MATERI AJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN
BUDI PEKERTI
Nama Sekolah :
SMP AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Kelas/Semester : 7F, 7D / Ganjil
Hari/Tanggal : Jum'at/ 4 Oktober 2019
Materi Pokok :
Selamat Datang Wahai
Nabiku Kekasih
Allah Swt.
KD :
- Mempelajari dan Memahami
Kronologi Masa Kelahiran sampai
Masa Dewasa
- Mempelajari
dan Memahami Peristiwa Pengangkatan
Muhammad
sebagai Nabi/Rasul
Materi
Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul
Awwal bertepatan
dengan tanggal 20 April 571 Masehi.
Nabi
Muhammad saw. lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib
wafat saat Nabi Muhammad saw. masih berusia 6 bulan di dalam kandungan ibunya,
Siti Aminah. Saat bayi, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh Halimah Sa‘diyah dari
Bani Saad, Kabilah Hawazin. Di perkampungan bani Saad inilah Nabi diasuh dan
dibesarkan sampai usia 5 tahun.
Saat
Nabi Muhammad saw. memasuki usia 6 tahun, ibunya wafat. Ia pun diasuh oleh
kakeknya, Abdul Muthalib. Kakeknya adalah seorang pemuka Quraisy yang sangat
disegani. Nabi Muhammad saw. mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang sangat
besar dari sang kakek. Sayang, hanya dua tahun Nabi diasuh kakeknya. Abdul Muthalib
meninggal saat Nabi Muhammad saw. berusia 8 tahun. Selanjutnya, Nabi Muhammad
saw. diasuh oleh pamannya, Abu Thalib sampai menginjak remaja.
Sejak
diasuh oleh pamannya, Nabi Muhammad saw. berkembang sebagai seorang anak yang
mulai menginjak masa remaja. Di situlah Nabi Muhammad saw. diperkenalkan oleh
pamannya bagaimana cara menjalani hidup. Nabi Muhammad saw. mulai mencari
pekerjaan sebagai buruh di usianya yang baru sepuluh tahun agar dapat
menghidupi dirinya sendiri. Mulailah ia menjadi penggembala ternak milik orang
lain di daerah gurun Mekah yang sangat panas Ia makan dari tumbuhan liar yang
terdapat di gurun.
Di gurun pasir itulah ia
menghayati arti kehidupan. Kesulitan hidup, kesendirian, dan rasa tanggung
jawab menjadikannya lebih matang dari pada usianya.
Sang paman melihat kecerdasan dan kematangan keponakannya, maka
pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. diperkenalkan kepada ilmu perniagaan..
Nabi Muhammad saw. yang masih remaja pun turut serta dalam pengelolaan ekonomi
pamannya. Ia sudah ikut membawa barang dagangan yang diambil dari majikannya,
Siti Khadijah. Hampir 3 tahun Nabi Muhammad saw. mengikuti pamannya untuk
menjajakan barang dagangannya.
Ketika kafilah dagang mereka sampai di kota Basra di wilayah Syria
Besar, seorang pendeta terkenal di masa itu, Buhairah, menghampiri Abu Thalib
dan mengatakan, “Aku mengenali anak muda ini sebagai sosok yang kelak akan
dinobatkan sebagai rahmat bagi semesta alam. Hal ini telah tertulis jelas dalam
kitab-kitab kami.” Buhairah selanjutnya menyarankan kepada Abu Thalib,
“Lindungi anak muda ini dari orang-orang Yahudi, lebih baik bawa ia kembali ke
Mekah.” Abu Thalib pun menuruti saran pendeta tersebut.
Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang sendiri
tanpa bantuan pamannya. Ia mengambil sendiri barang dagangannya dan
memasarkannya. Ketika berdagang, Nabi Muhammad saw. sangat jujur, tidak pernah
membohongi para pembelinya. Nabi tidak pernah mengambil keuntungan yang terlalu
besar, selalu berkata sopan, ramah, dan penuh kasih sayang.
Jadi, keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad saw. itu disebabkan
oleh pribadi mulia berikut ini.
1.
Berpendirian teguh.
2.
Memiliki semangat kerja yang tinggi.
3.
Memiliki kejujuran yang luar biasa.
4.
Menjunjung tinggi amanah atau kepercayaan yang diberikan orang
lain.
5.
Mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam perjalanan.
6.
Menyamakan pelayanan terhadap para pembeli.
7.
Memiliki sifat percaya diri.
8.
Menampilkan keramahan dan kesopanan, serta kasih sayang kepada siapa
saja.
9.
Kejujuran, perilaku santun, kesopanan berbicara, kerja
keras, dan kecerdasan Nabi Muhammad saw. merebut hati setiap orang, termasuk
Siti Khadijah. Pertama-tama ia meminta Nabi Muhammad saw. untuk memasarkan
barang dagangannya ke Syria. Hasilnya luar biasa. Itulah yang membuat Siti
Khadijah tertarik dan akhirnya menikah dengan Nabi Muhammad saw. Mereka
dikaruniai 7 orang anak, yaitu: Ibrahim, Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah,
Ummi Kul£μm dan Fatimah.
Nabi
Muhammad saw. merasakan keresahan atas perilaku yang dialami oleh masyarakat
Arab yang sudah jauh dari nilai-nilai kebenaran. Kemudian, Nabi Muhammad saw.
melakukan uzlah (mengasingkan diri) di Gua Hira. Hal ini dilakukan oleh
beliau berkali-kali. Maka tepat pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-40 dari kelahirannya, Nabi didatangi Jibril dan menerima wahyu
pertama Q.S. al-Alaq/96: 1-5.
Wahyu pertama inilah
yang menandakan bahwa Nabi Muhammad saw. dipilih dan diangkat Allah Swt. untuk
menjadi utusan-Nya atau Rasul.
Setelah wahyu pertama ini Jibril
tidak muncul lagi untuk beberapa lama, sementara Nabi Muhammad saw. terus
menantikan wahyu berikutnya dan selalu datang ke Gua Hira. Dalam keadaan
menanti itulah turun wahyu kedua, yaitu Q.S. al-Mudda£ir/74: 1-7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar