Jumat, 23 Januari 2026

Alam Semestaa sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT


INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Penyusun                              : Wagino, S. Ag

Instansi                                 : SMP Al Azhar 3  

Penyusunan                         : Tahun 2025

Jenjang Sekolah                 : SMP

Mata Pelajaran                   : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 

Fase D, Kelas / Semester :         VII (Tujuh) / II (Genap)

BAB / Tema                          : 6 / Alam Semestaa sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT 

Materi Pokok                       :  Kandungan Q.S Al-Anbiya’/21: 30 dan Q.S al-A’raf/7    

Alokasi Waktu                     : 1 x pertemuan ( 40 Menit)

B. KOMPETENSI AWAL

·         Peserta didik diharapkan mampu membaca Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al-A‟raf/7 : 54.

C. PROFIL PELAJAR PANCASILA

·         Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia

·         Mandiri

·         Bernalar kritis

·         Kreatif

·         Bergotong-royong

·         Berkebinekaan global.

D. SARANA DAN PRASARANA

1)      Mushaf Al-Qur‟an, papan tulis, spidol, serta alat tulis lainnya

2)      LCD Projector, Speaker aktif, Note book, CD Pembelajaran interaktif, HP, kamera

E. TARGET PESERTA DIDIK

·      Peserta didik reguler/tipikal

F. MODEL PEMBELAJARAN

·      Model pembelajaran tatap muka.

·      Metode pembelajaran yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, dan diskusi.

KOMPETENSI INTI

A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran :

·         Melalui pembelajaran tutor sebaya, peserta didik dapat membaca Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al-A‟raf/7 : 54 sesuai kaidah ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan gunnah.

·         Melalui pembelajaran praktik, peserta didik dapat menghafal Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan Q.S. al- A‟raf/7 : 54 sesuai kaidah tajwid.

·         Melalui pembelajaran inquiry, kalian dapat menjelaskan kandungan Q.S al-Anbiya‟/21: 30 dan

Q.S. al-A‟raf/7 : 54 tentang penciptaaan dan keteraturan alam semesta serta cara bersyukur terhadap apa yang diciptakan Allah swt

·         Melalui pembelajaran diskusi, kalian dapat menjelaskan pesan Nabi Muhammad Saw untuk menguasai ilmu pengetahuan dan nilai-nilai yang dapat dipetik dari penciptaan dan pengaaturan

 

Assalamualaikum wr.wb.

 

Apa kabar anak-anak ?

Bagaimana dengan liburan  kalian ?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat sehingga kita semua dapat melaksanakan aktivitas kita sehari-hari. Aamiin

 

Dan semoga kalian semua sudah melaksanakan sholat shubuh, dhuha dan murojaah.

Diawal pembelajaran kali ini bapak akan menyampaikan  materi tentang

Alam Semesta sebagai Tanda Kekuasaan Allah swt.

Materi Pokok                  : 

                                                       Kandungan Q.S Al-Anbiya’/21: 30 dan Q.S al-A’raf/7: 54.

 

 

MATERI

 

QS. AL ANBIYA’ : 30

 

أَوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ ٣٠

30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman

 

QS. AL A’ROF : 54

 

 

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۢ بِأَمۡرِهِۦٓۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٥٤

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ´Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam

 

GHUNNAH

 

Materi Ghunnah dalam ilmu tajwid membahas hukum bacaan dengung pada huruf nun (ن) dan mim (م) yang bertasydid, dibaca dengan suara yang jelas dari hidung selama dua harakat (ketukan). Ini wajib dibaca dengung dan tidak boleh dilewatkan, berlaku pada nun/mim bertasydid (misal: الناسأمّا) maupun saat nun sukun/tanwin bertemu mim (Idgham Bighunnah), contohnya pada kata لَهَبٍ وَتَبَّ (dari Al-Lahab ayat 1). 

 

Pengertian Ghunnah

·         Secara Bahasa artinya Dengung.

·         Sedangkan secara Istilah: Suara dengung yang keluar dari pangkal hidung saat mengucapkan huruf ghunnah (nun dan mim) yang ditasydidkan. 

 

Huruf dan Hukum Bacaan

·          

·         Huruf Ghunnah: Huruf Nun (ن) dan Mim (م).

·         Syarat Wajib: Harus bertasydid (ــنّ atau ــمّ).

·         Cara Membaca: Dibaca dengung selama 2 harakat (ketukan), bisa disesuaikan dengan irama.

