NamaSekolah : SMP Al Azhar
3 Bandar Lampung
Mata
Pelajaran : PendidikanAgama Islam dan Budi Pekerti
TahunPelajaran : 2020 / 2021
Kelas
/ Semester : 7C, 7D/ Ganjil
Hari/Tanggal : Senin/23 November 2020
MateriPokok : Selamat Datang Nabi Wahai Kekasihku
SubMateri : Masa Kelahiran sampai dewasa dan pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai
Nabi/Rasul.
KD :
1.3. Menghayati sejarah kelahiran Nabi
Muhammad SAW dan pengangkatan Nabi
Muh ammad SAW
sebagai Nabi/Rasul.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Melalui pembelajaran daring dengan aplikasi SIMASKOT
& BLOGGER, peserta didik dapat:
·
Menjelaskan sejarah lahir dan silsilah Nabi
Muhammad SAW.
·
Bersikap jujur seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
·
Menjelaskan kegiatan Nabi Muhammad SAW di waktu anak-anak dan dewasa
Menjelaskan sejarah diangkatnya Nabi
Muhammad SAW sebagai Rasul
MATERI AJAR
Rangkumlah Materi/Bab tentang Nabi Muhammad SAW dari lahir sampai diangkat menjadi ROSUL !
Nabi Muhammad saw. lahir pada hari Senin, 12 Rabi’ul Awwal bertepatan
dengan tanggal 20 April 571 Masehi.
Nabi Muhammad saw. lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya, Abdullah bin Abdul Muthalib
wafat saat Nabi Muhammad saw. masih berusia 6 bulan di dalam kandungan ibunya,
Siti Aminah. Saat bayi, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh Halimah Sa‘diyah dari Bani Saad, Kabilah Hawazin. Di perkampungan bani Saad inilah Nabi diasuh dan dibesarkan
sampai usia 5 tahun.
Saat Nabi Muhammad saw. memasuki usia 6 tahun, ibunya
wafat. Ia pun diasuh oleh kakeknya, Abdul Mu¯±lib. Kakeknya adalah
seorang pemuka Quraisy yang sangat disegani. Nabi Muhammad saw. mendapatkan
kasih sayang dan
perhatian yang sangat besar dari sang kakek. Sayang,
hanya dua tahun Nabi diasuh kakeknya. Abdul Muthalib meninggal saat Nabi
Muhammad saw. berusia
8 tahun. Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh
pamannya, Abu Thalib
sampai menginjak remaja.
Sejak diasuh oleh pamannya, Nabi Muhammad saw. berkembang
sebagai seorang anak yang mulai menginjak masa remaja. Di situlah
Nabi Muhammad saw. diperkenalkan oleh pamannya bagaimana cara menjalani
hidup. Nabi Muhammad saw. mulai mencari pekerjaan sebagai buruh di usianya yang baru sepuluh tahun agar dapat menghidupi dirinya sendiri. Mulailah
ia menjadi penggembala ternak milik orang lain di daerah gurun Mekah yang sangat panas. Ia makan dari tumbuhan liar yang
terdapat di gurun.
Di gurun pasir itulah ia menghayati arti kehidupan. Kesulitan hidup, kesendirian, dan rasa tanggung jawab menjadikannya lebih matang daripada usianya.
Sang paman melihat kecerdasan dan kematangan
keponakannya, maka pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. diperkenalkan kepada
ilmu perniagaan. Nabi Muhammad saw. yang masih remaja pun turut serta
dalam pengelolaan
ekonomi pamannya. Ia sudah ikut membawa barang dagangan
yang diambil dari majikannya, Siti Khadijah. Hampir 3 tahun Nabi Muhammad
saw. mengikuti pamannya untuk menjajakan barang dagangannya.
Ketika kafilah dagang mereka sampai di kota Basra di
wilayah Syria Besar, seorang pendeta terkenal di masa itu,
Buhairah, menghampiri Abu Thalib danmengatakan, “Aku mengenali anak muda ini sebagai sosok yang kelak akan dinobatkan sebagai rahmat bagi semesta alam. Hal ini telah tertulis jelas dalam kitab-kitab kami.” Buhairah selanjutnya menyarankan kepada Abu Thalib, “Lindungi anak muda ini dari orang-orang Yahudi, lebih baik
bawa ia kembali ke Mekah.” Abu Thalib pun menuruti saran pendeta tersebut.
Pada usia 25 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai ber dagang sendiri tanpa bantuan
pamannya. Ia mengambil sendiri barang dagangannya dan
memasarkannya. Ketika
berdagang, Nabi Muhammad saw. sangat jujur, tidak pernah
membohongi para
pembelinya. Nabi tidak pernah mengambil keuntungan yang
terlalu besar, selalu
berkata sopan, ramah, dan penuh kasih sayang.
Jadi, keberhasilan usaha dagang Nabi Muhammad saw. itu
disebabkan oleh pribadi mulia berikut ini.
1. Berpendirian teguh.
2. Memiliki semangat kerja yang tinggi.
3. Memiliki kejujuran yang luar biasa.
4. Menjunjung tinggi am±nah atau
kepercayaan yang diberikan orang lain.
5. Mampu menghadapi segala cobaan dan rintangan dalam
perjalanan.
6. Menyamakan pelayanan terhadap para pembeli.
7.
Memiliki sifat percaya diri.
8. Menampilkan keramahan dan kesopanan, serta kasih sayang kepada siapa saja.
Kejujuran, perilaku santun, kesopanan berbicara, kerja keras, dan kecerdasan Nabi Muhammad saw.
merebut hati setiap orang, termasuk Siti Khadijah. Pertama-tama ia meminta Nabi Muhammad saw. untuk
memasarkan barang dagangan nya ke Syria. Hasilnya luar biasa. Itulah yang membuat Siti
Khadijah tertarik dan akhirnya
menikah dengan Nabi Muhammad saw. Mereka dikaruniai 7
orang anak, yaitu: Ibrahim,
Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummi Kul£Î¼m dan Fatimah.
Untuk lebih lanjut materi ini silahkan dibaca di PAI yang ada pada kalian BAB tentang
Selamat Datang Nabi Wahai Kekasihku