MATERI AJAR
Sekolah : SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi Pokok :
Sholat Jum’at
Hari/Tanggal : Jumat/21 Pebruari 2020
Kelas : 7F, 7D
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 pertemuan ( 3 JP )
KOMPETENSI DASAR :
1.9.
Menunaikan salat Jumat sebagai implementasi dari pemahaman ketaatanberibadah.
2.9.
Menghayati perilaku peduli terhadap sesama dan lingkungan sebagai implementasi
dari
pelaksanaan
salat Jumat.
3.9.
Memahami ketentuan salat Jumat.
MATERI
Shalat Jumat adalah Shalat dua rakaat dengan berjamaah
yang dilaksanakan sesudah khotbah Jumat pada waktu Zuhur di hari Jumat.
Hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat.
Shalat Jumat pada prinsipnya sama
dengan Shalat wajib yang dilaksanakan
secara berjamaah. Shalat Jumat adalah Shalat wajib atau fardu ‘ain yang dilaksanakan oleh setiap
muslim laki-laki dalam setiap minggunya pada hari Jumat.
Shalat Jumat dilaksanakan secara
berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendiri sendiri.
Agar
Shalat Jumat dapat dilaksanakan
sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, maka kalian harus mengetahui
ketentuan-ketentuannya.
Syarat Wajib Shalat Jumat
Shalat Jumat dilaksanakan dengan
syarat-syarat sebagai berikut :
a.
Islam.
b. Ballig (dewasa), anak-anak tidak
diwajibkan.
c.
Berakal, orang gila tidak wajib.
d.
Laki-laki, perempuan tidak diwajibkan.
e.
Sehat, orang yang sedang sakit atau berhalangan tidak diwajibkan.
f.
Menetap (bermukim), orang yang sedang
dalam perjalanan (musafir)
tidak wajib.
Syarat Sah Mendirikan Shalat Jumat
Shalat Jumat dianggap sah apabila
memenuhi syarat sebagai berikut :
a.
Dilaksanakan di tempat yang telah dijadikan tempat bermukim oleh penduduknya,
baik di perkotaan maupun di pedesaan. Oleh karena itu, tidak
sah mendirikan Shalat Jumat
di ladang-ladang yang penduduknya hanya singgah di sana untuk
sementara waktu saja.
b.
Dilaksanakan secara berjamaah. Tidak sah hukumnya apabila Shalat Jumat dilaksanakan
sendiri- sendiri. Para ulama berbeda pendapat
tentang jumlah orang untuk dapat mendirikan Shalat Jumat. Sebagian ulama mengatakan minimal 40 orang
dan ada yang mengatakan minimal 2 orang.
c.
Dilaksanakan pada waktu Zuhur
d.
Shalat Jumat dilaksanakan dengan
didahului dua khotbah.
3. Khotbah Jumat
Khotbah
Jumat merupakan nasihat dan tuntunan ibadah yang disampaikan oleh khatib kepada
jamaah Shalat Jumat.
Rukun
dan syarat khotbah Jumat ini.
a.
Rukun khotbah Jumat
1)
Mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt.
2)
Membaca ¡alawat atas Rasulullah saw.
3)
Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4)
Berwasiat (bernasihat).
5)
Membaca ayat al-Qur'±n pada
salah satu dua khotbah.
6)
Berdoa untuk semua umat Islam pada khotbah yang kedua.
3. Khotbah Jumat
Khotbah
Jumat merupakan nasihat dan tuntunan ibadah yang disampaikan oleh khatib kepada
jamaah Shalat Jumat.
Rukun
dan syarat khotbah Jumat :
a.
Rukun khotbah Jumat
1)
Mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt.
2)
Membaca ¡alawat atas Rasulullah saw.
3)
Mengucapkan dua kalimat syahadat.
4)
Berwasiat (bernasihat).
5)
Membaca ayat al-Qur'±n pada
salah satu dua khotbah.
6)
Berdoa untuk semua umat Islam pada khotbah yang kedua.
