Kamis, 22 Mei 2025, Kelas 7C, 7D
A. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Wagino, S. Ag
Satuan Pendidikan : SMP Al Azhar 3
Kelas / Fase : VII (Tujuh) - D
Mata Pelajaran :
PAI dan Budi Pekerti
Elemen/Topik : Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada masa
Bani Umayyah di Andalusia
Prediksi Alokasi Waktu : 1 Pekan/ 3 JamPelajaran
Pertemuan ke : 2
B. KOMPETENSI AWAL
Guru dapat
menghubungkan materi sejarah Islam Bani Umayyah di Andalusia dengan materi
akhlak misalnya menumbuhkan semangat dalam mencari ilmu dan mengembangkan
teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Guru dapat pula menghubungkan keunggulan
peradaban suatu bangsa dengan sistem keyakinan, bahwa semuanya merupakan
perwujudan keberpihakan rahmat dan karunia Allah Swt.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman,
bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif,
inovatif,
mandiri,
berkebhinekaan global
D.TUJUAN
PEMBELAJARAN
· peserta didik dapat menceritakan sejarah Bani
Umayyah di Andalusia.
· peserta didik dapat menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan pada
masa Bani Umayyah di Andalusia.
· peserta didik dapat membuatbagan, infografis, atau timeline perkembangan
ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia
Assalamualaikum wr.wb.
Semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam
lindungan Allah SWT. Aamiin
Dan semoga kalian semua sudah melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha
dan murojaah.
Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang Rukhsoh, yaitu suatu
kemudahan atau keringanan dalam beribadah kepada Allah SWT ( rukhsoh dalam
sholat, puasa, zakat dan haji )
Nah pada pertemuan kali ini kita akan balajar tentang perkembangan ilmu
pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Andalusia
MATERI
Kedatangan
Islam di Andalusia, Spanyol, dimulai pada abad ke-8, ketika Daulah Umayyah
masih memerintah dari Damaskus, Suriah.
Setelah
pemerintahan di Damaskus runtuh, salah seorang keturunan Bani Umayyah bernama
Abdurrahman ad-Dakhil berhasil melarikan diri ke Andalusia. Abdurrahman
ad-Dakhil berusaha membangkitkan kekuasaan Dinasti Umayyah dengan mendirikan
menjadi Emir di Kordoba, Andalusia, pada tahun 756.
Pada
tahun 929, Keamiran Kordoba diubah menjadi Kekhalifahan Kordoba oleh
Abdurrahman III. Satu abad kemudian, tepatnya pada 1031, Kekhalifahan Kordoba
yang dipimpin oleh Dinasti Umayyah runtuh setelah terpecah menjadi beberapa
kerajaan kecil.
Kekhalifahan Kordoba menandai berakhirnya sejarah
Bani Umayyah di Andalusia.
Kemajuan yang dicapai pada masa Bani Umayyah di
Andalusia :
Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan
Kekuasaan
Islam pada masa Bani Umayyah di Andalusia membawa perubahan yang besar,
terutama di bidang pengetahuan dan kebudayaan. Pada masa pemerintahan Muhammad
I (852-886), minat terhadap ilmu pengetahuan dan filsafat mulai berkembang di
Andalusia. Dinasti Umayyah di Andalusia juga mengembangkan pendidikan Islam
melalui kurikulum dan lembaga pendidikan Islam. Lembaga-lembaga pendidikan
Islam tersebut diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pendidikan dasar dan
pendidikan tinggi. Pendidikan dasar yang berkembang di Andalusia banyak
mempelajari tentang fikih, bahasa dan sastra, seni dan musik. Sedangkan
pendidikan tinggi berfokus pada filsafat dan sains, yang dapat dipelajari di
universitas-universitas yang tersebar di Cordoba, Granada, Seville, dan Malaga.
Universitas Cordoba dan Granada menjadi universitas terkenal di Spanyol yang
mengajarkan kurikulum teologi, ilmu hukum, kedokteran, filsafat, serta
astronomi.
Bidang Seni dan Arsitektur
Selain ilmu pengetahuan dan pendidikan,
kemajuan Islam masa Daulah Umayyah di Andalusia juga meliputi bidang budaya,
seni, dan arsitektur. Bukti kemajuan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah
di Andalusia dapat dilihat pada bangunan-bangunan megah peninggalannya di
Cordoba, Granada, Sevilla, dan Toledo. Bangunan-bangunan tersebut berupa
istana, masjid, tata kota, hingga permukiman.
Di setiap sudut Andalusia dibangun fasilitas
publik seperti jalan, pasar, jembatan, saluran irigasi, pemandian, hingga
pabrik. Beberapa bangunan di Andalusia dari masa Dinasti Umayyah yang terkenal
karena kemegahannya antara lain Masjid-Katedral Cordoba dan Madina Zahra.
