INFORMASI UMUM |
||||||
|
A.
IDENTITAS MODUL |
||||||
|
Penyusun Instansi Tahun
Penyusunan Jenjang
Sekolah Mata
Pelajaran Fase
/ Kelas / Semester Alokasi
Waktu |
: : : : : : : |
Wagino, S.Ag SMP
Al Azhar 3 Bandar
Lampung Tahun
2025 SMP Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti D / IX / I (Ganjil) 3 Pekan / 9 jam pelajaran |
||||
|
B.
KOMPETENSI AWAL |
||||||
|
Capaian Pembelajaran Fase D Pada
akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi
Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam.
Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga
mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta
didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar
Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam
elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk
penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami
pentingnya verifikasi (tabayyun)
informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta
didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat-
ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal
dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam
elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud dan
ibadah salat, memahami konsep mu‘āmmalah, riba, rukhsah, serta mengenal
beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen
sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari
kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan
Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke
Indonesia. Capaian Pembelajaran Fase D Berdasarkan Elemen
|
||||||
|
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA |
||||||
|
§ Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Dan Berakhlak Mulia, Mandiri. |
||||||
Tujuan
Pembelajaran
Melalui metode market place activity dan
problem solving, peserta didik dapat:
1) mendeskripsikan
pengertian dan jenis-jenis etika pergaulan
2) meyakini bahwa etika
pergaulan merupakan perintah Allah Swt.
3) mengidentifikasi
contoh perilaku etika pergaulan dalam kehidupansehari-hari,
4) terbiasa menciptakan
suasana dinamis dan harmonis di masyarakatmaupun media sosial
Assalamualaikum
wr.wb.
Semoga kita
selalu dalam lindungan Allah SWT.
Apa kabar
anak-anak yang sholeh dan sholehah ?
Semoga kalian
semua tadi sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murojaah Al qur’an.
Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang iman kepada hari akhir atau
hari kiamat. Kita harus menyakini dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat pasti
akan terjadi. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan diri denga cara
memperbanyak ibadah kepada Allah SWT
Pada kesempatan
ini kita belajar tentang ETIKA / TATA KRAMA DALAM PERGAULAN
MATERI
Makna Tata Krama
Tata krama terdiri
atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Krama
berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, perbuatan.
Jadi bila ditarik
kesimpulan, tata krama merupakan adat sopan santun atau kebiasaan sopan santun.
Tata
krama, adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam
hidup, contoh; pada waktu Anda masih kanak-kanak, orang tua sudah melatih untuk
menerima pemberian orang dengan tangan sebelah kanan dengan mengucapkan terima
kasih.
Orang
tua juga melatih bagaimana cara makan, minum, menyapa, memberi hormat dan
berpakaian. Lama kelamaan perilaku tersebut menjadi kebiasan.
Tata
krama juga bisa berarti kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar-manusia.
Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas, lama kelamaan dapat
merambat ke lingkungan yang lebih luas.
Tata
krama pun telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat
disimpulkan bahwa tata krama adalah kebiasaan sopan santun yang disepakati
dalam lingkungan pergaulan antara sesama manusia.
Makna Sopan Santun
Sopan santun adalah
sikap ramah yang diperlihatkan pada beberapa orang di hadapannya dengan maksud
untuk menghormati serta menghormati orang itu, hingga membuat kondisi yang
nyaman serta penuh keharmionisan.
Sikap
sopan santun adalah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh tiap-tiap
kelompok mulai dari anak-anak sampai orangtua tanpa ada kecuali.
Menurut modul pembelajaran
kelas IX dari Kemendikbud, kesantunan seseorang akan terlihat dari ucapan dan
tingkah lakunya. Ucapannya lemah-lembut, tingkah lakunya halus serta menjaga
perasaan orang lain.
Dari
sini dapat disimpulkan bahwa santun mencakup dua hal, yakni santun dalam ucapan
dan santun dalam perbuatan.
Allah
SWT mencintai sikap santun sebagaimana tertuang dalam hadis berikut ini:
“Dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi saw. bersabda kepada Al Asyaj Al
‘Ashri: Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sikap yang dicintai oleh Allah;
yaitu sifat santun dan malu.” (H.R. Ibnu Majah)
Sopan
santun menjadi sangat penting dalam pergaulan hidup sehari-hari. Kita akan
dihargai dan dihormati orang lain jika menunjukkan sikap sopan santun.
Orang
lain pun merasa nyaman dengan kehadiran kita. Sebaliknya, jika berperilaku
tidak sopan, maka orang lain tak akan menghargai dan menghormati kita.
Orang
yang memiliki sopan santun berarti mampu menempatkan dirinya dengan tepat dalam
berbagai keadaan.
Sopan
santun dapat diterapkan di mana saja dan kapan saja, karena sopan santun
merupakan perwujudan cara kita dalam bersikap yang terbaik.
PENUGASAN
1. 1. Sebutkan 5 etika terhadap orang yang lebih tua !
22. Sebutkan 5 etika terhadap lawan jenis !
Kesimpulan
Tata krama adalah perilaku sopan yang diterapkan dalam
kehidupan sehari- hari.
Perilaku yang merupakan cerminan kepribadian yang terbentuk sejak kecil didikan
dan kebiasan yang diajarkan orang tua maupun lingkungan yang membesarkan. Sehingganya
kitabisa menjadikan pribadi
yang disegani, dihormati, dan disenangi oleh orang lain, memudahkan hubungan baik dengan orang lain,
memberi keyakinan pada diri sendiri dalam setiap situasi, memelihara suasana
yang baik dalam berbagai lingkungan, baik itu lingkungan keluarga, maupun
tempat belajar atau bekerja.
Referensi
1.
Pendidikan Agama Islam
Siswa Kelas IX Kurikulum 2013, Kemendikbud,
Tahun 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar