INFORMASI UMUM
|
|
A.
IDENTITAS MODUL
|
|
Penyusun
Instansi
Tahun
Penyusunan
Jenjang
Sekolah
Mata
Pelajaran
Fase
/ Kelas / Semester
Alokasi
Waktu
|
:
:
:
:
:
:
:
|
Wagino, S.Ag
SMP Al Azhar 3 Bandar Lampung
Tahun
2024
SMP
Pendidikan agama Islam dan Budi Pekerti
D/ IX / I (Ganjil)
3 Pekan / 9 jam pelajaran
|
|
B.
KOMPETENSI AWAL
|
|
Capaian Pembelajaran Fase D
Pada
akhir Fase D, pada elemen Al-Qur’an Hadis peserta didik memahami definisi
Al-Qur’an dan Hadis Nabi dan posisinya sebagai sumber ajaran agama Islam.
Peserta didik juga memahami pentingnya pelestarian alam dan lingkungan
sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam. Peserta didik juga
mampu menjelaskan pemahamannya tentang sikap moderat dalam beragama. Peserta
didik juga memahami tingginya semangat keilmuan beberapa intelektual besar
Islam. Dalam elemen akidah, peserta didik mendalami enam rukun Iman. Dalam
elemen akhlak, peserta didik mendalami peran aktivitas salat sebagai bentuk
penjagaan atas diri sendiri dari keburukan. Peserta didik juga memahami
pentingnya verifikasi (tabayyun)
informasi sehingga dia terhindar dari kebohongan dan berita palsu. Peserta
didik juga memahami definisi toleransi dalam tradisi Islam berdasarkan ayat-
ayat Al-Qur’an dan Hadis-Hadis Nabi. Peserta didik juga mulai mengenal
dimensi keindahan dan seni dalam Islam termasuk ekspresi-ekspresinya. Dalam
elemen ibadah, peserta didik memahami internalisasi nilai-nilai dalam sujud
dan ibadah salat, memahami konsep mu‘āmmalah, riba, rukhsah, serta mengenal
beberapa mazhab fikih, dan ketentuan mengenai ibadah qurban. Dalam elemen
sejarah, peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia dari
kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani, Syafawi dan
Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya Islam ke
Indonesia.
Capaian Pembelajaran Fase D Berdasarkan Elemen
|
Elemen
|
Capaian Pembelajaran
|
|
Sejarah Peradaban Islam
|
Peserta didik mampu menghayati penerapan akhlak mulia
dari kisah-kisah penting dari Bani Umayyah, Abbasiyyah, Turki Usmani,
Syafawi dan Mughal sebagai pengantar untuk memahami alur sejarah masuknya
Islam ke Indonesia.
|
|
Tujuan Pembelajaran :
Setelah
mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampumendeskripsikan,
menganalisis, membuat karya berupa timeline sejarahperadaban Islam pada masa
Daulah Usmani, meyakini bahwa Islam adalahagama yang rahmatan lil-‘ālamīn dan
terbiasa berperilaku menghargai hasilkarya seni, memiliki motivasi bekerja
keras dan tidak mudah putus asa.
Assalamualaikum wr.wb.
Semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari.
dan semoga kalian pada hari ini sudah melaksanakan sholat shubuh berjamaah di masjid bagi yang laki-laki.
Pada pertemuan yang lalu kita sudah belajar tentang aqiqah dan qurban yang keduanya ada persamaan nya yaitu sama-sama menyembelihan hewan.
Aqiqah sebagai rasa syukur atas kelahiran anak sedangkan qurban sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT.
Pada pertemuan kali ini kita akan belajar tentang Sejarah Daulah Usmaniyah
MATERI
Daulah
Usmani adalah kerajaan Islam yang
berdiri di abad pertengahan dan terletak di Turki. Maka dari itu, kerajaan ini
juga disebut dengan Kerajaan Turki Usmani.
Adapun
latar belakang berdirinya Daulah Usmani adalah bermula dari bangsa Turki
dari kabilah Oghuz yang pergi untuk menghindari serangan bangsa Mongol.
Akhirnya, mereka tiba di wilayah pegunungan dan bertemu dengan Dinasti Saljuk.
Akhirnya,
Raja Ertugrul, pemimpin kabilah tersebut mengabdi terhadap Sultan Alauddin II,
pemimpin Dinasti Saljuk kala itu yang tengah berperang untuk melawan Bizantium.
Dalam
peperangan tersebut, Raja Ertugrul dan pasukannya turut membantu pasukan Sultan
Alauddin II sampai akhirnya mampu mencapai kemenangan. Dari sinilah Raja
Ertugrul memperoleh tanah di Asia Kecil yang letaknya dekat dengan Bizantium.
Selang
beberapa lama dari kejadian tersebut, Raja Ertugrul meninggal di tahun 1289
Masehi. Akhirnya, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Usman. Nah, sosok
Usman inilah yang dianggap menjadi pendiri Daulah Usmani.