Arsitektur-arsitektur Islam di Andalusia mempunyai tiga ciri khas yang selalu
ada pada setiap bangunan, yaitu ornamen kaligrafi, bunga, dan geometri. Baca
juga: Cara Melatih Anak Kucing agar Buang Air di Kotak Pasir Perkembangan seni
di Andalusia juga dipengaruhi oleh corak Yunani dan Romawi, yang dapat dilihat
pada bangunan-bangunan bersejarah di Granada. Peninggalan-peninggalan
arsitektur Bani Umayyah merupakan hasil dari inovasi dan akulturasi kebudayaan
Islam yang baru. Andalusia melahirkan para arsitek dan ilmuwan muslim yang
dikagumi karena meninggalkan pangaruh seni yang indah.
Kemajuan dalam sistem pemerintahan
1. Pendirian
departemen pencatatan (diwanul khatam)
2. Pendirian
pelayanan pos (Diwanul Barid)
3. Pemisahan
urusan keuangan dari urusan pemerintahan dengan mengangkat pejabat bergelar
sahibul
kharaj
4. Penggunaan
bahasa Arab sebagai alat komunikasi resmi dalam pemerintahan
5. Pencetakan
mata uang
6. Pembangunan
fasilitas umum misal gedung, masjid, sumur, jalan raya
7. Pengurangan
pajak dan menghentikan pembayaran upeti (jizyah) bagi orang yang baru masuk
Islam.
Kemajuan dalam agama dan ilmu pengetahuan
1. Penyempurnaan
tulisan mushaf al-Quran dengan titik pada huruf-huruf tertentu
2. Pembangunan
masjid Al Amawi di Damaskus dan al Aqsha di Yerussalem
3. Perluasan
masjid Nabawi di Madinah
4. Pembangunan
rumah sakit bagi penderita kusta
5. Pengumpulan
hadits
6. Menyamakan
kedudukan orang Arab dan non Arab sehingga kembali bersatu.
Keruntuhan Bani Umayyah
Ada
beberapa faktor yang menyebabkan keruntuhan dinasti berusia 365 tahun tersebut.
Faktor ini adalah:
1. Munculnya
kelompok yang tidak puas terhadap Bani Umayyah misal Khawarij, Syiah, dan
non-Arab
(mawali)
2. Tidak adanya
ketentuan jelas tentang sistem pergantian khalifah
3. Perpecahan
antara etnis suku Arabiah Utara (Bani Qais) dengan suku Arabiyah Selatan (Bani
Kalb)
4. Senang
hidup mewah
5. Terbunuhnya
Khalifah Marwan bin Muhammad yang dilakukan tentara Dinasti Abbasiyah sebagai
akhir Dinasti Bani Umayyah di Damaskus
6. Munculnya
kekuatan baru yang dipimpin keturunan Al-Abbas bin Abdul Muthalib sebagai
saingan
Bani Umayyah.
Khalifah
Daulah Umayyah di Andalusia
Berikut ini amir-amir yang pernah
memimpin Daulah Umayyah di Andalusia:
1.
Abdurrahman Ad-Dakhil (756-788 M)
2. Hisyam
bin Abdurrahman (788-796 M)
3. Al-Hakim
bin Hisyam (796-822 M)
4. Abdurrahman
al-Ausath (822-852 M)
5. Muhammad
bin Abdurrahman (852-886 M)
6. Munzir
bin Abdurrahman (886-912 M)
7. Abdurrahman
an-Nasir (912-961 M)
8. Hakam
al-Muntasir (961-976 M)
9. Hisyam
II (976-1009 M)
10. Muhammad
II (1009-1010 M)
11. Sulaiman
(1013-1016 M)
12. Abdurrahman
IV (1016-1018 M)
13. Abdurrahman
V (1018-1023 M)
14. Muhammad
III (1023-1025M)
15. Hisyam
III (1027-1031 M)
KESIMPULAN
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Bani Umayyah adalah dinasti lain yang menandai
besarnya peradaban Islam.
Sejak saat itu dimulailah sejarah salah satu
bukti kejayaan sejarah peradaban Islam di dunia.
masa keemasan
kekhalifahan Bani Umayyah ditandai dengan berhasil menaklukkan berbagai
wilayah, sehingga wilayah Bani Umayyah sangat luas.
Wilayah-wilayah
yang termasuk ke dalam bagian Bani Umayyah, yakni Spanyol, Afrika Utara,
Suriah, Palestina, Semenanjung Arabia, Irak, sebagian wilayah Asia, Persia,
Afganistan, Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Kirgistan.
REFERENSI
Nasikin dkk. 2022. Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT Penerbit Erlangga