Rabu, 20 September 2023, di Kelas 9B, 9D
Sekolah
: SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung
Mata
Pelajaran :
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester
: IX (Sembilan) /Ganjil
Materi
Pokok : Mengasah Pribadi
yang Unggul dengan Tata Krama, Santun dan Rasa Malu
Sub Materi :
Rasa Malu
Alokasi
Waktu : 3 Jam
Pelajaran / 1x Pertemuan
Kompetensi Dasar : 3.7 Memahami makna rasa
malu.
4.7 Menyajikan contoh perilaku rasa malu.
A.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:
·
Mendeskripsikan dan menyebutkan pengertian malu dengan benar.
·
Menyebutkan dalil naqli tentang malu dengan
benar.
·
Menjelaskan hikmah perilaku malu sebagai implementasi
dari pemahaman QS. Al-Baqarah/2:83 dan hadis terkait dengan
benar.
APERSEPSI
Semoga kita dalam keadaan
sehat wal afiat, sehingga kita dapat melaksanakan sholat shubuh, sholat dhuha
dan murajaah.
Pada pertemuan yg lalu kita sudah
belajar tentang tata krama dan sopan santun.
Tata
krama artinya etika, moral, sopan santun, tingkah laku.
Tata
krama dapat dilakukan kepada :
1. Allah
swt
2. Orang
tua
3. Guru
4. Teman
sebaya
Selanjutnya
pada kesempatan ini kita akan mempelajari materi tentang rasa malu.
Definisi malu dari segi bahasa adalah ( al-hayâ’ )
yang artinya menahan diri dari melakukan sesuatu dengan alasan takut akan
celaan dari orang lain. Sedangkan secara istilah malu adalah salah satu akhlak
terpuji yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang jelek dan
menahan dirinya dari merampas hak orang lain.
Rasa malu tidak dapat dipisahkan dari iman yang
keduanya merupakan pasangan satu sama lain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Hakim, beliau
berkata:
Artinya: “Iman dan malu merupakan pasangan dalam
segala situasi dan ini kondisi. Apabila rasa malu sudah tidak ada, maka iman
pun sirna.” (HR. Al Hakim).
Ada juga hadis yang mengatakan bahwa “malu itu
sebagian dari iman”
Bentuk malu dalam islam terbagi menjadi 3:
1.Malu kepada Allah
Artinya seseorang yang memiliki rasa malu kepada Allah
, maka ia akan berusaha untuk meninggalkan segala sesuatu yangdibenci oleh
Allah SWT dan mengerjakan segala sesuatu yang dicintai oleh Allah. Sifat malu
kepada Allah akan mengantarkan pemiliknya malu untuk berbuat dosa, karena sifat
muraqabatullah yaitu sifat merasa selalu terikat oleh Allah dalam setiap
kondisi kapanpun dan dimanapun.
2.Malu untuk diri sendiri
Artinya seseorang harus mempunyai rasa malu pada
dirinya sendiri. Malu kepada diri sendiri berarti malu ketika ingin melakukan
kesalahan tatkala sendiri. Sehingga ketika memiliki niat untuk berbuat dosa
tatkala sendiri, malu karena menahan diri untuk melakukannya.
3.Malu kepada orang lain
Artinya tidak hanya malu kepada Allah dan diri
sendiri, kita harus memiliki malu kepada orang lain. Orang yang memiliki rasa
malu kepada orang lain, maka ia tidak akan berani melakukan kesalahan atau
kesalahan di hadapan orang lain.
Rasa malu memiliki keutamaan yang sangat agung dalam
syari’at islam,diantaranya :
- Malu adalah akhlak Allah dan
akhlak yang dicintai-Nya
Sebagiamana Rasulullah SAW bersabda kepada Asyaj bin
Abdul Qais, “ Sungguh dalam dirimu ada dua karakter yang Allah sukai yaitu malu
dan murah hati.” (HR.Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi).
Rasulullah juga mengatakan, “ Sungguh, Allah itu
pemalu. Allah malu bila seseorang mengangkat kedua untuk berdoa kepada-Nya,
tetapi Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong.” (HR.Tirmidzi).
- Malu adalah dan cabang
kemenangan
Rasulullah ﷺ berdoa, “Rasa malu tidak akan
berbuat sesuatu, kecuali kebaikan.” (HR.Bukhori). Dalam hadist lain Rasulullah
juga mengatakan, “Malu adalah salah stau cabang dari kemenangan”
- Malu perhiasan adalah dan
keindahan bagi manusia
Rasulullah berkata, “Tidaklah suatu perbuatan ada pada
suatu perbuatan melainkan akan merusak nilai perbuatan itu, dan menimbulkan
rasa malu pada suatu perbuatan tetapi akan memperindah itu.” (HR.Ibnu Majah dan
Tirmidzi)
- Malu adalah akhlaknya malaikat
dan akhlak Islam
Rasulullah bersabda, “Sungguh, aku merasa malu
terhadap seorang lelaki yang para malaikat pun merasa malu terhadapnya.”
(HR.Muslim)
- Malu adalah akhlaknya para Nabi
- Malu akan mengantarkan ke surga
- Malu adalah tanda hidupnya hati
Dalam Al-mausu’ah al-Fiqhiyah seorang ulama berkata:
“Malu adalah bagian dari hidup. Karena hati yang hidup dapat menghadirkan sifat
malu. Sebaliknya, sedikitnya rasa malu akibat dari hati dan jiwa yang diganti.”
Inilah malu dalam Islam dan keutamaannya. bekal malu
dalam diri seseorang tidak mengantarkannya pada dunia, justru akan membawa
kebahagiaan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dari
penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai seorang muslim harus
menjaga dan memlihara rasa malu karena malu adalah sebagian dari
iman.
PENUGASAN
1. Berikan 3 contoh malu kepada Allah SWT !
2. Berikan 3 contoh malu kepada diri sendiri !
3. Berikan 3 contoh malu kepada orang lain !