Kamis, 08 Agustus 2024

Asmaul husna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’, dan Al-Basῖr

 Kamis, 8 Agustus 2024 kelas 7 C, 7D

Materi Pelajaran

:

PAI

Kelas

:

7

Fase

:

D

Elemen

:

Akidah

Pertemuan

:

1

Materi

:

Asmaul husna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’, dan Al-Basῖr

Guru Pengampu

:

Wagino

Waktu Pembelajaran

:

3 JP ( 1 Pertemuan )

CP

:

Peserta didik mendalami enam rukun Iman

Tujuan Pembelajaran

:

1.  Peserta didik dapat menjelaskan pengertian asmaulhusna Al-‘Alῖm, Al-Khabῖr, As-Samῖ’, dan Al-Basῖr.

2.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-‘Alῖm dan contohnya

3.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Khabῖr dan contohnya

4.  Peserta didik dapat menjelaskan makna As-Samῖ’ dan contohnya

5.  Peserta didik dapat menjelaskan makna Al-Basῖr dan contohnya

 

 

Assalamualaikum wr.wb.

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin

Anak-anakku yang sholeh dan sholehah, semoga kalian pada hari ini sudah melaksanakan sholat shubuh secara berjamaah, kemuadian sholat dhuha dan murojaah Al Qur’an.

Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang Al Qur’an dan Hadits :

Materi Al qur’a. kita belajartentang Hukum bacaan alif lam yang dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu alif lam Qomariyah dan alif lam Syamsiyah.

Materi Hadits yakni semua perkataan dan perbuatan serta tingkah laku nabi Muhammad SAW yang kita jadikan pedoman hidup kita dan merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Al qur’an.

Nah pada kesempatan ini kita akan belajarmateri  tentang ASMAUL HUSNA ( AL ‘ALIM, AL KHABIR, AS SAMI’ dan AL BASIR )

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan kalian simak materi berikut ini :

 

1. Nama-Nama Indah bagi Allah Swt.

Allah Swt. memiliki nama-nama yang indah. Hal ini dapat diperhatikan pada

salah satu ayat-Nya.

Dan Allah memiliki Al-Asmā’ al-Husnā (nama-nama yang terbaik), maka

bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya al-Asmā’ al-Husnā itu dan

tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka

kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan (Q.S.

al-A’rāf/7: 180)

Al-Asmā’ al-Husnā dibentuk dari kata al-Asma’ (bentuk jamak) dari kata

al-ism, memiliki arti “nama” dan al-Husna’ berarti “yang terbaik atau indah”.

Dalam hal ini, al-Asmā’ al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama-Nya

yang baik dan indah.

Nama-nama tersebut menjadi salah satu bukti keagungan Allah Swt.

Pengetahuan tentang sifat-Nya dan Al-Asmā’ al-Husnā terdapat pada al-

Qur’an dan sunah. Dua hal ini merupakan kesempurnaan mutlak sifatsifat

Allah Swt. dari segala kekurangan. Dengan memahaminya, keimanan

seseorang dapat meningkat. Derajat keimanan seseorang dapat ditentukan

oleh pengetahuan tentang tuhannya

2. Mengenal Allah Swt melalui beberapa lafal al-Asmā’ al-Husnā

Pada bab ini akan dipelajari beberapa al-Asmā’ al-Husnā , yaitu al-’Alīm,

al-Khabīr, al-Samī’, dan al-Baṣīr. Setelah mempelajari keempat al-Asmā’

al-Husnā ini, kalian diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan

sehari-hari.

 

a. Al-’Alīm

Kata al-’Alīm terambil dari kata al-‘ilm, memiliki makna sesuatu yang

terjangkau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pengertian ini mengarah

pada sesuatu yang jelas dan tidak menimbulkan keraguan. Al-’Alīm dalam hal ini dapat diartikan pengetahuan Allah Swt sangat jelas juga mengungkap

hal-hal yang kecil.

