MATERI AJAR PESANTREN KILAT ( SANLAT 1441 H
)
Rangkumlah materi dibawah ini dan kirim tugas dibawah ini di WA 085101311086
Sekolah : SMP Al
Azhar 3 Bandar Lampung
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi
Pokok : Kisah Sahabat Rasulullah
SA ( USMAN BIN AFFAN r.a dan ALI BIN
ABU THALIB )
Kelas : 7 A
Hari/Tanggal :
Selasa/19 Mei 2020
Pertemuan
Ke : 1
Alokasi Waktu : 1 pertemuan ( 3 JP )
‘USMAN BIN AFFAN r.a
‘Usman bin Affan adalah
sahabat Nabi yang termasuk al-Khulafau
ar-Rosyidμn yang
ke-3 setelah Umar bin Khattab. Ia dikenal sebagai pedagang kaya raya dan
pebisnis yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonom yang
diberikan olehnya kepada umat
Islam di awal dakwah Islam. Ia mendapat julukan zunnμrain yang
berarti “pemilik
dua cahaya.” Julukan ini didapat karena ‘Usman telah
menikahi putri kedua dan ketiga Rasullah, yaitu Ruqayah dan UmmuKulsum.
‘Usman bin Affan tidak segan-segan mengeluarkan
kekayaannya untukkepentingan agama dan masyarakat umum. Ia membeli sumur yang
jernih airnyadari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang setara dengan dua
setengah kilogram emas pada waktu itu. Sumur itu ia wakafkan untuk kepentingan
rakyatumum. ‘Usman juga memberi bantuan untuk memperluas Masjid Madinah dan membeli
tanah di sekitarnya. Ia mendermakan 1.000 ekor unta dan 70 ekor kuda,
ditambah 1.000 dirham sumbangan pribadi untuk Perang
Tabuk yang nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut. Pada
masa pemerintahan Abu Bakar, Usman juga pernah memberikan gandum yang diangkut
dengan 1.000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
ALI BIN ABI TALIB r.a
Ali bin Abi Talib mempunyai nama asli Haydar (singa) bin Abu Talib.
beliau adalah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga Nabi Muhammad
saw. Ali adalah sepupu Nabi Muhammad saw. dan menantunya setelah menikah dengan
Fatimah. Ali dilahirkan dari pasangan Fatimah binti Asad dan Abu Talib.
Kelahiran Ali banyak memberi hiburan bagi Nabi Muhammad saw. karena beliau
tidak punya anak laki-laki. Nabi Muhammad saw. bersama istrinya, Khadijah,
mengasuh Ali dan mengangkatnya sebagai anak. Hal ini sekaligus untuk
membalasjasa Abu Talib yang telah mengasuh Nabi sejak beliau kecil hingga
dewasa. Dengan demikian sejak kecil Ali sudah bersama dengan Nabi Muhammad saw.
Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak
belajar langsung dari Rasulullah.
Beliau selalu dekat Nabi karena menjadi anak angkatnya
dan berlanjut menjadi menantunya. Didikan langsung Nabi kepada Ali dalam semua
aspek ilmu Islam menggemblengnya menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas,
berani, dan sabar.
Setelah hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan
Nabi dengan putri kesayangannya, Fatimah. Nabi menimbang Ali yang paling tepat
dalam banyak hal, seperti nasab keluarga yang serumpun (Bani Hasyim) yang
paling dulu mempercayai kenabian Muhammad (setelah Khadijah). Ali bin Abi Talib
adalah salah seorang ilmuwan yang sangat cerdas. Rasulullah
mengatakan “Anaa
madiinatul ‘ilm wa ‘aliyu babuha” (Saya
adalah kota ilmu dan Ali adalah pintu gerbangnya).
Sebagaimana Khalifah Umar bin Khatab, Ali bin Abi
Talib sebagai Khalifah terakhir juga memiliki sifat yang sama, cerdas dan tegas.
Proses pergantian Khalifah dari
‘Usman bin ‘Affan ke Ali bin Abi Talib mengalami
hambatan. Ada kelompok yang setuju dan yang menentang. Dalam situasi genting
seperti ini, Ali bin Abi Talib tampil dengan tegas sehingga dapat menyelesaikan
permasalahan-permasalahan yang timbul. Inilah kepiawaian Khalifah Ali bin Abi
Talib.