Senin, 26 Agustus 2019

MATERI  AJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Nama Sekolah                  : SMP AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Kelas/Semester               : 7 A / Ganjil
Hari/Tanggal                    : Selasa/ 27 Agustus 2019
Materi Pokok             : Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman
KD                               : Mempelajari dan Memahami Ketentuan-ketentuan tentang Thaharah

Materi

Thaharoh artinya bersuci dari najis dan hadas.
ajis adalah kotoran yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh shalat , tawaf, dan lain sebagainya.
Apa saja yang harus dibersihkan?. Semua harus dibersihkan, termasuk badan, pakaian, tempat dan lingkungan yang menjadi tempat
segala aktivitas kita. Lebih-lebih tempat yang kita gunakan untuk melaksanakan ibadah shalat

thaharoh meliputi 2 hal yaitu: Thaharoh dari najis dan Thaharoh dari hadas. thaharoh dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis. Ada tiga macam najis, yaitu najis Mukhaffafah, najis Mutawasithoh, dan najis Mugholazoh.
Najis Mukhaffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

Najis mutawassithaah adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (©atnya), bau dan rasanya. Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (©at-nya) dan bisa diketahui melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.
Najis Mugholazoh adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.

Hadas ada dua macam, yaitu hadas kecil dan hadas besar

Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1.      Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2.      Hilang akal (contoh tidur),
3.      Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan
4.      Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan.

Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:
1.      Berhubungan suami istri (setubuh),
2.      Keluar mani,
3.      Haid (menstruasi),
4.      Melahirkan,
5.      Nifas, dan
6.      Meninggal dunia
7.                  Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari
       ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum. Masalah hadas besar bagi perempuan menjadi sangat penting dan menarik untuk dipelajari. Perempuan mengalami peristiwa khusus yang tidak dialami oleh seorang laki-laki. Seorang perempuan mengalami peristiwa haid, nifas, dan terkadang istikharah.

Selasa, 13 Agustus 2019


MATERI AJAR

Mata Pelajaran : Agama Islam                                             Kelas          : 7C, 7G, 7A, 7B
Hari/Tanggal    : Rabu, 14 - 8 - 2019                                 Semester    : 1 ( Ganjil )
Materi                : Semua Bersih Hidup Jadi Nyaman.
KD                      : Menghayati ajaran bersuci dari hadas kecil dan hadas besar berdasarkan   
              syariat Islam.

MATERI


¯ah±rah artinya bersuci dari najis dan hadas. Najis adalah kotoran yg menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh £alat , tawaf, dan lain sebagainya.

Apa saja yang harus dibersihkan?. Semua harus dibersihkan, termasuk badan, pakaian, tempat dan lingkungan yang menjadi tempat segala aktivitas kita. Lebih-lebih tempat yang kita gunakan untuk melaksanakan ibadah £alat

°ah±rah meliputi 2 hal yaitu: ¯ah±rah dari najis dan ¯ah±rah dari hadas. °ah±rah dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis. Ada tiga macam najis, yaitu najis mukh±ffafah, najis Mut±wassi¯ah, dan najis mugala«ah.
Najis mukh±ffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

Najis mutawassi¯ah adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘ainiyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (©atnya), bau dan rasanya. Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan najis ‘ainiyyah adalah najis yang tampak wujudnya (©at-nya) dan bisa diketahui melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.
Najis mugala«ah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi. cara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.

Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:
1.      Keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,
2.      Hilang akal (contoh tidur),
3.      Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan
4.      Menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan.

Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.
Bagaimana dengan hadas besar? Kita terkena hadas besar apabila mengalami/melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:
1.      Berhubungan suami istri (setubuh),
2.      Keluar mani,
3.      Haid (menstruasi)
4.      Melahirkan,
5.      Nifas, dan
6.      Meninggal dunia

Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.


Kamis, 08 Agustus 2019

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Nama Sekolah                  : SMP AL AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG
Kelas/Semester               : 7 F, 7D/ Ganjil
Materi Pokok                   : Hidup Tenang dengan Kejujuran, Amanah, dan Istiqomah
 Tanggal                            : 9 AGUSTUS 2019

Materi


1.      Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan perbuatan yang sebenarnya.
2.      Hikmah atau manfaat perilaku jujur adalah akan dipercaya orang lain dan mendapatkan banyak teman.
3.      Hidupnya tenteram karena tidak memiliki kesalahan dengan orang lain.
4.      Amanah artinya terpercaya (dapat dipercaya).
5.      Amanah ada tiga macam, yaitu: amanah terhadap Allah Swt. Amanah terhadap sesama manusia, dan amanah terhadap sendiri.
6.      Amanah dapat diwujudkan melalui perbuatan, seperti menjaga titipan, rahasia, tidak menyalahgunakan jabatan, menunaikan kewajiban dengan baik, dan memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt.
7.      Istiqomah berarti tegak, lurus, tekun, dan ulet.
Istiqomah dapat diwujudkan melalui perbuatan:selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, melaksanakan shalat tepat waktu, belajar secara terus menerus, selalu menaati peraturan yang ada di sekolah, dan selalu menjalankan kewajiban. 