Allah Swt. mengetahui segala sesuatu yang telah dan akan terjadi.

Semuanya tidak luput dari pengetahuan-Nya. Semua kejadian dalam setiap

jalinan waktu berada dalam pengetahuan-Nya.Tak seorangpun yang dapat

bersembunyi.

Pengetahuan-Nya tiada batas. Pengetahuan-Nya terhadap seluruh alam

semesta melampaui kemampuan otak manusia. Dengan pengetahuan seperti

ini, Allah Swt dapat memberikan ilmu kepada hamba yang dicintai oleh-Nya.

Mereka adalah orang yang taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi

larangan-Nya. Kita memohon kepada-Nya agar diberikan pengetahuan

melalui kemurahan-Nya

Sifat al-‘Alīm pada Allah Swt mendorong manusia untuk memiliki

pengetahuan. Manusia diharapkan dapat memiliki ilmu untuk kemudahan

dalam mengarungi kehidupan di dunia. Dengan ilmu, kehidupan dapat

dilaksanakan dengan mudah.

b. Al-Khabīr

Al-Khabīr artinya Maha Memberitahu. Al-Qur’an sebagai kalam Allah Swt

memberikan informasi kisah dan perisiwa orang-orang terdahulu. Melalui

Al-Qur’an pula, dapat diketahui bahwa peristiwa kiamat dan kehidupan

akhirat diberikan gambaran informasi oleh-Nya.

Perolehan informasi memerlukan ketelitian. Setiap informasi

mengandung benar atau salah. Untuk informasi yang benar, kita bisa meneliti

baik isi maupun sumbernya. Begitu pula, pada informasi yang diragukan

kebenarannya, kehati-hatian dalam menyebarkannya menjadi keniscayaan.

c. Al-Samī’

Al-Samī’ memiliki arti bahwa Allah Swt. Maha Mendengar. Suara apapun di

alam semesta ini dapat terdengar oleh-Nya. Tidak ada satu suarapun yang

tidak luput dari pendengaran-Nya, meskipun suara itu pelan.

Perilaku yang mencerminkan bahwa Allah Swt. Maha Mendengar

antara lain mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Apalagi, orang yang

berbicara adalah orang tua atau guru. Terkadang kita tidak senang terhadap

yang disampaikan orang lain. Meskipun demikian, kita dapat menyampaikan

dengan bahasa dan sikap santun kepadanya.

 

d. Al-Baṣīr

Al-Baṣīr memiliki makna bahwa Allah Swt. Maha Melihat segala sesuatu.

Penglihatan-Nya menjangkau segala sesuatu, bahkan yang lembut dan

kecil sekalipun. Langit dan bumi dan seluruh alam semesta tidak luput dari

penglihatan-Nya Allah Swt.

Cerminan perilaku dengan keyakinan bahwa Allah Swt. Maha Melihat

dapat diwujudkan dengan ketelitian dan mawas diri dalam setiap pekerjaan.

Kita didorong untuk cermat dan cerdas dalam menghadapi persoalan.

Namun, hal ini harus pula dilandasi oleh instrospeksi memperhatikan

kekurangan atau kelebihan agar hidup menjadi terarah.

EVALUASI :

Agar kalian lebih memahami materi asmaul husna AL ‘ALIM, AL KHABIR, AS SAMI’ dan AL BASIR, silahkan kalian jawablah  pertanyaan dibawah ini !

1.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan

 sehari-hari!

2.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan

 sehari-hari!

3.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan

 sehari-hari!

4.     Tuliskan 3 contoh perilaku meneladan sifat al-Samī’ dalam kehidupan

sehari-hari!

 

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan secara singkat mengenai materi Asmaul husna AL ALIM, AL KHABIR, AS SAMI’ dan AL BASIR.

Semoga dengan penjelasan tersebut kalian mengerti dan memahaminya. Jika kalian belum ada yang dipahami silahkan bertanya dikolom komentar

Wassalamualaikum wr.wb.