·         Kesalahan Umum: Hanya menekan tanpa mendengung. 

Contoh dalam Al-Qur'an

·         Nun Bertasydid (نّ): Pada kata ٱلنَّاسِ (An-Naas) dalam Surat An-Nas.

·         Mim Bertasydid (مّ): Pada kata وَأَمَّا (Wa-amma) atau فَأُمُّهُ (Fa-ummuhu) dalam Al-Qari'ah.

·         Idgham Bighunnah (Nun Sukun/Tanwin bertemu Mim): Pada لَهَبٍ وَتَبَّ (Lahabin wa-tabba) dari Al-Lahab. 

 

Tingkatan Ghunnah

Ghunnah memiliki tingkatan dengung, dari yang paling sempurna hingga paling kurang sempurna, seperti: Sangat Sempurna (Akmal), Sempurna (Kamilah), Kurang Sempurna (Naqisah), dan Sangat Kurang Sempurna (Anqas).

 

1. Bacalah dengan baik dan benar kedua ayat tersebut diatas !

 2. Carilah hukum bacaan ghunnah dalam QS. Al A'rof ayat 54 !

KESIMPULAN :

 

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah SWT Maha Kuasa atas semsta alam.

Oleh karena itu kita patut dan harus menyembah hanya kepada Allah SWT dengan

Menjalankan semua perintah dan menjauhi semua laranganNya.

 

Referensi

 

1.      1. Nasikin dkk. 2022. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT       Penerbit Erlangga

2.      2. Al Qur’an dan terjemahannya

      3. Buku Tajwid

         

B

Kamis, 22 Januari 2026

AL-QUR’AN MENGINSPIRASI MENJADI KHALIFATULLAH FIL ‘ARD PENEBAR KASIH SAYANG

 

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti (PAI)

BAB VI : AL-QUR’AN MENGINSPIRASI MENJADI KHALIFATULLAH FIL ‘ARD PENEBAR KASIH SAYANG

 

 

 

 

A.  Identitas Modul

Nama Sekolah              :   SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung

Nama Penyusun           :   Wagino, S.Ag

Mata Pelajaran            :   Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Fase / Kelas /Semester  :   D / IX / Genap

Alokasi Waktu             :   6 Jam Pelajaran (3 Pertemuan x 2 JP)

Tahun Pelajaran          :   2025 / 2026

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

·       peserta didik mampu membaca, mengartikan, menulis, mendemonstrasikan hafalan, menjelaskan kandungan Q.S. Al-Baqarah [2 ]: 30 dan Al-Qaṣaṣ [28]: 77 serta hadis tentang Khalifatullah fil arḍ Penebar Kasih Sayang, terbiasa membaca, mengartikan, menulis, menghafalal-Qur’an, meyakini bahwa Allah Swt. telah menciptakan manusia sebagai khalifah di mukabumi, mampu membuat karya sederhana yang mengandung konten pentingnya saling menyayangi sesama manusia, sehingga terbiasa berperilaku saling menyayangi meskipun berbeda bangsa, suku, agama, maupun budaya.

 

I.              TUJUAN  PEMBELAJARAN

·       Peserta didik mampu Membaca, Mengartikan, menulis dan mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 sesuai kaidah tajwid, khususnya hukum bacaan Mad dengan benar.

·       Peserta didik mampu Membaca, Mengartikan, menulis dan mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Qasas [28 ]: 77 sesuai kaidah tajwid, khususnya hukum bacaan Mad dengan benar.

·       Peserta didik mampu Membaca, Mengartikan, menulis dan mendemonstrasikan hafalan hadis tentang khalifatullah fil ’ard penebar kasih sayang dengan makhraj  yang benar.

·       Peserta didik Terbiasa membaca, Mengartikan, dan menghafal Al-Qur‘an dan hadis dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

·       Peserta didik mampu Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Baqarah [2]: 30 dengan benar

·       Peserta didik mampu Menjelaskan kandungan Q.S. Al-Qasas [28]: 77 dengan benar

·       Peserta didik mampu Menjelaskan kandungan hadis tentang khalifatullah fil ‘ard penebar kasih sayang

·       Peserta didik Terbiasa berperilaku saling menyayangi

 

Assalamualaikum wr.wb.

 

Anak-anak yang sholeh dan sholehah semoga kita semua selalu diberi nikmat oleh Allah SWT, sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Dan mudah-mudahan kalian semua tadi pagi sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat Dhuha dan tadarus Al Qur’an.