Senin, 05 Agustus 2019


MATERI AJAR

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam                                            
Kelas                   : 7
Semester            : 1 ( Ganjil )
Materi                 : Lebih Dekat dengan Allah SWT Yang Indah NamaNya.
KD       : 1.2. Beriman kepada Allah Swt
               3.1. Memahami makna Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir
               4.1. Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat       
                         Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al- Bashir

1.      Iman artinya yakin atau percaya
2.      Iman kepada Allah SWT merupakan rukun iman yang pertama.
3.      Iman kepada Allah Swt. adalah percaya dengan sepenuh hati bahwa Dia
            itu ada, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.
4.      Salah satu bentuk agar kita beriman kepada Allah SWT adalah dengan mengenal nama-namaNya yang baik ( Asmaul Husna ) yang berjumlah 99.
5.      Al-Asmau-al-husna adalah nama-nama Allah Swt. yang baik. Di antara al-Asmau al-husna tersebut adalah : al-‘Alim (Maha Mengetahui), al- Khabir ( Mahateliti),            as-Sami ’(Maha Mendengar) dan, al-Basir (Maha Melihat).
6.      AL ‘ALIM ( Maha Mengetahui )
Perilaku yang dapat diwujudkan dalam meyakini sifat Allah al-‘Alim adalah kita harus terus-menerus mencari ilmu-ilmunya Allah Swt. dengan cara belajar dan merenungi ciptaan-Nya.
7.      AL KHABIR ( Maha Teliti )
Perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang percaya bahwa Allah Swt. Mahawaspada adalah hendaklah kita harus waspada dan cermat terhadap apa yang kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Kita harus waspada dan cermat dalam melaksanakan kegiatan, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat lainnya.
8.      AS  SAMI’ ( Maha Mendengar )
Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. yang memiliki sifat Maha Mendengar adalah kita harus berupaya agar segala yang kita ucapkan merupakan perkataan yang baik dan berguna, karena kita meyakini bahwa Allah selalu mendengar segala yang kita ucapkan. Bahkan yang masih terbesit di dalam hati pun, di dengar oleh Allah Swt.
9.      AL BASIR ( Maha Melihat )
Perilaku yang mencerminkan keyakinan bahwa Allah Maha Melihat adalah hendaklah kita berusaha semaksimal mungkin untuk dapat melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam ini sebagai bahan renungan akan kebesaran Allah Swt. Kita diajarkan untuk pandai dan cermat dalam memandang berbagai persoalan disekeliling kita. Namun jangan lupa, kita juga harus selalu introspeksi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan kita sendiri agar hidup menjadi lebih terarah.
  
POST TES
MAPEL                :  PAI
KELAS :  7
MATERI              :  Lebih Dekat dengan Alah SWT Yang Indah NamaNya
KD                        : 1.2. Beriman kepada Allah Swt
                                  3.1. Memahami makna Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al-Bashir
                             4.1. Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat            
                                             al-Asmau al-husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’, dan al- Bashir

Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada
huruf A, B, C, dan D !
1.       Meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dalam
                kehidupan sehari-hari adalah arti dari.....
A. iman                                                                                C. islam
B. ihsan                                                                                D. takwa
2.    Allah SWT Maha Melihat, asmaul husnanya adalah ......
A. al-‘Alim                                                                           C. as-Sami
B. al- Khabir                                                                       D. al-Basir

.3.  Allah SWT Maha Mendengar, asmaul husnanya adalah ......
A. al-‘Alim                                                                           C. as-Sami
B. al- Khabir                                                                       D. al-Basir

 4.  Allah SWT Maha Teliti, asmaul husnanya adalah ......
 A. al-‘Alim                                                                          C. as-Sami
 B. al- Khabir                                                                      D. al-Basir

  5.  Allah SWT Maha Mengetahui, asmaul husnanya adalah ......
  A. al-‘Alim                                                                         C. as-Sami
  B. al- Khabir                                                                     D. al-Basir

         6.  Di antara bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap al-‘Alim adalah.....
  A. rajin dalam menimba ilmu                                  C. berusaha menghindari kemungkaran
  B. bersikap dermawan kepada sesama                 D. bersikap pemaaf kepada sesama

          7. Di antara bentuk pengamalan dari keyakinan terhadap al-Basir adalah.....
A. introspeksi diri untuk kebaikan                          C. amar ma’ruf nahi munkar
B. menjadi suri tauladan bagi orang lain               D. mau mendengarkan nasihat guru

         8. Hasan selalu berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya, karena
              ia yakin bahwa Allah Swt. senantiasa mendengarnya. Perbuatan tersebut
              merupakan pengamalan dari keyakinannya bahwa Allah Swt. bersifat.....
A. al-‘Alim                                                                           C. al- Khabir
B. as-Sami‘                                                                          D. al-Basir

         9. Iman kepada Allah SWT merupakan Rukun Iman yang ke .....
              A.  4                                                                                         C. 3        
              B.  2                                                                                         D. 1

      10. Arti dari Asmaul Husna adalah......
             A. Nama-nama baik Allah SWT                                        C. Nama-nama Nabi yang baik
             B. Maha Teliti                                                                         D. Maha Mengetahui