Syarat
Khotbah Jumat
1)
Khotbah Jumat dilaksanakan tepat siang hari
saat matahari tinggi dan mulai bergerak condong ke arah Barat.
2)
Khotbah Jumat dilaksanakan dengan berdiri jika mampu.
3)
Khatib hendaklah duduk di antara dua khotbah.
4)
Khotbah disampaikan dengan suara yang keras dan jelas.
5)
Khotbah dilaksanakan secara berturut-turut jarak antara keduanya.
6)
Khatib suci dari hadas dan
najis.
7)
Khatib menutup aurat.
c. Sunah Khotbah Jumat
1)
Khotbah dilaksanakan di atas mimbar atau tempat yang tinggi.
2)
Khotbah disampaikan dengan kalimah yang fasih, terang, dan mudah dipahami.
3)
Khatib menghadap ke jamaah Shalat Jumat.
4)
Khatib membaca ¡alawat atau yang lainnya di antara dua khotbah.
5)
Khatib menertibkan tiga rukun, yaitu dimulai dengan puji-pujian, sal±wat Nabi,
dan berwasiat.
6)
Jamaah Shalat Jumat hendaklah diam,
tenang dan memperhatikan khotbah Jumat.
7)
Khatib hendaklah memberi salam.
8)
Khatib hendaklah duduk di kursi mimbar sesudah memberi salam dan mendengarkan azan.
d.
Sunah yang Berkaitan dengan Shalat Jumat
1)
Mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid.
2)
Memakai pakaian yang bagus dan disunahkan berwarna putih.
3)
Memakai wangi-wangian.
4)
Memotong kuku, menggunting kumis, dan menyisir rambut.
5)
Menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan Shalat Jumat.
6)
Melaksanakan Shalat tahiyatul
masjid (
Shalat untuk menghormati masjid)
7)
Membaca al-Qur'an atau zikir sebelum khotbah
Jumat.
8)
Memperbanyak doa dan ¡alawat atas Nabi Muhammad saw.
Adab
Melaksanakan Shalat Jumat
1)
Meluruskan Saf (barisan
Shalat). Saf
di
depan yang masih kosong segera diisi. Salah satu
kesempurnaan Shalat berjamaah adalah ¡af-nya lurus dan rapat.
2)
Ketika khatib sedang berkhotbah, tidak boleh berbicara satu kata pun.
Berkata-kata saat khotbah berlangsung
menjadikan Shalat Jumat
sia-sia.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda yang artinya:
“Jika
engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, ‘diamlah, dan khatib sedang
berkhotbah!
”Sungguh
engkau telah berkata sia-sia.” (H.R.
Bukhari Muslim).
Hadis lain
yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas. Ia berkata bahwa Rasulullah bersabda yang
artinya:
“Barang
siapa yang berbicara pada saat imam khotbah Jumat, maka ia seperti keledai yang
memikul kitab,
sedangkan yang mengingatkan orang untuk diam, maka tidak sempurna Shalat Jumatnya.”(H.R.
Ahmad).
f.
Hikmah Shalat Jumat
1)
Memuliakan hari Jumat.
2)
Menguatkan tali silaturrahmi. Kita bisa mengetahui kondisi jamaah yang lainnya.
Misalnya, jika kita melihat ada jamaah sedang dilanda
kesusahan hidup, kita bisa membantu mereka. Atau, jika ada yang jarang ke masjid karena sakit, kita
bisa menjenguk mereka. Bahkan, jika kita melihat ada yang bermaksiat, kita bisa langsung
menasihatinya. Dari sini umat Islam bisa mewujudkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa sekaligus saling menasihati dalam kebaikan
dan kesabaran dengan amar ma'ruf dan
nahi munkar.
3)
Berkumpulnya umat Islam dalam masjid merupakan salah satu cara untuk mencari
barakah Allah Swt.
4)
Dengan sering berjamaah di masjid, bisa menambah semangat bekerja kita karena terbiasa melihat orang-orang yang semangat beribadah di
masjid.
5)
Melipatgandakan pahala kebaikan.
6)
Membiasakan diri untuk disiplin terhadap waktu.