Pada pertemuan yang lalu bapak sudah menyampaikan materi-materi PAI yang akan dipelajari pada semester genap. Pada kesempatan ini kita akan belajar tentang  Bab VI : Al-Qur’an Menginspirasi Menjadi Khalifatullah Fil ‘Ard Penebar Kasih Sayang

MATERI

 

QS. AL BAQOROH AYAT 30

 

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٣٠

30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"

 

ISI KANDUNGANNYA :

 

Isi kandungan QS. Al Baqoroh ayat 30 adalah tentang rencana Allah SWT menjadikan manusia sebagai khalifah ( pemimpin di bumi ), sebuah peran yang mengandung tanggung jawab besar untuk mengelola, memakmurkan dan menjaga bumi serta menegakkan hukum Allah SWT.

 

Q.S. Al-Qasas [28]: 77

 

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٧٧

77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

 

Isi Kandungannya :

 

Isi kandungan QS. Al Qasas ayat 77 adalah menyeru umat muslim untuk mencari kebahagiaan akhirat dengan dengan memanfaatkan nikmat duniawi untuk amal sholeh, tanpa melupakan bagian duniawi dan larangan berbuat kerusakan di muka bumi.

 

MAD

 

1. Pengertian Mad

·             Secara bahasa: Memanjangkan, menambah.

·             Secara istilah (tajwid): Memanjangkan suara huruf Al-Qur'an karena ada     

·              huruf mad (ا, و, ي) yang bertemu sebab tertentu. 

2. Jenis-jenis Mad

 

    A. Mad Thabi'i (Mad Asli)

         Terjadi tanpa sebab khusus, hanya karena huruf mad bertemu harakat yang       

         sesuai

         Fathah + Alif (ا): Contoh: مَا (ma).

·                  Kasrah + Ya Sukun (يْ): Contoh: نِي (ni).

·                  Dammah + Wawu Sukun (وْ): Contoh: نُو (nu). 

 

B. Mad Far'i (Cabang)

 

     Terjadi karena adanya sebab (hamzah atau sukun) setelah huruf mad.           

     Ada sekitar 14 jenis, di antaranya: 

·              1. Mad Wajib Muttasil: Mad Thabi'i bertemu hamzah dalam satu kalimat.   

·                  Panjang: 4-5 harakat.

·              2. Mad Jaiz Munfasil: Mad Thabi'i bertemu hamzah di lain kalimat. Panjang:  

·                  2, 4, atau 5 harakat.

·              3. Mad Arid Lissukun: Terjadi saat berhenti (waqaf) di akhir ayat yang  

·                  sebelumnya ada Mad Thabi'i. Panjang: 2, 4, atau 6 harakat.

·               4. Mad Badal: Hamzah bertemu huruf mad (misal: اَأَخُذُ dibaca آخُذُ). Panjang:    

·                   2 harakat.

·                5. Mad Lazim: Terjadi ketika huruf mad bertemu sukun yang bertasydid  

·                     (Lazim Mutsaqqal) atau sukun mati (Lazim Mukhaffaf). Panjang: 6   

·                    harakat. 

 

3. Fungsi Mad

 

·         Memperindah bacaan Al-Qur'an (tartil).

·         Membedakan makna kata dalam bahasa Arab. 

Mempelajari hukum mad sangat penting agar bacaan Al-Qur'an sesuai dengan kaidah yang benar dan terjaga keindahannya,.

 

 

KESIMPULAN

 

1.     Allah SWT memberitahukan kepada malaikat bahwa Dia akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi yaitu pemimpin yang bertugas mengatur, memakmurkan dan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi

2.     Allah SWT memerintahkan kepada manusia mencari keuntungan akhirat tanpa melupakan keutungan duniawi.

3.     Jangan merusak bumi secara fisik, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

 

EVALUASI

 

1.     Bacalah       QS. Al Baqoroh ayat 30 dan QS. Al Qasas ayat 77 dengan baik dan benar !

2.     Carilah dalam QS. Al Baqoroh ayat 30 tentang hukum mad wajib muttasil, mad jaiz munfasil dan mad arid lissukun !

                

 

Referensi

 

1.     Buku PAI kelas 9, Penerbit Tiga Serangkai

2.     Al Qur’an dan Terjemahannya

3.     Buku tajwid