Kamis, 26 September 2024

ZIKIR DAN PELAKSANAANNYA

Kamis, 26 September 2024, Kelas 7C,7D

A.    Informasi Umum

 

Kode Modul Ajar

PAI dan BP.D.VII.3b

Penyusun/Tahun

Wagino, S.Ag / 2024

Kelas/Fase Capaian

VII/Fase D

Elemen/Topik

Akhlak/ Zikir dan Pelaksanaannya

Alokasi Waktu

120 menit (3 Jam Pelajaran)

Pertemuan Ke-

3

Profil Pelajar Pancasila

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berkreatif,

Bergotong-royong

Sarana Prasarana

LCD, Proyektor, Papan Tulis, Video Tuntunan Zikir

Target Peserta Didik

Regular

Model Pembelajaran

Problem-Based Learning

Mode Pembelajaran

Tatap Muka

 

Tujuan Pembelajaran

1.     Peserta didik dapat menjelaskan pengertian zikir dan dalilnya

2.    Peserta didik dapat menjelaskan tatacara zikir dan bacaannya

3.    Peserta didik dapat menjelaskan zikir bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar

4.    Peserta didik dapat membiasakan zikir setelah salat fardu

 

Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin

Anak-anakku yang sholeh dan sholehah, semoga kalian pada hari ini sudah melaksanakan sholat shubuh secara berjamaah, kemuadian sholat dhuha dan murojaah Al Qur’an.

Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang ketentuan-ketentuan sholat dan pelaksanaannya serta sholat berjamaah

Pada kesempatan ini kita akan belajar tentang materi Zikkir dan pelaksanaannya

Pengertian Zikir

Pengertian zikir memang bermacam-macam. Menurut Syekh Abu Ali ad-Daqqaq, zikir adalah tiang penopang yang kuat atas jalan menuju Allah Swt. Zikir juga telah menjadi suatu landasan bagi siapa pun yang melakukannya.

Tak ada seorang pun yang bisa mencapai Allah Swt. kecuali bagi mereka yang terus-menerus berzikir kepada-Nya. Perlu diketahui, zikir juga memiliki bentuk-bentuk serta keutamaan jika kita jalankan.

Jika ditelaah lebih lanjut, zikir adalah penyebutan asma Allah melalui lisan, dibenarkan dalam hati, dan diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan apa yang terkandung dalam zikir.

Sebagai contoh, seseorang yang berzikir dengan menyebut "subhanallah", diucapkan di lidah, lalu dibenarkan dalam hati bahwa Allah Maha Suci, dan diwujudkan dalam perbuat


Bentuk-bentuk Zikir

Pengertian zikir juga akan lebih lengkap jika kita juga mengetahui bentuk-bentuk dari zikir. Ibnu Ata, seorang sufi yang menulis al-Hikam (Kata-Kata Hikmah) membagi zikir atas tiga bagian: zikir jali (zikir jelas, nyata), zikir khafi (zikir samar-samar), dan zikir haqiqi (zikir sebenar-benarnya).

 

 

 

1. Zikir Jali

Zikir Jali merupakan suatu perbuatan mengingat Allah Swt. dalam bentuk ucapan lisan yang mengandung arti pujian, rasa syukur dan doa kepada Allah Swt. yang lebih menampakkan suara yang jelas untuk menuntun gerak hati.

Mula-mula zikir ini diucapkan secara lisan, mungkin tanpa dibarengi ingatan hati. Hal ini biasanya dilakukan orang awam (orang kebanyakan). Hal ini dimaksudkan untuk mendorong agar hatinya hadir menyertai ucapan lisan itu.

2. Zikir Khafi

Merupakan zikir yang dilakukan secara khusyuk oleh ingatan hati, baik disertai zikir lisan ataupun tidak. Orang yang sudah mampu melakukan zikir seperti ini merasa dalam hatinya senantiasa memiliki hubungan dengan Allah Swt.

Ia selalu merasakan kehadiran Allah Swt. kapan dan di mana saja. Dalam dunia sufi ada ungkapan bahwa seorang sufi, ketika melihat suatu benda apa saja, bukan melihat benda itu, tetapi melihat Allah Swt.

Hal ini berarti benda itu bukanlah Allah Swt., tetapi pandangan hatinya jauh menembus melampaui pandangan matanya tersebut. Ia tidak hanya melihat benda tersebut, akan tetapi akan menyadari adanya khalik yang menciptakan benda tersebut.

3. Zikir Haqiqi

Merupakan zikir yang dilakukan dengan seluruh jiwa raga, lahiriah dan batiniah, kapan dan di mana saja, dengan memperketat upaya memelihara seluruh jiwa raga dari larangan Allah Swt. dan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Selain itu, tiada yang diingat selain Allah Swt.