 

Referensi

Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII dari PT Penerbit Erlangga halaman 23-33.

 


Jumat, 02 Agustus 2024

QOLQOLAH

 

Jum'at, 2 Agustus 2024, Kelas 9A

Sekolah                          :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran               :  Pendidikan Agama Islam

Materi Pokok                 :   QOLQOLQH 

Kelas/ Semester             :   9 / 1

Alokasi Waktu               :  1 pertemuan ( 3 JP )

Pertemuan                     :   2

Kompetisi Dasar :

4.1.1.  Membaca Q.S. az-Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53: 39-42,  

           Q.S. Áli  Imrān/3: 159 dengan tartil.

 

 

 Tujuan Pembelajara

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

      

       # Membaca Q.S. az-Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53: 39-42,                       

         Q.S. Áli Imrān/3: 159 dengan tartil.


Assalamualaikum wr.wb.

Anak-anak yang sholeh an sholehah

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin

Dan semoga kalian semua pada hari ini sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murojaah.

Pada pertemuan yang kita sudah belajar materi tentang OPTIMIS ( berpikir positif/yakin/percaya diri ), ikhtiar ( usaha secara maksimal ) dan TAWAKAL ( berdoa kepada Allah SWT )

Pada petemuan kali ini kita akan mempelajari materi tentang QOLQOLAH

Silahkan perhatikan dengan seksama materi QOLQOLAH berikut ini :


MATERI



Kamis, 01 Agustus 2024

AL QUR'AN HADITS ( Hukum Bacaan Qomariyah dan Syamsiyah )

 Kamis, 1 Agustus 2024, Kelas 7A, 7B

Sekolah                          :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran                :  Pendidikan Agama Islam
Materi Pokok                 :   Al Qur'an dan Hadits
Sub Materi                     :   Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 ( Syamsiyah dan Qomariyah )
Kelas/ Semester               VII / 1
Alokasi Waktu               :  1 pertemuan ( JP )
Pertemuan                     :   2

Tujuan Pembelajaran

1.    Peserta didik dapat membaca Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64.sesuai dengan hukum bacaan Qomariyah dan Syamsiyah

2.    Peserta didik dapat menulis Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64.




Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat, aamiin
dan semoga kalian semua pada hari hari sholat shubuh, sholat dhuha dan murojaah.
pada hari ini kita akan mempelajari materi tentang Q.S. An-Nisa’/4: 59 dan Q.S. An-Nahl/16: 64 ( hukum syamsiyah dan qomariyah )

MATERI

MATERI

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya

 

وَمَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ

64. Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman

Perhatikan tayangan vidio berikut ini :



Penugasan :

Tentukan yang termasuk hukum bacaan Al Qomariyah dan Al Syamsiyah pada QS. An nisa' ayat 59 dan QS. An Nahl ayat : 64 tersebut diatas !

Jumat, 26 Juli 2024

Optimis Ikhtiar dan Tawakal

 

Menatap Masa Depan dengan Optimis, Ikhtiar dan Tawakal

Jumat, 26 Juli 2024 


Nama Sekolah         : SMP AL AZHAR 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran       : PAI

Kelas                          : 9A

Materi                       : Menatap Masa Depan dengan Optimis, Ikhtiar dan Tawakal

KD                             : Memahami Q.S. az-Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53: 39-42, Q.S. Áli                                            Imrān/3: 159  tentang optimis, ikhtiar dan tawakkal

 TUJUAN :

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan :

1. Dapat Memahami Q.S. az-Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53: 39-42, Q.S. Áli Imrān/3: 159             tentang optimis,  ikhtiar, dan tawakal


APERSEPSI

 Semoga kita dalam keadaan sehat wal afiat, sehingga kita dapat melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha dan murajaah.