Usman
pertama kali mengumumkan berdirinya Daulah Usmani pada 699 H atau 1300 M, pasca
terbunuhnya Sultan Alauddin II. Pada masa kepemimpinannya, dirinya melakukan
ekspansi ke berbagai wilayah, termasuk Eropa Timur, negeri Arab di wilayah Asia
Barat, Asia Kecil, hingga Afrika Utara.
Masa Kejayaan Daulah Usmani
Masa
kejayaan Daulah Usmani berada di tangan Sultan Selim I yang memimpin sekitar
abad ke-16 Masehi. Kala itu, Sultan Selim I fokus terhadap perluasan wilayah ke
area selatan Turki, menguasai Kairo, Baghdad, hingga sisa kekuasaan Bizantium.
Hal itu
berlanjut sampai abad ke-17, ketika Daulah Usmani menjadi kerajaan Islam besar
di wilayah Timur Tengah serta Semenanjung Balkan. Pasca wafatnya Sultan Selim
I, dirinya digantikan Sultan Suleiman I yang mampu menguasai area mulai dari
lembah Sungai Nil hingga Gibraltar.
Daftar sultan di masa Kesultanan Utsmaniyah
Periode ini dibuat berdasarkan kalender Masehi
Osman I (1299-1324)
Orhan I (1324-1362)
Murad I (1362-1389)
Bayezid I (1389-1402)
Mehmed I (1413-1421)
Murad II (1421-1444)
Mehmed II (1444-1446)
Bayezid II (1481-1512)
Selim I (1512-1520)
Suleiman I (1520-1566)
Selim II (1566-1574)
Murad III (1574-1595)
Mehmed III (1595-1603)
Ahmed I (1603-1617)
Mustafa I (1617-1618)
Osman II (1618-1622)
Murad IV (1622-1623)
Ibrahim I (1640-1648)
Mehmed IV (1648-1687)
Suleiman II (1687-1691)
Ahmed II (1691-1695)
Mustafa II (1695-1703)
Ahmed III (1703-1730)
Mahmud I (1730-1754)
Osman III (1754-1757)
Mustafa III (1757-1774)
Abdul Hamid I (1774-1789)
Selim III (1789-1807)
Mustafa IV (1807-1808)
Mahmud II (1808-1839)
Abdul Mejid I (1839-1861)
Abdul Aziz I (1861-1876)
Murad V (1876-1876)
Abdul Hamid II (1876-1909)
Mehmed V (1909-1918)
Mehmed VI (1918-1922).
Baca juga:
Ini Pendiri Dinasti Abbasiyah dalam Sejarah Islam
C. Keruntuhan Kesultanan Utsmaniyah
Kemunduran Turki Utsmani terlihat setelah Sultan
Sulaiman al-Qanuni wafat tahun 1566 M. Kekaisaran ini tidak menemui pengganti
yang kuat, hingga pada akhir abad ke-18 serangan negara lain makin gencar
termasuk lewat pemikiran.
Perang pemikiran menyebabkan munculnya
nasionalisme Turki dan Arab yang membuat Turki Utsmani pecah. Setelah itu
muncul gerakan yang menyatakan seluruh muslim berada dalam satu payung pimpinan
Jamaludin Al Afghani.
Selain itu, muncul juga Mustafa Kemal Pasha yang
mengadakan pembaharuan mengacu pada Barat. Tanggal 3 Maret 1924, Mustafa Kemal
Pasha berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmani, berganti Turki yang
menerapkan sistem sekuler
Kesimpulan
A. Keteladan yang dapat diambil dari
Sejarah Daulah Turki Utsmaniyah adalah :
1.
Bekerja keras dalam menetapkan sistem hukum pemerintahan
2.
Bekerja keras dalam memperkuat negara melalui
militer
3.
Bekerja keras dalam membangun ekonomi
negara
4.
Bekerja keras dalam mewujudkan toleransi
antar umat beragama
5.
Bekerja keras dalam meningkatkan sains
tenologi
6.
Membangun dan menghargai bahasa dan budaya
7.
Membangun dan menghargai arsitektur
B. Pelajaran yang dapat diambil dari
kemunduran Daulah Utsmaniyah adalah :
1. Kurang meratanya
tingkat pendidikan warga daulah usmaniyah
2. Kemerosotan akhlak
sebagian pemimpin daulah usmaniyah
3. Kekuatan militer
yang lemah
4. Alokasi finansial
untuk biaya perang yang besar
5. Terjadinya perpecahan
di dalam wilayah usmaniyah
Demikian
beberapa informasi berkaitan dengan latar belakang berdirinya Daulah Usmani
dan masa kejayaannya.
EVALUASI
1. Jelaskan kontribusi Daulah
Usmaniyah dalam sejarah Islam di dunia
2. Jelaskan keteladan yang diperoleh
dari kehidupan khalifah Sulaiman Al Qonuni ?
REFERENSI
1.
Buku pendidikan agama Islam , PT. Tiga Serangkai Pustaka, 2022
2.
Internet