Untuk mencapai tingkatan zikir haqiqi ini perlu dijalani latihan mulai dari tingkat zikir jali dan zikir khafi.


Keutamaan Zikir

Jumat, 20 September 2024

CONTOH TATA KRAMA DAN SOPAN SANTUN

 

Sekolah                     : SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran           : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas/Semester          : IX A (Sembilan) /Ganjil

Materi Pokok             : Contoh Tata Krama dan Sopan Santun 

Alokasi Waktu            : 3 Jam Pelajaran  / 1x Pertemuan

Pertemuan ke              : 3

Kompetensi Dasar      :  4.7. Menyajikan contoh perilaku tata krama dan Sopan santun

 

A.   Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

           - Menyajikan contoh perilaku tata krama dan sopan santun dengan benar.


Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal afiat, sehingga kita dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Aamiin.

Dan semoga kalian pada hari ini sudah melaksanaan sholat shubuh, sholat dhuha dan muroja’ah.

Pada pertemuan yang lalu kita sudah mempelajari materi tentang makna pengertian tata krama dan sopan santun.

Nah pada kesempatan ini kita akan mempelajari materi selanjutnya yaitu Contoh-contoh Tata Krama, Santun kepada Orang Tua, Guru dan sesama teman serta tata krama di sekolah

 

Materi

TATA KRAMA TERHADAP ORANG TUA 

 

Antara lain :

1. bertuturkata dengan bahasa yang halus dan baik

2. nada suara lebih rendah

3. tidak memotong pembicaraan

4. apabila dipanggil segera mendatangi dan menjawab

5. mengerjakan / menaati perintah-perintah orang tua yang tidak maksiat

6. membantu meringankan kesibukan/ pekerjaan orang tua

7. menjaga nama baik dan kehormatan kedua orang tua

8. mendahulukan kedua orang tua sebelum minum/makan

9. mendahulukan kepentingan kedua orang tua dari pada diri sendiri

10. merawat kedua orang ta ketika sakit

11. berpamitan ketika akan pergi

12. berjabat tangan dengan mencium tangn kedua orang tua

13. bila ada masalah dengan keluarga, memberi saran yang yang baik dengan sikap yang   

      sopan

14. ketika punya masalah mengutamakan curhat kepada orang tua

15. tidak memaksakan kehendaknya

16. tidak meminta ssuatu dengan seketika harus dikabulkan

17. segera minta maaf apabila punya kesalahan terhadap orang tua

18. selalu meminta keridloan dan meminta do’a yang baik dari kedua orang tua

19. selalu mendo’akan kedua orang tua untuk kebaikan dunia dan akhrat

20. berbuat baik atau membalas kebaikan orang tua dengan meramut dan merawat sampai

      akhir hayat, terutama masalah agama

21. berusaha mewujudkan harapana dan cita-citanya.

 

Adapun cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal adalah sebagai berikut:

1. Selalu Mendoakan

a. Memanjatkan doa pada waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

b. Mengawali doa dengan pujian-pujian kepada Allah SWT.

c. Tidak lupa mengucapkan sholawat Nabi.

d. Meminta ampunan kepada Allah sebelum berdoa.

e. Memanjatkan doa dengan sungguh-sunnguh.

2. Lunasi Hutangnya

3. Tunaikan Janjinya

4. Jaga Silaturahmi dengan Kerabat Orang Tua

5. Jaga Nama Baik Orang Tua

6. Meneladani Sifat Baik Orang Tua

7. Lakukan Ziarah Kubur

8. Menutup Aib dan Keburukannya

9. Selalu Rukun dengan Saudara

10. Sebarkan Ilmu yang Diajarkan oleh Orang Tua

11. Beramal Atas Nama Orang Tua

 

 

Adab murid terhadap guru sebagai berikut:

 

Pertama, mendahului beruluk salam. Seorang murid hendaknya mendahului beruluk salam kepada guru.

 

Kedua, tidak banyak berbicara di depan guru. Banyak berbicara bisa berarti merasa lebih tahu dari pada orang-orang di sekitarnya.

 

Ketiga, berdiri ketika guru berdiri. Bila guru berdiri, murid sebaiknya lekas berdiri juga. Demikian pula jika guru duduk sebaiknya murid juga duduk.

 

Keempat, tidak mengatakan kepada guru, “Pendapat fulan berbeda dengan pendapat Anda.”

 

Kelima, tidak bertanya-tanya kepada teman duduknya sewaktu guru di dalam majelis.

 

Keenam, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru. Guru tidak sama dengan teman, dan oleh karenanya tidak bisa disetarakan dengan teman.