Pada hari ini kita akan belajar tentang Memahami Q.S. az-Zumar/39: 53, Q.S. an-Najm/53: 39-42, Q.S. Áli Imrān/3: 159 tentang optimis, ikhtiar dan tawakkal

 

MATERI

 

۞قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًاۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ٥٣

53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

 Kandungan Surah az-Zumar/39: 53 memberikan motivasi agar manusia senantiasa optimis,  

  tidak berputus asa dalam menjalani kehidupan ini.

  optimisme adalah suatu harapan yang ada pada individu bahwa segala sesuatu akan berjalan menuju kearah kebaikan atau yang positif


QS. AN NAJM : 39 -42

 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ٣٩ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ٤٠  ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ٤١  وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ٤٢

39. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah             diusahakannya

40. dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)

41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling                    sempurna

42. dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)

Kandungan Surah an-Najm/53:39-42 memberikan dorongan agar manusia tidak henti- hentinya berihtiar untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Ikhtiar adalah sebuah usaha sungguh-sungguh seorang hamba untuk memperoleh apa yang dikehendakinya. Orang yang berikhtiar berarti ia memilih suatu pekerjaan, kemudian melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan sukses.

QS. ALI IMRAN : 59

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٖ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٥٩

59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia

Kandungan Surah Ali Imrān/3:159 memberikan petunjuk agar manusia bertawakal kepada Allah Swt.

Tawakal adalah sikap mental dan spiritual yang mengekspresikan keyakinan sepenuhnya bahwa Allah SWT adalah Pemilik dan Pengatur segala sesuatu di alam semesta ini. Dengan kata lain Tawakal adalah berserah diri kepada Allah SWT setelah kita berusaha semaksimal mungkin

PENUGASAN :

1. Bacalah materi tetsebut diatas dengan seksama !

2. Berikan komentar pada kolom komentar ! 

Kamis, 18 Juli 2024

Iman kepada Allah SWT

Sekolah                           :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung
Mata Pelajaran                :  Pendidikan Agama Islam
Materi Pokok                 :   Lebih Dekat denganAllah Swt. yang Sangat Indah Nama-Nya
Sub Materi                     :   Iman Kepada Allah SWT
Kelas/ Semester             :   VII / 1
Alokasi Waktu               :  1 pertemuan ( 3 JP )

KOMPETENSI DASAR
3.1    . Memahami  makna Al-’Alim, al-Khabir, As Sami’, dan al-Bashir.
4.1 . Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani  al- Asmaul-Husna:
         Al-’Alim, al-Khabir, As Sami’, dan al-Bashir

Bacalah materi dibawah ini dengan seksama !

MATERI

Secara harfiah iman berarti percaya. Sedangkan menurut istilah, iman berarti percaya dan meyakini dengan sepenuh hati, mengucapkan dengan lisan, dan membuktikan dengan perbuatan.
Tanda-tanda keimanan dalam diri seseorang dapat terlihat dari amal perbuatan yang dikerjakan, karena kepribadian diri seseorang merupakan pancaran dari iman yang ada di dalam diri seseorang.Iman kepada Allah Swt. merupakan pokok dari seluruh iman yang tergabung dalam rukun iman.
Firman Allah SWT :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا ١٣٦

”Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah,malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.”(Q.S. an-Nisa’/4:136)

Keimanan seseorang itu bisa tebal dan bisa tipis, bisa bertambah atau berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. adalah dengan memahami nama-nama-Nya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama nama indah itu dengan sebutan alAsmaulhusna

Al-Asmau-al-husna  artinya nama-nama Allah Swt. yang baik. Allah Swt. mengenalkan dirinya dengan nama-nama-Nya yang baik. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik (al-Asmau-al-husna) itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya.

وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلۡحِدُونَ فِيٓ أَسۡمَٰٓئِهِۦۚ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ١٨٠

“ Dan Allah memiliki al-Asm±u-a lhusna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya al-Asmau-al-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya.) Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” ( Q.S. al-A’raf / 7:180 )

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa nama-nama Allah Swt. yang baik (al-Asmau-al-husna) itu berjumlah 99. Barang siapa yang menghafalnya maka Allah Swt. akan memasukkan ke dalam surga-Nya.

