MATERI AJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN
BUDI PEKERTI
Nama Sekolah : SMP AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Kelas/Semester :
7 A / Ganjil
Hari/Tanggal : Selasa/ 27 Agustus 2019
Materi Pokok :
Semua Bersih Hidup
Jadi Nyaman
KD :
Mempelajari dan Memahami
Ketentuan-ketentuan tentang Thaharah
Materi
Thaharoh artinya bersuci dari najis dan
hadas.
ajis adalah kotoran yg menjadi sebab
terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. sedangkan hadas adalah
keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh shalat
, tawaf, dan lain sebagainya.
Apa saja yang harus
dibersihkan?. Semua harus dibersihkan, termasuk badan, pakaian, tempat dan
lingkungan yang menjadi tempat
segala
aktivitas kita. Lebih-lebih tempat yang kita gunakan untuk melaksanakan ibadah shalat
thaharoh meliputi 2 hal yaitu: Thaharoh
dari najis dan Thaharoh dari hadas. thaharoh dari najis
maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis. Ada tiga macam najis,
yaitu najis Mukhaffafah, najis Mutawasithoh, dan najis Mugholazoh.
Najis Mukhaffafah adalah najis yang
ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum
makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup
dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.
Najis mutawassithaah adalah najis
pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni,
tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam,
yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini
adanya tetapi tidak nyata wujudnya (©atnya), bau dan rasanya. Cara
menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis.
Sedangkan najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (©at-nya)
dan bisa diketahui melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan
menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.
Najis Mugholazoh adalah najis yang
berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi. cara menyucikkannya
melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali
diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.
Hadas ada dua macam,
yaitu hadas kecil dan hadas besar
Kita terkena hadas kecil
apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1.
Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2.
Hilang akal (contoh tidur),
3.
Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang
bukan mukhrim, dan
4.
Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan
telapak tangan.
Cara
menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air
atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Bagaimana
dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/melakukan
salah satu dari enam perkara, yaitu:
1.
Berhubungan suami istri (setubuh),
2.
Keluar mani,
3.
Haid (menstruasi),
4.
Melahirkan,
5.
Nifas, dan
6.
Meninggal dunia
7.
Cara menyucikannya adalah
dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari
ujung
rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka
bisa dengan tayammum. Masalah hadas besar bagi perempuan menjadi
sangat penting dan menarik untuk dipelajari. Perempuan mengalami peristiwa
khusus yang tidak dialami oleh seorang laki-laki. Seorang perempuan mengalami
peristiwa haid, nifas, dan terkadang istikharah.