 

Ketujuh, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru. Lebih baik murid meminta komentar sang guru tentang pendapatnya yang berbeda. Cara ini lebih sopan dari pada menunjukkan sikap kontra dengan guru di depan teman-teman.

 

Kedelapan, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri.

 

Kesembilan, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah. Tentu saja ini berlaku terutama kalau perjalanan dengan menaiki kendaraan umum.

 

Kesepuluh, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah.

 

 Tata Krama Bergaul (Bergaul dengan Sesama Siswa)

 

·         Menghormati kakak kelas dan menyayangi adik kelas

·         Saling menjaga perasaan dengan tidak mengucapkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaan teman, baik secara lisan maupun tulisan

·         Saling menolong dan membantu kesulitan sesama teman

·         Tenang atau tidak ribut di samping teman yang sedang belajar

·         Senantiasa bersalaman bila bertemu dengan teman

·         Tidak boleh mengambil sesuatu milik teman kecuali atas ijin teman

·         Tidak boleh mengganggu atau menyakiti sesama teman

·         Tidak boleh bermusuhan atau putus hubungan dengan sesama teman

·         Tidak berburuk sangka terhadap teman

·         Mengingatkan teman yang berperilaku tidak sopan terhadap guru atau melanggar tata tertib sekolah

·         Tidak menyebarkan rahasia atau aib teman kepada orang lain

 

Tata Krama Berpakaian dan Berdandan di Sekolah

 

·         Berpakaian  sesuai dengan tata tertib sekolah yang berlaku pada seragam sekolah

·         Perlindungan alat kelamin guru atau sesama siswa

·         Siswa tidak boleh memakai perhiasan emas wanita dan pria tidak boleh memakai  gelang, cincin dan anting-anting

·         Siswa tidak boleh memakai atau memakai parfum yang berlebihan

·         Siswa tidak boleh memakai tato jenis apapun (tato temporer/tato permanen)

·         Siswa tidak boleh menulis, mencoret atau melukis di baju, meja, kursi dan gedung sekolah

·         Siswa tidak boleh memakai pakaian olahraga/memakai baju olahraga tidak boleh dipakai di luar jadwal pelajarannya.

 

Tata Krama Saat Proses Belajar-Mengajar

 

·         Mengatur pelajaran sebelum guru datang, meliputi menyapu, membersihkan tempat duduk, menyiapkan peralatan menulis dan menghapus papan tulis

·         Datang tepat waktu ke kelas, jika terlambat menyapa dan mengatakan alasan keterlambatan kepada guru

·         Tidak ada kegaduhan atau keributan selama kegiatan belajar mengajar di kelas

·         Meminta izin kepada guru jika ingin keluar selama pelajaran

·         Tidak bereaksi secara emosional terhadap pendapat guru

·         Perhatian yang tenang ketika guru berbicara

·         Semua siswa berdoa di awal pelajaran pertama dan di akhir pelajaran

·         Selama jam sekolah, siswa harus berada di sekolah dan tidak boleh keluar sekolah, kecuali dengan guru piket

·         Jika guru terlambat masuk kelas , ketua atau perwakilan kelas harus menghubungi guru yang bersangkutan untuk mengingatkan

·         Siswa yang tidak masuk sekolah harus memberikan izin atau pemberitahuan tertulis dari orang tua atau wali

·         Tidak membeda-bedakan atau mendiskriminasi dengan menghormati, mematuhi dan mengikuti petunjuk guru

·         Tidak boleh ada perlakuan rasis kepada siapapun baik teman maupun guru di dalam lingkungan sekolah.

 

EVALUASI

 

1. Sebutkan 3 tata krama yang pernah kalian lakukan terhadap orang tua !

2. Sebutkan 3 tata krama yang pernah kalian lakukan terhadap guru !

3. Sebutkan 3 tata krama yang pernah kalian lakukan terhadap sesama teman !

4. Sebutkan 3 tata krama yang pernah kalian lakukan dalam  belajar di kelas-mengajar !

 

 

KESIMPULAN

 

Sekian pembahasan singkat mengenai apa saja tata krama yang harus dipatuhi bagi siswa di sekolah. Tidak hanya membahas mengenai pengertian tata krama saja namun juga lebih jauh membahas mengenai berbagai tata krama yang ada di sekolah, contoh, serta sanksi bagi yang melanggarnya.

Mempelajari tata krama adalah suatu hal yang sangat mendasar terutama bagi seorang siswa di sekolah karenanya seorang siswa tidak hanya wajib menuntut  ilmu agar cerdas tapi juga menjadi pribadi yang beradab dan berilmu.


REFERENSI

 

1. Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX Kurikulum 2013, Kemendikbud,  

    Tahun 2018

2. Internet