1.      Al-‘Alim
Al-‘Alim artinya Maha Mengetahui. Allah Swt. Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah Swt. tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah Swt. Bahkan, peristiwa yang akan terjadi pun sudah diketahui oleh Allah Swt.
Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al-‘Alim adalah kita harus terus menerus mencari ilmu-ilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya. Tapi
ingat! Penting juga untuk diperhatikan bahwa kita tidak boleh merasa paling pandai. Orang berilmu itu harus tetap rendah hati. Seperti pohon padi, semakin berisi semakin merunduk.

2.      Al-Khabir
Al-Khabir artinya Mahawaspada, mengetahui perkara yang tersembunyi. Allah Swt. menciptakan
milyaran makhluk dengan berbagai ragamnya. Semuanya diketahui oleh Allah dengan detail,
penuh kecermatan dan kewaspadaan, baik secara lahir maupun batin. Tidak ada satupun ciptaan Allah Swt. yang salah sasaran.
Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahawaspada adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya.

3.      As Sami’
As Sami’ artinya Maha Mendengar. Allah Swt. Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah Swt. tidak terbatas,tidak ada satu pun suara yang lepas dari
pendengaran-Nya, meskipun suara itu sangat pelan.
Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataan yang baik dan berguna, karena kita meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala yang kita ucapkan. Bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun, di dengar oleh Allah Swt.

4.      Al-Basir
Al-Basirr artinya Maha Melihat. Allah Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah Swt. melihat apa saja yang ada dilangit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau.
Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah Swt.

Jumat, 24 Mei 2024

Ilmuwan Muslim Pada Masa Abbasiyah

Jum'at, 24 Mei 2024  Kelas 8C

Sekolah                :  SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Mata Pelajaran     :  Pendidikan Agama Islam

Materi Pokok        :  Meneladani Ilmuwan Muslim Pada Masa Abbasiyah

 

Pertemuan Ke       :  2

 

KOMPETENSI DASAR :  Memahami Ilmuwan Muslim Pada Masa  

                                                        Abbasiyah 

TUJUAN

Agar siswa dapat memahami tentang Ilmuwan Muslim Pada Masa Abbasiyah

 

MATERI

1. Dinasti Abbasiyah adalah dinasti yang didiraikan Abu al-Abbas pada

    tahun 750 M setelah berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayah.

2. Pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya sewaktu dipimpin Harun al-

    Rasyid dan al-Makmun, peradaban Islam mencapai masa keemasan.

    Masa ini ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang

    sangat pesat.

 

3. Kebijakan Dinasti Abbasiyah yang mempengaruhi pesatnya pertumbuhan    

    ilmu pengetahuan adalah besarnya keberpihakan penguasa terhadap    

     berbagai tradisi akademik, seperti pendirian perpustakaan, pemberian gaji

     kepada para ilmuwan, penerjemahanbuku, dan menjamin keterbukaan

     serta kebebasan akademik.

 

4. Sebagian para ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah telah memulai

     karir keilmuannya pada usia yag sangat muda. Ini seharusnya membeberi

     inspirasi kepada generasi muda bahwa orang-orang yang sukses dan

     mampu memberikan kemanfaatan kepada orang lain adalah orang-orang

     yang sejak usia mudanya berjuang sungguh-sungguh untuk

     meraih cita-citanya. 


PETUNJUK

CARI LAH ILMUWAN MUSLI PADA MASA DINASTI ABBASYIAH dalam ilmu :

1. bidang ilmu agama ( ilmu fiqih , tafsir, dll

2. bidang ilmu umum ( ilmu kedokteran, matematika, filsafat, dll )

jangan lupa absen di kolom komentar !