikap ramah yang diperlihatkan pada beberapa orang di hadapannya dengan maksud untuk menghormati serta menghormati orang itu, hingga membuat kondisi yang nyaman serta penuh keharmionisan.

Sikap sopan santun adalah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap kelompok mulai dari anak-anak sampai orangtua tanpa ada kecuali.

Menurut modul pembelajaran kelas IX dari Kemendikbud, kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan tingkah lakunya. Ucapannya lemah-lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga perasaan orang lain.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni santun dalam ucapan dan santun dalam perbuatan.

Allah SWT mencintai sikap santun sebagaimana tertuang dalam hadis berikut ini:

“Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al Asyaj Al ‘Ashri: Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah; yaitu sifat santun dan malu.” (H.R. Ibnu Majah)

Sopan santun menjadi sangat penting dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kita akan dihargai dan dihormati orang lain jika menunjukkan sikap sopan santun.

Orang lain pun merasa nyaman dengan kehadiran kita. Sebaliknya, jika berperilaku tidak sopan, maka orang lain tak akan menghargai dan menghormati kita.

Orang yang memiliki sopan santun berarti mampu menempatkan dirinya dengan tepat dalam berbagai keadaan.

Sopan santun dapat diterapkan di mana saja dan kapan saja, karena sopan santun merupakan perwujudan cara kita dalam bersikap yang terbaik.

PENUGASAN

1.     1. Sebutkan 5 etika terhadap orang yang lebih tua !

22. Sebutkan 5 etika terhadap lawan jenis !

 

Kesimpulan

Tata krama adalah perilaku sopan yang diterapkan dalam kehidupan sehari- hari. Perilaku yang merupakan cerminan kepribadian yang terbentuk sejak kecil didikan dan kebiasan yang diajarkan orang tua maupun lingkungan yang membesarkan. Sehingganya kitabisa menjadikan pribadi yang disegani, dihormati, dan disenangi oleh orang lain, memudahkan hubungan baik dengan orang lain, memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi, memelihara suasana yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, maupun tempat belajar atau bekerja.

 

Referensi

1.     Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX Kurikulum 2013, Kemendikbud,

Tahun 2018

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar