Senin, 10 Maret 2025

GHIBAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA

Senin, 10 Maret 2025,  Kelas 7A, 7B

Informasi Umum

Kode Modul Ajar

PAI dan BP.D.VII.8a

Penyusun/Tahun

Wagino, S. Ag / 2024

Kelas/Fase Capaian

VII/Fase D

Elemen/Topik

Akhlak/ Gibah dan dampak negatifnya

Alokasi Waktu

120 menit (3 Jam Pelajaran)

Pertemuan Ke-

2

Profil Pelajar Pancasila

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Bergotong-royong, Kreatif

Sarana Prasarana

LCD, Proyektor, Papan Tulis

Target Peserta Didik

Regular/Tipikal

Model Pembelajaran

Problem-Based Learning

Mode Pembelajaran

Tatap Muka

 

Komponen Inti

 

Tujuan Pembelajaran

       1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian gibah dan dalilnya

       2. Peserta didik dapat menjelaskan penyebab gibah

       3. Peserta didik dapat menjelaskan bentuk-bentuk gibah

       4. Peserta didik dapat menjelaskan dampak negatif gibah

       5. Peserta didik dapat menjelaskan cara menghindari gibah

  6. Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan gibah, kritik,dan review produk di media sosial

 

Assalamualaikum w.wb.

Apa kabar anak-anak yang sholeh dan sholehah,

Semoga dalam selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin

Dan semoga kalian sudah melaksanakan sholat shubuh, dhuha dan murojaah Al qur’an

Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang Iman kepada malaikat yang berarti kita harus yakin atau percaya dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menciptakan malaikat dari cahaya atau nur dan masing-masing diberi tugas yang berbeda-beda.

Nah pada pertemuan ini kita akan belajar tentang Dampak negatif GHIBAH

 

Secara istilah, ghibah adalah membicarakan orang lain dengan cara melontarkan isu-isu negatif dengan mencari kesalahan orang lain, kemudian disebarkan orang lain dengan maksud menyudutkan orang yang digunjingkan..

Alasan-Alasan Perbuatan Ghibah Dilarang Agama
1. Mengakibatkan Permusuhan
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, perbuatan ghibah dilarang agama karena dapat mengakibatkan permusuhan antar sesama. Bahkan, bisa saling membenci, pertengkaran, dan tidak menutup kemungkinan pertumpahan darah. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh R. Syamsul B., dan M. Nielda dalam Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya.

2. Membuat Orang yang Bersangkutan Malu
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan dalam buku berjudul Ustadz Adi Hidayat oleh Rusydie Anwar, bahwa alasan mengapa perbuatan ghibah dilarang agama adalah karena berpotensi membuat orang yang bersangkutan malu karena aibnya dibongkar.

Allah SWT saja dengan segala kekuasaan-Nya dan belas kasih-Nya berkenan menutupi aib hamba-Nya, lantas apa hak kita sehingga perlu membeberkan aib orang lain?

3. Balasan bagi Orang yang Berbuat Buruk
Salah satu alasan menyebarkan aib dengan cara ghibah salah satunya adalah ingin memberi pelajaran bagi sang pelaku. Namun hal ini merupakan cara yang salah.

Alasan mengapa ghibah dilarang agama adalah karena Allah SWT akan memberi balasan amalan seseorang sesuai dengan apa yang dikerjakannya, sebagaimana firman-Nya,

"Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya." (Al-Mudatsir: 38)

Orang-orang yang menjelek-jelekkan orang lain pada hakikatnya bukan hanya ghibah kepada seseorang, melainkan juga mencaci dan merendahkan ciptaan Allah SWT. Inilah yang dibenci oleh syariat dengan sabdanya,

"Kalian menyebut hal yang dibenci oleh saudaramu yang ada padanya."

Dampak Buruk Ghibah


Selain alasan-alasan di atas, perbuatan ghibah juga dilarang agama karena menimbulkan berbagai dampak buruk. Jondra Pianda dalam bukunya yang berjudul Blak-Blakan Bahas Mapel Pendidikan Agama Islam SMP, dampak negatif ghibah yaitu:

1. Mengakibatkan rusaknya hubungan baik dengan orang lain

2. Menimbulkan kebencian, dendam, dan permusuhan

3. Merusak keharmonisan dalam hidup bermasyarakat

4. Berdosa kepada Allah SWT

5. Mengurangi iman

6. Balasan bagi Orang yang Berbuat Buruk

Kesimpulan

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah!


Referensi

Nasikin dkk. 2022. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Kelas VII. Jakarta: PT Penerbit Erlangga